alexametrics
25.2C
Jember
Tuesday, 9 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Cocok untuk Perempuan

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak orang mengatakan bahwa seni bela diri wing chun cocok untuk perempuan. Sebab, gerakannya praktis, efisien, dan efektif untuk melawan orang yang memiliki kekuatan dan postur badan yang lebih besar. Salah satu pelatih seni bela diri wing chun, Senki Desta Galuh mengungkapkan, wing chun merupakan olahraga yang tidak melawan kekuatan dengan kekuatan. Sehingga dapat digunakan dalam kehidupan sehari- hari.

Laki-laki yang akrab disapa Desta mengungkapkan, gerakan wing chun mengikuti energi lawan, dan lebih banyak mengandalkan kecepatan, distract, lalu lari untuk menyelamatkan diri. Pada praktiknya, teknik dan jurus mempelajari wing chun lebih mudah dipelajari oleh perempuan. Dengan berlatih wing chun, akan tumbuh sikap tidak keras kepala, fleksibel, tanggap, dan memiliki kemampuan memecahkan masalah.

Sebab, menurut Desta, perempuan lebih dapat mengendalikan emosi dan memiliki pergerakan yang luwes. Gerakan dalam olahraga ini lebih banyak melatih wanita untuk mempertahankan diri saat berhadapan dalam jarak dekat dengan lawan. Terutama lewat pukulan gabungan dan fleksibel memberikan cedera bagi penyerang. “Memang kalau belajar lebih cepat perempuan yang bisa,” kata Desta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, dalam praktiknya, bukan berarti seni bela diri wing chun hanya khusus diperuntukkan kaum perempuan. Sebab, menurut Desta, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini dibuktikan dengan jumlah murid yang belajar wing chun. “Jumlah anak-anak yang latihan (anggota, Red) antara laki-laki dan perempuan itu hampir seimbang,” ucapnya.

Desta menambahkan, tidak ada juga pembeda antara jurus yang dipelajari anggota laki-laki dan perempuan. “Memang seni bela diri ini diciptakan oleh seorang biksu wanita. Tapi bukan berarti bela dirinya khusus untuk perempuan saja,” ungkapnya.

Selain itu, gerakan- gerakan wing chun juga dapat meningkatkan tenaga dalam yang dapat membantu merekonstruksi kembali sel-sel tubuh yang lemah. Berlatih wing chun dengan intens juga dapat berdampak positif bagi kesehatan mental. Sebab, seni bela diri ini bisa mengurangi stres dan meningkatkan kekuatan pikiran.

Jurnalis : Dian Cahyani

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak orang mengatakan bahwa seni bela diri wing chun cocok untuk perempuan. Sebab, gerakannya praktis, efisien, dan efektif untuk melawan orang yang memiliki kekuatan dan postur badan yang lebih besar. Salah satu pelatih seni bela diri wing chun, Senki Desta Galuh mengungkapkan, wing chun merupakan olahraga yang tidak melawan kekuatan dengan kekuatan. Sehingga dapat digunakan dalam kehidupan sehari- hari.

Laki-laki yang akrab disapa Desta mengungkapkan, gerakan wing chun mengikuti energi lawan, dan lebih banyak mengandalkan kecepatan, distract, lalu lari untuk menyelamatkan diri. Pada praktiknya, teknik dan jurus mempelajari wing chun lebih mudah dipelajari oleh perempuan. Dengan berlatih wing chun, akan tumbuh sikap tidak keras kepala, fleksibel, tanggap, dan memiliki kemampuan memecahkan masalah.

Sebab, menurut Desta, perempuan lebih dapat mengendalikan emosi dan memiliki pergerakan yang luwes. Gerakan dalam olahraga ini lebih banyak melatih wanita untuk mempertahankan diri saat berhadapan dalam jarak dekat dengan lawan. Terutama lewat pukulan gabungan dan fleksibel memberikan cedera bagi penyerang. “Memang kalau belajar lebih cepat perempuan yang bisa,” kata Desta.

Mobile_AP_Half Page

Namun, dalam praktiknya, bukan berarti seni bela diri wing chun hanya khusus diperuntukkan kaum perempuan. Sebab, menurut Desta, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini dibuktikan dengan jumlah murid yang belajar wing chun. “Jumlah anak-anak yang latihan (anggota, Red) antara laki-laki dan perempuan itu hampir seimbang,” ucapnya.

Desta menambahkan, tidak ada juga pembeda antara jurus yang dipelajari anggota laki-laki dan perempuan. “Memang seni bela diri ini diciptakan oleh seorang biksu wanita. Tapi bukan berarti bela dirinya khusus untuk perempuan saja,” ungkapnya.

Selain itu, gerakan- gerakan wing chun juga dapat meningkatkan tenaga dalam yang dapat membantu merekonstruksi kembali sel-sel tubuh yang lemah. Berlatih wing chun dengan intens juga dapat berdampak positif bagi kesehatan mental. Sebab, seni bela diri ini bisa mengurangi stres dan meningkatkan kekuatan pikiran.

Jurnalis : Dian Cahyani

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak orang mengatakan bahwa seni bela diri wing chun cocok untuk perempuan. Sebab, gerakannya praktis, efisien, dan efektif untuk melawan orang yang memiliki kekuatan dan postur badan yang lebih besar. Salah satu pelatih seni bela diri wing chun, Senki Desta Galuh mengungkapkan, wing chun merupakan olahraga yang tidak melawan kekuatan dengan kekuatan. Sehingga dapat digunakan dalam kehidupan sehari- hari.

Laki-laki yang akrab disapa Desta mengungkapkan, gerakan wing chun mengikuti energi lawan, dan lebih banyak mengandalkan kecepatan, distract, lalu lari untuk menyelamatkan diri. Pada praktiknya, teknik dan jurus mempelajari wing chun lebih mudah dipelajari oleh perempuan. Dengan berlatih wing chun, akan tumbuh sikap tidak keras kepala, fleksibel, tanggap, dan memiliki kemampuan memecahkan masalah.

Sebab, menurut Desta, perempuan lebih dapat mengendalikan emosi dan memiliki pergerakan yang luwes. Gerakan dalam olahraga ini lebih banyak melatih wanita untuk mempertahankan diri saat berhadapan dalam jarak dekat dengan lawan. Terutama lewat pukulan gabungan dan fleksibel memberikan cedera bagi penyerang. “Memang kalau belajar lebih cepat perempuan yang bisa,” kata Desta.

Namun, dalam praktiknya, bukan berarti seni bela diri wing chun hanya khusus diperuntukkan kaum perempuan. Sebab, menurut Desta, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini dibuktikan dengan jumlah murid yang belajar wing chun. “Jumlah anak-anak yang latihan (anggota, Red) antara laki-laki dan perempuan itu hampir seimbang,” ucapnya.

Desta menambahkan, tidak ada juga pembeda antara jurus yang dipelajari anggota laki-laki dan perempuan. “Memang seni bela diri ini diciptakan oleh seorang biksu wanita. Tapi bukan berarti bela dirinya khusus untuk perempuan saja,” ungkapnya.

Selain itu, gerakan- gerakan wing chun juga dapat meningkatkan tenaga dalam yang dapat membantu merekonstruksi kembali sel-sel tubuh yang lemah. Berlatih wing chun dengan intens juga dapat berdampak positif bagi kesehatan mental. Sebab, seni bela diri ini bisa mengurangi stres dan meningkatkan kekuatan pikiran.

Jurnalis : Dian Cahyani

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2