alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Sup Daging Kuda Khas Kazakhstan

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Ragam kuliner tradisi di bulan Syawal yang lekat dengan suasana Idul Fitri dijumpai di Kazakhstan. Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan Dr Fadjroel Rachman mengatakan, terdapat makanan dan tradisi khas di negara tersebut.

BACA JUGA : Penjual Kuliner Terpukul Akibat Lonjakan Harga Daging

Salah satu masakan khas Idul Fitri di Kazakhstan adalah sup daging kuda yang dimakan dengan roti. Hidangan ini selalu menjadi masakan favorit di Kazakhstan, seperti dikutip dari siaran pers Clubhouse .

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, ada juga minuman yang terbuat dari fermentasi susu kuda bernama khumis. Di Kazakhstan juga belum mengenal santan, sehingga para koki Indonesia di Kazakhstan menggunakan kacang tanah yang dicampur air dan bumbu lainnya hingga rasa dan teksturnya mirip santan.

Fadjroel juga berbagi pengalaman menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri bersama istrinya di Nur-Sultan, Ibu Kota Kazakhstan, melalui aplikasi Clubhouse.

Dia bercerita bahwa masyarakat Kazakhstan bisa berpuasa hingga 17 jam sehari, atau bahkan hingga 19,5 jam jika Ramadan terjadi di musim panas, yang dimana ini lebih lama dari periode puasa 12 jam di Indonesia.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Ragam kuliner tradisi di bulan Syawal yang lekat dengan suasana Idul Fitri dijumpai di Kazakhstan. Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan Dr Fadjroel Rachman mengatakan, terdapat makanan dan tradisi khas di negara tersebut.

BACA JUGA : Penjual Kuliner Terpukul Akibat Lonjakan Harga Daging

Salah satu masakan khas Idul Fitri di Kazakhstan adalah sup daging kuda yang dimakan dengan roti. Hidangan ini selalu menjadi masakan favorit di Kazakhstan, seperti dikutip dari siaran pers Clubhouse .

Selain itu, ada juga minuman yang terbuat dari fermentasi susu kuda bernama khumis. Di Kazakhstan juga belum mengenal santan, sehingga para koki Indonesia di Kazakhstan menggunakan kacang tanah yang dicampur air dan bumbu lainnya hingga rasa dan teksturnya mirip santan.

Fadjroel juga berbagi pengalaman menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri bersama istrinya di Nur-Sultan, Ibu Kota Kazakhstan, melalui aplikasi Clubhouse.

Dia bercerita bahwa masyarakat Kazakhstan bisa berpuasa hingga 17 jam sehari, atau bahkan hingga 19,5 jam jika Ramadan terjadi di musim panas, yang dimana ini lebih lama dari periode puasa 12 jam di Indonesia.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Ragam kuliner tradisi di bulan Syawal yang lekat dengan suasana Idul Fitri dijumpai di Kazakhstan. Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan Dr Fadjroel Rachman mengatakan, terdapat makanan dan tradisi khas di negara tersebut.

BACA JUGA : Penjual Kuliner Terpukul Akibat Lonjakan Harga Daging

Salah satu masakan khas Idul Fitri di Kazakhstan adalah sup daging kuda yang dimakan dengan roti. Hidangan ini selalu menjadi masakan favorit di Kazakhstan, seperti dikutip dari siaran pers Clubhouse .

Selain itu, ada juga minuman yang terbuat dari fermentasi susu kuda bernama khumis. Di Kazakhstan juga belum mengenal santan, sehingga para koki Indonesia di Kazakhstan menggunakan kacang tanah yang dicampur air dan bumbu lainnya hingga rasa dan teksturnya mirip santan.

Fadjroel juga berbagi pengalaman menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri bersama istrinya di Nur-Sultan, Ibu Kota Kazakhstan, melalui aplikasi Clubhouse.

Dia bercerita bahwa masyarakat Kazakhstan bisa berpuasa hingga 17 jam sehari, atau bahkan hingga 19,5 jam jika Ramadan terjadi di musim panas, yang dimana ini lebih lama dari periode puasa 12 jam di Indonesia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/