Tak Lengkap Tanpa Sajian Sambal

Samsul mengaku, dia sudah lama menjadi guru dan baru membuka warung ikan bakar pada 2015 lalu. Baginya, pendidikan tetap menjadi nomor satu. “Kalau saya mengajar, istri yang jaga di sini. Jadi, warung ikan bakar ini tidak sampai mengganggu tugas di sekolah,” tegasnya.

Dikatakannya, dia membuka warung ikan bakar karena memang ada potensi di situ. Apalagi wisata Teluk Love juga digemari banyak warga setelah dibuka 2014 lalu. “Jadi, saya buka setahun setelah wisata Teluk Love dibuka. Alhamdulillah sampai sekarang, tidak pernah mengganggu urusan pendidikan di sekolah,” ulasnya.

Sebagai seorang guru, Samsul akan terus mengabdikan diri pada dunia pendidikan. Sementara, warung tersebut akan terus dikembangkan. Guna mendukung potensi wisata yang ada serta meningkatkan taraf hidup keluarga dan sejumlah orang di sekitarnya. “Saya beli ikan tidak ke nelayan luar kota, tetapi kepada nelayan sekitar. Jadi, perekonomian warga sekitar harus pula terangkat,” pungkasnya.

Jurnalis: Nur Hariri, Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti