alexametrics
27.6 C
Jember
Monday, 4 July 2022

Generasi Penerus Ip Man

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jika pernah mendengar Ip Man, film yang dibintangi oleh aktor Donnie Yen itu, merupakan film bela diri yang mengisahkan tentang penyebaran ilmu bela diri wing chun. Konon, bela diri ini lahir di Tiongkok sejak zaman dulu. Namun, memang belum berkembang pesat.

Di Jember, olahraga bela diri ini belum begitu familier. Sanggar olahraganya juga baru berdiri pada 2015 lalu. Anggotanya pun terhitung sedikit dibanding seni bela diri yang lain. Baru sekitar 100 orang.

Salah satu pelatih seni bela diri wing chun, Senki Desta Galuh mengungkapkan, awalnya seni bela diri ini diikuti oleh 11 orang saja. Pembiayaan latihan dan sewa tempat murni dari pelatihnya. Desta mengungkapkan, semula ia dan beberapa rekannya yang telah belajar wing chun hanya ingin latihan. Dirinya tidak berekspektasi akan mengundang banyak pendaftar. “Lama-lama kami iuran untuk sewa tempat. Lalu, iurannya kami pakai juga untuk membeli alat-alat,” kata Desta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam rekrutmen awal, Desta menuturkan, peserta yang mendaftar tidak terbatas pada kalangan usia tertentu. Semua kalangan bisa mendaftar. Mulai dari anak-anak hingga dewasa. Seperti halnya Indri Wulandari, siswa kelas VI SD. Dulu, Indri mengikuti seni bela diri wing chun saat masih kelas 3.

Indri merupakan salah satu atlet wing chun yang pernah meraih medali emas peragaan Jitsu di tahun 2019 lalu. Prestasinya moncer, dan ia mendapat medali emas kembali pada tahun 2020. Indri mengaku, meski tergolong sebagai atlet paling muda di organisasinya, tapi dirinya tidak minder dengan rekannya yang lebih senior.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jika pernah mendengar Ip Man, film yang dibintangi oleh aktor Donnie Yen itu, merupakan film bela diri yang mengisahkan tentang penyebaran ilmu bela diri wing chun. Konon, bela diri ini lahir di Tiongkok sejak zaman dulu. Namun, memang belum berkembang pesat.

Di Jember, olahraga bela diri ini belum begitu familier. Sanggar olahraganya juga baru berdiri pada 2015 lalu. Anggotanya pun terhitung sedikit dibanding seni bela diri yang lain. Baru sekitar 100 orang.

Salah satu pelatih seni bela diri wing chun, Senki Desta Galuh mengungkapkan, awalnya seni bela diri ini diikuti oleh 11 orang saja. Pembiayaan latihan dan sewa tempat murni dari pelatihnya. Desta mengungkapkan, semula ia dan beberapa rekannya yang telah belajar wing chun hanya ingin latihan. Dirinya tidak berekspektasi akan mengundang banyak pendaftar. “Lama-lama kami iuran untuk sewa tempat. Lalu, iurannya kami pakai juga untuk membeli alat-alat,” kata Desta.

Dalam rekrutmen awal, Desta menuturkan, peserta yang mendaftar tidak terbatas pada kalangan usia tertentu. Semua kalangan bisa mendaftar. Mulai dari anak-anak hingga dewasa. Seperti halnya Indri Wulandari, siswa kelas VI SD. Dulu, Indri mengikuti seni bela diri wing chun saat masih kelas 3.

Indri merupakan salah satu atlet wing chun yang pernah meraih medali emas peragaan Jitsu di tahun 2019 lalu. Prestasinya moncer, dan ia mendapat medali emas kembali pada tahun 2020. Indri mengaku, meski tergolong sebagai atlet paling muda di organisasinya, tapi dirinya tidak minder dengan rekannya yang lebih senior.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jika pernah mendengar Ip Man, film yang dibintangi oleh aktor Donnie Yen itu, merupakan film bela diri yang mengisahkan tentang penyebaran ilmu bela diri wing chun. Konon, bela diri ini lahir di Tiongkok sejak zaman dulu. Namun, memang belum berkembang pesat.

Di Jember, olahraga bela diri ini belum begitu familier. Sanggar olahraganya juga baru berdiri pada 2015 lalu. Anggotanya pun terhitung sedikit dibanding seni bela diri yang lain. Baru sekitar 100 orang.

Salah satu pelatih seni bela diri wing chun, Senki Desta Galuh mengungkapkan, awalnya seni bela diri ini diikuti oleh 11 orang saja. Pembiayaan latihan dan sewa tempat murni dari pelatihnya. Desta mengungkapkan, semula ia dan beberapa rekannya yang telah belajar wing chun hanya ingin latihan. Dirinya tidak berekspektasi akan mengundang banyak pendaftar. “Lama-lama kami iuran untuk sewa tempat. Lalu, iurannya kami pakai juga untuk membeli alat-alat,” kata Desta.

Dalam rekrutmen awal, Desta menuturkan, peserta yang mendaftar tidak terbatas pada kalangan usia tertentu. Semua kalangan bisa mendaftar. Mulai dari anak-anak hingga dewasa. Seperti halnya Indri Wulandari, siswa kelas VI SD. Dulu, Indri mengikuti seni bela diri wing chun saat masih kelas 3.

Indri merupakan salah satu atlet wing chun yang pernah meraih medali emas peragaan Jitsu di tahun 2019 lalu. Prestasinya moncer, dan ia mendapat medali emas kembali pada tahun 2020. Indri mengaku, meski tergolong sebagai atlet paling muda di organisasinya, tapi dirinya tidak minder dengan rekannya yang lebih senior.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/