alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Terwariskan ke Anak Cucu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Potret keberagaman di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, menyuguhkan pelajaran berharga bahwa masyarakat bisa hidup rukun berdampingan. Sekalipun mereka berbeda keyakinan.

Tak heran, dikenal sebagai Indonesia Kecil, Desa Sukoreno juga kerap menjadi jujukan para peneliti muda dan mahasiswa dari berbagai daerah. Kedatangan mereka tak sekadar mengetahui bagaimana harmonisasi kerukunan umat beragama di Sukoreno. Namun, sekaligus mengabadikannya ke sebuah karya atau hasil penelitian.

Kepala Desa Sukoreno Achmad Choiri menjelaskan, keberagaman di Sukoreno itu sudah terjalin sejak lama. Meski ia tidak mengetahui pasti kapan waktunya, namun beberapa tempat ibadah di situ menggambarkan bahwa masyarakat telah lama menduduki Sukoreno, dengan berbagai keyakinannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti dari kalangan Islam, yang banyak tokoh sesepuh setempat sudah lama menduduki Sukoreno. Lalu, ada Sekolah Dasar Kristen (SDK) Santo Yusuf yang sudah ada sejak era 60-an. Juga Pura Perwitosari sejak era yang sama. Dan ajaran Sapta Darma yang disebut-sebut sudah ada sejak era Kerajaan Majapahit yang pernah menduduki Sukoreno.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Potret keberagaman di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, menyuguhkan pelajaran berharga bahwa masyarakat bisa hidup rukun berdampingan. Sekalipun mereka berbeda keyakinan.

Tak heran, dikenal sebagai Indonesia Kecil, Desa Sukoreno juga kerap menjadi jujukan para peneliti muda dan mahasiswa dari berbagai daerah. Kedatangan mereka tak sekadar mengetahui bagaimana harmonisasi kerukunan umat beragama di Sukoreno. Namun, sekaligus mengabadikannya ke sebuah karya atau hasil penelitian.

Kepala Desa Sukoreno Achmad Choiri menjelaskan, keberagaman di Sukoreno itu sudah terjalin sejak lama. Meski ia tidak mengetahui pasti kapan waktunya, namun beberapa tempat ibadah di situ menggambarkan bahwa masyarakat telah lama menduduki Sukoreno, dengan berbagai keyakinannya.

Seperti dari kalangan Islam, yang banyak tokoh sesepuh setempat sudah lama menduduki Sukoreno. Lalu, ada Sekolah Dasar Kristen (SDK) Santo Yusuf yang sudah ada sejak era 60-an. Juga Pura Perwitosari sejak era yang sama. Dan ajaran Sapta Darma yang disebut-sebut sudah ada sejak era Kerajaan Majapahit yang pernah menduduki Sukoreno.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Potret keberagaman di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, menyuguhkan pelajaran berharga bahwa masyarakat bisa hidup rukun berdampingan. Sekalipun mereka berbeda keyakinan.

Tak heran, dikenal sebagai Indonesia Kecil, Desa Sukoreno juga kerap menjadi jujukan para peneliti muda dan mahasiswa dari berbagai daerah. Kedatangan mereka tak sekadar mengetahui bagaimana harmonisasi kerukunan umat beragama di Sukoreno. Namun, sekaligus mengabadikannya ke sebuah karya atau hasil penelitian.

Kepala Desa Sukoreno Achmad Choiri menjelaskan, keberagaman di Sukoreno itu sudah terjalin sejak lama. Meski ia tidak mengetahui pasti kapan waktunya, namun beberapa tempat ibadah di situ menggambarkan bahwa masyarakat telah lama menduduki Sukoreno, dengan berbagai keyakinannya.

Seperti dari kalangan Islam, yang banyak tokoh sesepuh setempat sudah lama menduduki Sukoreno. Lalu, ada Sekolah Dasar Kristen (SDK) Santo Yusuf yang sudah ada sejak era 60-an. Juga Pura Perwitosari sejak era yang sama. Dan ajaran Sapta Darma yang disebut-sebut sudah ada sejak era Kerajaan Majapahit yang pernah menduduki Sukoreno.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/