alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Kreasi Jelly Art, Si Cantik dari Jarum Suntik

Nama jelly art belakangan ini tak lagi asing di telinga masyarakat. Sebagian orang mengetahui popularitasnya melalui media informasi atau media sosial. Butuh ketekunan untuk menciptakan kreasi dalam cetakan jelly. Seperti apa asyiknya?

Mobile_AP_Rectangle 1

Tema yang bisa diterapkan dalam jelly kanvas ini bermacam-macam. Mulai dari bunga peony, dahlia, mawar, hingga berbagai jenis flora lainnya. Kemudian, juga bisa menggunakan tema hewan atau fauna, seperti ikan koi, kucing, anjing, burung merak, burung hantu, hingga bisa juga menggunakan tema yang menyerupai wajah manusia. Tema-tema tersebut diklasifikasikan menurut tingkat kreumitannya masing-masing.

“Kalau masih kelas basic, bikin kelas peony, dahlia, gerbera. Intermediate bisa level peony advance yang rangkaiannya mulai rumit, rose advance, ada kolam ikan koi. Jadi, menyerupai hewan, bisa juga kartun, bahkan wajah orang bisa jadi. itu bisa kita bentuk dengan suntikan jarum. Kalau advance-nya ada tema burung merak, hewan seperti kucing, anjing, burung hantu, itu bisa juga,” katanya.

Umumnya, tema peony bucket menjadi primadona di kalangan masyarakat luas. Namun, meski termasuk dalam tingkatan mudah, hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan tema ini juga sama persis seperti pada tingkatan yang lebih rumit lainnya. “Komposisi floral harus diperhatikan, supaya terlihat realistis atau 3D,” sebut Emsho.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nah, seusai menggambar, masih ada satu tahap terakhir yang membuat jelly ini semakin terlihat estetik. Yakni membuat layer atau warna dasar guna menutupi bekas suntikan, dan membuat jelly terlihat lebih berwarna. “Lapisan terakhir, kita tutup pakai jelly berwarna, dan didiamkan sampai dingin. Baru jelly bisa dinikmati,” ucapnya.

Kecantikan jelly art dapat benar-benar terlihat ketika semua tahapan telah selesai. Setelah ditutup dengan jelly berwarna tersebut, kini saatnya jelly art dibalik. Dari yang menghadap ke bawah, menjadi menghadap ke atas dengan cara dipindahkan dan tetap berhati-hati agar jelly tidak jatuh atau pecah.

Jurnalis: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Tema yang bisa diterapkan dalam jelly kanvas ini bermacam-macam. Mulai dari bunga peony, dahlia, mawar, hingga berbagai jenis flora lainnya. Kemudian, juga bisa menggunakan tema hewan atau fauna, seperti ikan koi, kucing, anjing, burung merak, burung hantu, hingga bisa juga menggunakan tema yang menyerupai wajah manusia. Tema-tema tersebut diklasifikasikan menurut tingkat kreumitannya masing-masing.

“Kalau masih kelas basic, bikin kelas peony, dahlia, gerbera. Intermediate bisa level peony advance yang rangkaiannya mulai rumit, rose advance, ada kolam ikan koi. Jadi, menyerupai hewan, bisa juga kartun, bahkan wajah orang bisa jadi. itu bisa kita bentuk dengan suntikan jarum. Kalau advance-nya ada tema burung merak, hewan seperti kucing, anjing, burung hantu, itu bisa juga,” katanya.

Umumnya, tema peony bucket menjadi primadona di kalangan masyarakat luas. Namun, meski termasuk dalam tingkatan mudah, hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan tema ini juga sama persis seperti pada tingkatan yang lebih rumit lainnya. “Komposisi floral harus diperhatikan, supaya terlihat realistis atau 3D,” sebut Emsho.

Nah, seusai menggambar, masih ada satu tahap terakhir yang membuat jelly ini semakin terlihat estetik. Yakni membuat layer atau warna dasar guna menutupi bekas suntikan, dan membuat jelly terlihat lebih berwarna. “Lapisan terakhir, kita tutup pakai jelly berwarna, dan didiamkan sampai dingin. Baru jelly bisa dinikmati,” ucapnya.

Kecantikan jelly art dapat benar-benar terlihat ketika semua tahapan telah selesai. Setelah ditutup dengan jelly berwarna tersebut, kini saatnya jelly art dibalik. Dari yang menghadap ke bawah, menjadi menghadap ke atas dengan cara dipindahkan dan tetap berhati-hati agar jelly tidak jatuh atau pecah.

Jurnalis: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

Tema yang bisa diterapkan dalam jelly kanvas ini bermacam-macam. Mulai dari bunga peony, dahlia, mawar, hingga berbagai jenis flora lainnya. Kemudian, juga bisa menggunakan tema hewan atau fauna, seperti ikan koi, kucing, anjing, burung merak, burung hantu, hingga bisa juga menggunakan tema yang menyerupai wajah manusia. Tema-tema tersebut diklasifikasikan menurut tingkat kreumitannya masing-masing.

“Kalau masih kelas basic, bikin kelas peony, dahlia, gerbera. Intermediate bisa level peony advance yang rangkaiannya mulai rumit, rose advance, ada kolam ikan koi. Jadi, menyerupai hewan, bisa juga kartun, bahkan wajah orang bisa jadi. itu bisa kita bentuk dengan suntikan jarum. Kalau advance-nya ada tema burung merak, hewan seperti kucing, anjing, burung hantu, itu bisa juga,” katanya.

Umumnya, tema peony bucket menjadi primadona di kalangan masyarakat luas. Namun, meski termasuk dalam tingkatan mudah, hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan tema ini juga sama persis seperti pada tingkatan yang lebih rumit lainnya. “Komposisi floral harus diperhatikan, supaya terlihat realistis atau 3D,” sebut Emsho.

Nah, seusai menggambar, masih ada satu tahap terakhir yang membuat jelly ini semakin terlihat estetik. Yakni membuat layer atau warna dasar guna menutupi bekas suntikan, dan membuat jelly terlihat lebih berwarna. “Lapisan terakhir, kita tutup pakai jelly berwarna, dan didiamkan sampai dingin. Baru jelly bisa dinikmati,” ucapnya.

Kecantikan jelly art dapat benar-benar terlihat ketika semua tahapan telah selesai. Setelah ditutup dengan jelly berwarna tersebut, kini saatnya jelly art dibalik. Dari yang menghadap ke bawah, menjadi menghadap ke atas dengan cara dipindahkan dan tetap berhati-hati agar jelly tidak jatuh atau pecah.

Jurnalis: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca