alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Bisakah Nusa Barong Jadi Objek Wisata?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu pulau terluar terbesar di Jawa Timur adalah Pulau Nusa Barong, yang berbatasan langsung dengan Australia. Beragam peninggalan serta potensi tersebar di dalamnya. Mulai dari mercusuar bersejarah hingga keberadaan penyu dan berbagai jenis hewan langka lainnya. Di mata Bupati Jember Hendy Siswanto, keberadaan Pulau Nusa Barong dengan segala potensinya menjadi sangat menarik untuk dikembangkan menjadi objek wisata.

Wacana Pulau Nusa Barong yang akan dijadikan destinasi wisata baru dikemukakan langsung oleh Hendy, beberapa waktu lalu. Pihaknya meyakini Pulau Nusa Barong akan menjadi objek wisata yang bisa menarik banyak antusiasme wisatawan. Sebab, objek wisata tersebut lengkap. Mulai dari laut, pantai, hingga nantinya juga akan disiapkan tempat kuliner.

“Sebagai salah satu destinasi kunjungan wisata, di Nusa Barong ada lautnya. Ada sinergi dengan pengadaan kapal-kapalnya. Di sana bisa wisata pantai. Bisa ditambahkan untuk kuliner-kuliner,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Jalan ke Tempat Wisata Mulai Dibangun

Dirinya mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) terkait status Pulau Nusa Barong sebagai suaka margasatwa. Menurutnya, secara aturan, wilayah konservasi masih bisa dikembangkan untuk tempat wisata, sepanjang tidak mengganggu habitat di sana. Rencananya, konsep pengembangan wisata Pulau Nusa Barong akan dimulai tahun depan dan akan dikelola Pemkab Jember secara langsung.

Inisiasi ini menjadi sorotan khusus dari beberapa pemerhati lingkungan. Salah satunya adalah Nurul Hidayah. Menurutnya, jika sudah menyinggung potensi wisata, maka tidak menutup kemungkinan ke depan Nusa Barong akan diproyeksikan menjadi objek wisata.

Pria yang akrab disapa Cak Oyong ini tak serta merta setuju dengan gagasan pemanfaatan Pulau Nusa Barong menjadi salah satu proyeksi wisata. Sebab, kawasan tersebut termasuk harus dilindungi. Selain karena merupakan habitat rusa timor dan penyu hijau, Nusa Barong juga menjadi benteng ketika terjadinya bencana.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu pulau terluar terbesar di Jawa Timur adalah Pulau Nusa Barong, yang berbatasan langsung dengan Australia. Beragam peninggalan serta potensi tersebar di dalamnya. Mulai dari mercusuar bersejarah hingga keberadaan penyu dan berbagai jenis hewan langka lainnya. Di mata Bupati Jember Hendy Siswanto, keberadaan Pulau Nusa Barong dengan segala potensinya menjadi sangat menarik untuk dikembangkan menjadi objek wisata.

Wacana Pulau Nusa Barong yang akan dijadikan destinasi wisata baru dikemukakan langsung oleh Hendy, beberapa waktu lalu. Pihaknya meyakini Pulau Nusa Barong akan menjadi objek wisata yang bisa menarik banyak antusiasme wisatawan. Sebab, objek wisata tersebut lengkap. Mulai dari laut, pantai, hingga nantinya juga akan disiapkan tempat kuliner.

“Sebagai salah satu destinasi kunjungan wisata, di Nusa Barong ada lautnya. Ada sinergi dengan pengadaan kapal-kapalnya. Di sana bisa wisata pantai. Bisa ditambahkan untuk kuliner-kuliner,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA : Jalan ke Tempat Wisata Mulai Dibangun

Dirinya mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) terkait status Pulau Nusa Barong sebagai suaka margasatwa. Menurutnya, secara aturan, wilayah konservasi masih bisa dikembangkan untuk tempat wisata, sepanjang tidak mengganggu habitat di sana. Rencananya, konsep pengembangan wisata Pulau Nusa Barong akan dimulai tahun depan dan akan dikelola Pemkab Jember secara langsung.

Inisiasi ini menjadi sorotan khusus dari beberapa pemerhati lingkungan. Salah satunya adalah Nurul Hidayah. Menurutnya, jika sudah menyinggung potensi wisata, maka tidak menutup kemungkinan ke depan Nusa Barong akan diproyeksikan menjadi objek wisata.

Pria yang akrab disapa Cak Oyong ini tak serta merta setuju dengan gagasan pemanfaatan Pulau Nusa Barong menjadi salah satu proyeksi wisata. Sebab, kawasan tersebut termasuk harus dilindungi. Selain karena merupakan habitat rusa timor dan penyu hijau, Nusa Barong juga menjadi benteng ketika terjadinya bencana.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu pulau terluar terbesar di Jawa Timur adalah Pulau Nusa Barong, yang berbatasan langsung dengan Australia. Beragam peninggalan serta potensi tersebar di dalamnya. Mulai dari mercusuar bersejarah hingga keberadaan penyu dan berbagai jenis hewan langka lainnya. Di mata Bupati Jember Hendy Siswanto, keberadaan Pulau Nusa Barong dengan segala potensinya menjadi sangat menarik untuk dikembangkan menjadi objek wisata.

Wacana Pulau Nusa Barong yang akan dijadikan destinasi wisata baru dikemukakan langsung oleh Hendy, beberapa waktu lalu. Pihaknya meyakini Pulau Nusa Barong akan menjadi objek wisata yang bisa menarik banyak antusiasme wisatawan. Sebab, objek wisata tersebut lengkap. Mulai dari laut, pantai, hingga nantinya juga akan disiapkan tempat kuliner.

“Sebagai salah satu destinasi kunjungan wisata, di Nusa Barong ada lautnya. Ada sinergi dengan pengadaan kapal-kapalnya. Di sana bisa wisata pantai. Bisa ditambahkan untuk kuliner-kuliner,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA : Jalan ke Tempat Wisata Mulai Dibangun

Dirinya mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) terkait status Pulau Nusa Barong sebagai suaka margasatwa. Menurutnya, secara aturan, wilayah konservasi masih bisa dikembangkan untuk tempat wisata, sepanjang tidak mengganggu habitat di sana. Rencananya, konsep pengembangan wisata Pulau Nusa Barong akan dimulai tahun depan dan akan dikelola Pemkab Jember secara langsung.

Inisiasi ini menjadi sorotan khusus dari beberapa pemerhati lingkungan. Salah satunya adalah Nurul Hidayah. Menurutnya, jika sudah menyinggung potensi wisata, maka tidak menutup kemungkinan ke depan Nusa Barong akan diproyeksikan menjadi objek wisata.

Pria yang akrab disapa Cak Oyong ini tak serta merta setuju dengan gagasan pemanfaatan Pulau Nusa Barong menjadi salah satu proyeksi wisata. Sebab, kawasan tersebut termasuk harus dilindungi. Selain karena merupakan habitat rusa timor dan penyu hijau, Nusa Barong juga menjadi benteng ketika terjadinya bencana.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/