30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Ular Sanca Bodo Kelihatannya Ganas tapi Jinak

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ular menjadi jenis hewan yang selalu dianggap menyeramkan. Tak jarang orang ketakutan ketika tiba-tiba melihat ular di depan mata. Namun, berbeda dengan Firman Widya Pratama, warga Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung, Lumajang ini justru memelihara ular sanca bodo di rumahnya.

Ular Sanca Bodo Sering Disewa untuk Pertunjukan

Sore itu, rumah yang terletak di sebelah timur kantor Desa Dawuhan Wetan ini lumayan sepi. Hanya tampak pemilik rumah, Firman dan kawannya  sedang membersihkan kandang ular piton di depan rumahnya. “Kebetulan sekarang jadwalnya kasih makan, sekalian kandangnya juga ikut dibersihkan,” ucap Firman.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari sejumlah ular piton yang dimilikinya, tersisa beberapa ekor yang dirawat sendiri di rumah, yaitu jenis molurus dengan motif granit het albino. Sedangkan, sebagian lainnya dititipkan di rumah saudaranya. Firman mengatakan, jenis ular yang dipeliharanya tersebut bukan termasuk kategori hewan yang dilindungi negara.

“Ular sanca itu ada dua, satunya sering ditemui masyarakat piton jenis reticulatus. Nah ular ini yang dilindungi oleh negara. Kalau punya saya nama latinnya sanca bodo atau molurus. Nah jenis molurus sendiri sebetulnya juga dilindungi oleh negara. Tetapi kalau yang saya punya ini hasil ternakan dan budidaya,” jelasnya.

Hobi lelaki yang berusia 24 tahun tersebut sejak duduk di bangku SMP silam. Saat itu cukup banyak hewan ekstrem yang dipeliharanya di rumah. Seperti biawak maupun beragam jenis ular lainnya. Lalu seiring bertambahnya usia, Firman hanya memilih untuk memelihara beberapa ular piton. Karena dia menganggap perawatannya tergolong mudah.

“Kalau albino secara tidak langsung orang menebaknya pasti jenis ular yang jinak. Nah punya saya ini kan kelihatannya ganas. Tetapi kalau dipegang ya jinak. Tetapi peganya harus benar, ada caranya,” kata Firman.

Menurutnya, pemberian pakan pada hewan ular tidak setiap hari. Tetapi seminggu sekali. Itu pun bisa cukup dikasih tikus putih ukuran kecil atau anak ayam. Bahkan, kalau ular tersebut telah mencapai ukuran panjang dua meter hingga lebih, pemberian pakannya bisa sebulan sekali. Namun, pemberian pakannya satu ekor ayam.

“Kelihatannya memang perawatannya itu ribet dan mahal. Padahal enggak, ular itu tidak makan setiap hari. Perawatannya hanya bersih-bersih kandang saat kasih pakan. Itu seminggu sekali. Tetapi saya sediakan pakannya sebanyak satu box anakan ayam. Nah itu cukup untuk satu bulan lah,” pungkasnya.(son/bud)

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ular menjadi jenis hewan yang selalu dianggap menyeramkan. Tak jarang orang ketakutan ketika tiba-tiba melihat ular di depan mata. Namun, berbeda dengan Firman Widya Pratama, warga Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung, Lumajang ini justru memelihara ular sanca bodo di rumahnya.

Ular Sanca Bodo Sering Disewa untuk Pertunjukan

Sore itu, rumah yang terletak di sebelah timur kantor Desa Dawuhan Wetan ini lumayan sepi. Hanya tampak pemilik rumah, Firman dan kawannya  sedang membersihkan kandang ular piton di depan rumahnya. “Kebetulan sekarang jadwalnya kasih makan, sekalian kandangnya juga ikut dibersihkan,” ucap Firman.

Dari sejumlah ular piton yang dimilikinya, tersisa beberapa ekor yang dirawat sendiri di rumah, yaitu jenis molurus dengan motif granit het albino. Sedangkan, sebagian lainnya dititipkan di rumah saudaranya. Firman mengatakan, jenis ular yang dipeliharanya tersebut bukan termasuk kategori hewan yang dilindungi negara.

“Ular sanca itu ada dua, satunya sering ditemui masyarakat piton jenis reticulatus. Nah ular ini yang dilindungi oleh negara. Kalau punya saya nama latinnya sanca bodo atau molurus. Nah jenis molurus sendiri sebetulnya juga dilindungi oleh negara. Tetapi kalau yang saya punya ini hasil ternakan dan budidaya,” jelasnya.

Hobi lelaki yang berusia 24 tahun tersebut sejak duduk di bangku SMP silam. Saat itu cukup banyak hewan ekstrem yang dipeliharanya di rumah. Seperti biawak maupun beragam jenis ular lainnya. Lalu seiring bertambahnya usia, Firman hanya memilih untuk memelihara beberapa ular piton. Karena dia menganggap perawatannya tergolong mudah.

“Kalau albino secara tidak langsung orang menebaknya pasti jenis ular yang jinak. Nah punya saya ini kan kelihatannya ganas. Tetapi kalau dipegang ya jinak. Tetapi peganya harus benar, ada caranya,” kata Firman.

Menurutnya, pemberian pakan pada hewan ular tidak setiap hari. Tetapi seminggu sekali. Itu pun bisa cukup dikasih tikus putih ukuran kecil atau anak ayam. Bahkan, kalau ular tersebut telah mencapai ukuran panjang dua meter hingga lebih, pemberian pakannya bisa sebulan sekali. Namun, pemberian pakannya satu ekor ayam.

“Kelihatannya memang perawatannya itu ribet dan mahal. Padahal enggak, ular itu tidak makan setiap hari. Perawatannya hanya bersih-bersih kandang saat kasih pakan. Itu seminggu sekali. Tetapi saya sediakan pakannya sebanyak satu box anakan ayam. Nah itu cukup untuk satu bulan lah,” pungkasnya.(son/bud)

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ular menjadi jenis hewan yang selalu dianggap menyeramkan. Tak jarang orang ketakutan ketika tiba-tiba melihat ular di depan mata. Namun, berbeda dengan Firman Widya Pratama, warga Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung, Lumajang ini justru memelihara ular sanca bodo di rumahnya.

Ular Sanca Bodo Sering Disewa untuk Pertunjukan

Sore itu, rumah yang terletak di sebelah timur kantor Desa Dawuhan Wetan ini lumayan sepi. Hanya tampak pemilik rumah, Firman dan kawannya  sedang membersihkan kandang ular piton di depan rumahnya. “Kebetulan sekarang jadwalnya kasih makan, sekalian kandangnya juga ikut dibersihkan,” ucap Firman.

Dari sejumlah ular piton yang dimilikinya, tersisa beberapa ekor yang dirawat sendiri di rumah, yaitu jenis molurus dengan motif granit het albino. Sedangkan, sebagian lainnya dititipkan di rumah saudaranya. Firman mengatakan, jenis ular yang dipeliharanya tersebut bukan termasuk kategori hewan yang dilindungi negara.

“Ular sanca itu ada dua, satunya sering ditemui masyarakat piton jenis reticulatus. Nah ular ini yang dilindungi oleh negara. Kalau punya saya nama latinnya sanca bodo atau molurus. Nah jenis molurus sendiri sebetulnya juga dilindungi oleh negara. Tetapi kalau yang saya punya ini hasil ternakan dan budidaya,” jelasnya.

Hobi lelaki yang berusia 24 tahun tersebut sejak duduk di bangku SMP silam. Saat itu cukup banyak hewan ekstrem yang dipeliharanya di rumah. Seperti biawak maupun beragam jenis ular lainnya. Lalu seiring bertambahnya usia, Firman hanya memilih untuk memelihara beberapa ular piton. Karena dia menganggap perawatannya tergolong mudah.

“Kalau albino secara tidak langsung orang menebaknya pasti jenis ular yang jinak. Nah punya saya ini kan kelihatannya ganas. Tetapi kalau dipegang ya jinak. Tetapi peganya harus benar, ada caranya,” kata Firman.

Menurutnya, pemberian pakan pada hewan ular tidak setiap hari. Tetapi seminggu sekali. Itu pun bisa cukup dikasih tikus putih ukuran kecil atau anak ayam. Bahkan, kalau ular tersebut telah mencapai ukuran panjang dua meter hingga lebih, pemberian pakannya bisa sebulan sekali. Namun, pemberian pakannya satu ekor ayam.

“Kelihatannya memang perawatannya itu ribet dan mahal. Padahal enggak, ular itu tidak makan setiap hari. Perawatannya hanya bersih-bersih kandang saat kasih pakan. Itu seminggu sekali. Tetapi saya sediakan pakannya sebanyak satu box anakan ayam. Nah itu cukup untuk satu bulan lah,” pungkasnya.(son/bud)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/