alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Jember Menuju Kota Cerutu Indonesia

Gelar Festival, Berharap IKM Lain Diikutsertakan

Mobile_AP_Rectangle 1

Lebih lanjut, dia menerangkan, tak semua orang bisa hadir dalam kegiatan tersebut, lantaran tidak dibuka untuk umum. “Saat ini, sudah ada pembeli dari Taipei dan Korsel yang bisa datang,” tuturnya. Harapannya, Malaysia, Taiwan, dan duta-duta besar yang ingin tahu Jember juga bisa merapat.

Menanggapi rencana itu, dosen Prodi Agrobisnis Fakultas Pertanian Unej, Djoko Soejono MP menerangkan, sejauh ini pemerintah ingin menunjukkan hal positif. Baik untuk masyarakat maupun nasional, bahkan internasional. Dia paham bahwa cerutu memiliki pasar dan konsumen yang jelas. Namun, yang harus dicermati bahwa pemain cerutu di Jember masih terbatas.

Kendati begitu, sepanjang event itu bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat, Djoko menilai, hal tersebut sah-sah saja dilakukan. Jadi, targetnya tak hanya untuk menumbuhkan citra Jember di luar. Namun, juga benar-benar mengerek ekonomi pelaku usaha di Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dosen yang tinggal di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, itu menambahkan, festival itu terkesan unik dan dia menduga ada alasan tersendiri di baliknya. Namun, Djoko menyarankan, acara itu jangan berdiri sendiri. Sebab, akan jauh lebih bagus jika mengikutsertakan para pelaku usaha kecil dengan produk yang lain. “Boleh cerutu jadi komandan, tapi juga perlu menarik UMKM lain,” sarannya. (nen/c2/rus)

- Advertisement -

Lebih lanjut, dia menerangkan, tak semua orang bisa hadir dalam kegiatan tersebut, lantaran tidak dibuka untuk umum. “Saat ini, sudah ada pembeli dari Taipei dan Korsel yang bisa datang,” tuturnya. Harapannya, Malaysia, Taiwan, dan duta-duta besar yang ingin tahu Jember juga bisa merapat.

Menanggapi rencana itu, dosen Prodi Agrobisnis Fakultas Pertanian Unej, Djoko Soejono MP menerangkan, sejauh ini pemerintah ingin menunjukkan hal positif. Baik untuk masyarakat maupun nasional, bahkan internasional. Dia paham bahwa cerutu memiliki pasar dan konsumen yang jelas. Namun, yang harus dicermati bahwa pemain cerutu di Jember masih terbatas.

Kendati begitu, sepanjang event itu bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat, Djoko menilai, hal tersebut sah-sah saja dilakukan. Jadi, targetnya tak hanya untuk menumbuhkan citra Jember di luar. Namun, juga benar-benar mengerek ekonomi pelaku usaha di Jember.

Dosen yang tinggal di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, itu menambahkan, festival itu terkesan unik dan dia menduga ada alasan tersendiri di baliknya. Namun, Djoko menyarankan, acara itu jangan berdiri sendiri. Sebab, akan jauh lebih bagus jika mengikutsertakan para pelaku usaha kecil dengan produk yang lain. “Boleh cerutu jadi komandan, tapi juga perlu menarik UMKM lain,” sarannya. (nen/c2/rus)

Lebih lanjut, dia menerangkan, tak semua orang bisa hadir dalam kegiatan tersebut, lantaran tidak dibuka untuk umum. “Saat ini, sudah ada pembeli dari Taipei dan Korsel yang bisa datang,” tuturnya. Harapannya, Malaysia, Taiwan, dan duta-duta besar yang ingin tahu Jember juga bisa merapat.

Menanggapi rencana itu, dosen Prodi Agrobisnis Fakultas Pertanian Unej, Djoko Soejono MP menerangkan, sejauh ini pemerintah ingin menunjukkan hal positif. Baik untuk masyarakat maupun nasional, bahkan internasional. Dia paham bahwa cerutu memiliki pasar dan konsumen yang jelas. Namun, yang harus dicermati bahwa pemain cerutu di Jember masih terbatas.

Kendati begitu, sepanjang event itu bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat, Djoko menilai, hal tersebut sah-sah saja dilakukan. Jadi, targetnya tak hanya untuk menumbuhkan citra Jember di luar. Namun, juga benar-benar mengerek ekonomi pelaku usaha di Jember.

Dosen yang tinggal di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, itu menambahkan, festival itu terkesan unik dan dia menduga ada alasan tersendiri di baliknya. Namun, Djoko menyarankan, acara itu jangan berdiri sendiri. Sebab, akan jauh lebih bagus jika mengikutsertakan para pelaku usaha kecil dengan produk yang lain. “Boleh cerutu jadi komandan, tapi juga perlu menarik UMKM lain,” sarannya. (nen/c2/rus)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/