alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Jejak Spiritual Syekh Moh Nur

Kitab Bayt Dua Belas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Metode dakwah terus berubah seiring perkembangan zaman. Masa lampau, ulama menggunakan pendekatan kebudayaan untuk menyiarkan ajaran agama kepada umat. Seperti yang dilakukan Syekh Moh Nur, ulama yang makamnya bisa ditemukan di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Panti.

Ajaran-ajaran Syekh Moh Nur ini dibukukan oleh muridnya hingga menjadi kitab bernama Bayt Dua Belas. Kitab yang berisi tentang ajaran keagamaan ini bisa dibaca menggunakan langgam dan tembang Jawa. Hingga kini, kitab tersebut masih terus diajarkan oleh para penerusnya. Biasanya dikaji saban Selasa pada tiap pekannya.

Kitab Bayt Dua Belas merupakan teks keagamaan berstruktur mistis. Kitab ini sebenarnya memiliki nama asli Fathul Rif’an yang berisi tentang gagasan, ajaran, dan pengalaman kerohanian yang harus dijalankan untuk mencapai tingkat makrifat. Makrifat adalah konsep ajaran spiritual yang bertujuan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satu keturunan Syekh Moh Nur, Ma’syum mengungkapkan, kitab itu diberi nama Bayt Dua Belas memiliki makna tersendiri. Secara etimologi, Bayt dianggap rumah. Sedangkan secara ilmu bahasa Arab atau nahwu, diartikan sebagai syair. “Jadi, kalau secara fikih, Bayt Dua Belas adalah 12 rumah. Tapi secara umum diartikan sebagai 12 bab,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Metode dakwah terus berubah seiring perkembangan zaman. Masa lampau, ulama menggunakan pendekatan kebudayaan untuk menyiarkan ajaran agama kepada umat. Seperti yang dilakukan Syekh Moh Nur, ulama yang makamnya bisa ditemukan di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Panti.

Ajaran-ajaran Syekh Moh Nur ini dibukukan oleh muridnya hingga menjadi kitab bernama Bayt Dua Belas. Kitab yang berisi tentang ajaran keagamaan ini bisa dibaca menggunakan langgam dan tembang Jawa. Hingga kini, kitab tersebut masih terus diajarkan oleh para penerusnya. Biasanya dikaji saban Selasa pada tiap pekannya.

Kitab Bayt Dua Belas merupakan teks keagamaan berstruktur mistis. Kitab ini sebenarnya memiliki nama asli Fathul Rif’an yang berisi tentang gagasan, ajaran, dan pengalaman kerohanian yang harus dijalankan untuk mencapai tingkat makrifat. Makrifat adalah konsep ajaran spiritual yang bertujuan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Salah satu keturunan Syekh Moh Nur, Ma’syum mengungkapkan, kitab itu diberi nama Bayt Dua Belas memiliki makna tersendiri. Secara etimologi, Bayt dianggap rumah. Sedangkan secara ilmu bahasa Arab atau nahwu, diartikan sebagai syair. “Jadi, kalau secara fikih, Bayt Dua Belas adalah 12 rumah. Tapi secara umum diartikan sebagai 12 bab,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Metode dakwah terus berubah seiring perkembangan zaman. Masa lampau, ulama menggunakan pendekatan kebudayaan untuk menyiarkan ajaran agama kepada umat. Seperti yang dilakukan Syekh Moh Nur, ulama yang makamnya bisa ditemukan di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Panti.

Ajaran-ajaran Syekh Moh Nur ini dibukukan oleh muridnya hingga menjadi kitab bernama Bayt Dua Belas. Kitab yang berisi tentang ajaran keagamaan ini bisa dibaca menggunakan langgam dan tembang Jawa. Hingga kini, kitab tersebut masih terus diajarkan oleh para penerusnya. Biasanya dikaji saban Selasa pada tiap pekannya.

Kitab Bayt Dua Belas merupakan teks keagamaan berstruktur mistis. Kitab ini sebenarnya memiliki nama asli Fathul Rif’an yang berisi tentang gagasan, ajaran, dan pengalaman kerohanian yang harus dijalankan untuk mencapai tingkat makrifat. Makrifat adalah konsep ajaran spiritual yang bertujuan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Salah satu keturunan Syekh Moh Nur, Ma’syum mengungkapkan, kitab itu diberi nama Bayt Dua Belas memiliki makna tersendiri. Secara etimologi, Bayt dianggap rumah. Sedangkan secara ilmu bahasa Arab atau nahwu, diartikan sebagai syair. “Jadi, kalau secara fikih, Bayt Dua Belas adalah 12 rumah. Tapi secara umum diartikan sebagai 12 bab,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/