alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Ras – Pamor Menentukan Harga

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit masyarakat yang memelihara kuda karena dianggap sebagai salah satu ajaran yang dianjurkan, yang bernilai ibadah. Ini mengingat Rasulullah SAW menganjurkan berkuda sebagai salah satu jenis olahraga.

Tak heran jika penggemar kuda tidak pernah berkurang. Pencintanya beragam, dari kalangan kiai atau ustad sampai kalangan ningrat. Hal ini membuat harganya sangat bersaing. Di pasaran, banyak jenis kuda bisa ditemui. Mulai dari yang jenis ras lokal Bondowoso-Jember misalnya. Satu ekor kuda dewasa jenis tersebut dibanderol Rp 10-15 juta. Lalu, ada pula kuda ras luar daerah, seperti asal Bima, NTT, atau luar negeri dari ras Australia atau Jerman yang berada di kisaran Rp 120-150 juta.

Salah satu organisasi yang mewadahi para pecinta kuda adalah Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi). Di Jember, kata Sujono, anggotanya kurang lebih 50 orang. Meski tak banyak, namun masing-masing dari mereka bisa memelihara hingga 17 ekor kuda. “Keanggotaan kami banyak kalangan kiai, gus, dan lora. Rata-rata kuda mereka belasan jumlahnya,” terang Sujono.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit masyarakat yang memelihara kuda karena dianggap sebagai salah satu ajaran yang dianjurkan, yang bernilai ibadah. Ini mengingat Rasulullah SAW menganjurkan berkuda sebagai salah satu jenis olahraga.

Tak heran jika penggemar kuda tidak pernah berkurang. Pencintanya beragam, dari kalangan kiai atau ustad sampai kalangan ningrat. Hal ini membuat harganya sangat bersaing. Di pasaran, banyak jenis kuda bisa ditemui. Mulai dari yang jenis ras lokal Bondowoso-Jember misalnya. Satu ekor kuda dewasa jenis tersebut dibanderol Rp 10-15 juta. Lalu, ada pula kuda ras luar daerah, seperti asal Bima, NTT, atau luar negeri dari ras Australia atau Jerman yang berada di kisaran Rp 120-150 juta.

Salah satu organisasi yang mewadahi para pecinta kuda adalah Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi). Di Jember, kata Sujono, anggotanya kurang lebih 50 orang. Meski tak banyak, namun masing-masing dari mereka bisa memelihara hingga 17 ekor kuda. “Keanggotaan kami banyak kalangan kiai, gus, dan lora. Rata-rata kuda mereka belasan jumlahnya,” terang Sujono.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit masyarakat yang memelihara kuda karena dianggap sebagai salah satu ajaran yang dianjurkan, yang bernilai ibadah. Ini mengingat Rasulullah SAW menganjurkan berkuda sebagai salah satu jenis olahraga.

Tak heran jika penggemar kuda tidak pernah berkurang. Pencintanya beragam, dari kalangan kiai atau ustad sampai kalangan ningrat. Hal ini membuat harganya sangat bersaing. Di pasaran, banyak jenis kuda bisa ditemui. Mulai dari yang jenis ras lokal Bondowoso-Jember misalnya. Satu ekor kuda dewasa jenis tersebut dibanderol Rp 10-15 juta. Lalu, ada pula kuda ras luar daerah, seperti asal Bima, NTT, atau luar negeri dari ras Australia atau Jerman yang berada di kisaran Rp 120-150 juta.

Salah satu organisasi yang mewadahi para pecinta kuda adalah Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi). Di Jember, kata Sujono, anggotanya kurang lebih 50 orang. Meski tak banyak, namun masing-masing dari mereka bisa memelihara hingga 17 ekor kuda. “Keanggotaan kami banyak kalangan kiai, gus, dan lora. Rata-rata kuda mereka belasan jumlahnya,” terang Sujono.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/