alexametrics
23.6 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Masih Seperti Abad Ke-20

Menengok pengolahan karet sejak tahun 1900-an Kabupaten Jember masih memiliki banyak peninggalan zaman kolonial Belanda. Salah satunya adalah Pabrik Karet Glantangan di Dusun Glantangan, Desa/Kecamatan Tempurejo.

Mobile_AP_Rectangle 1

Inilah gambaran suasana pengolahan karet di Pabrik Karet Glantangan, yang usianya sudah lebih dari satu abad. Berdasarkan catatan sejarah yang dihimpun Holding Perkebunan Nusantara III Persero, Manajer Kebun Glantangan Hastudy Yunarko menerangkan bahwa pada tahun 1919 hingga 1957, Kebun Glantangan, termasuk Pabrik Karet Glantangan, merupakan satu di antara dua kebun yang dikelola oleh pengusaha NV. Mij Tot Exploitatie der Verenigde Mayanglanden. “Sementara itu, satunya adalah Kebun Wonojati,” ujarnya.

Pada 1957-1968, dia menuturkan bahwa kebun tersebut dikelola oleh direksi Perkebunan Karet Negara baru yakni PPN Karet XVI. Selanjutnya, perubahan demi perubahan pun silih berganti. Yakni, PPN Karet XVI berubah menjadi PNP XXVI pada 1968-1971, berubah status menjadi PTP XXVI (PERSERO) pada 1972 hingga 1996, menjadi Kebun Glantangan yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara XII pada 1996 sampai 2014, hingga dibentuk menjadi Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) menjadi induk perusahaan pada 2014 hingga sekarang berdasar Peraturan Pemerintah RI Nomor 72 Tahun 2014.

Jurnalis: Isnein Purnomo
Fotografer: Isnein Purnomo
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Inilah gambaran suasana pengolahan karet di Pabrik Karet Glantangan, yang usianya sudah lebih dari satu abad. Berdasarkan catatan sejarah yang dihimpun Holding Perkebunan Nusantara III Persero, Manajer Kebun Glantangan Hastudy Yunarko menerangkan bahwa pada tahun 1919 hingga 1957, Kebun Glantangan, termasuk Pabrik Karet Glantangan, merupakan satu di antara dua kebun yang dikelola oleh pengusaha NV. Mij Tot Exploitatie der Verenigde Mayanglanden. “Sementara itu, satunya adalah Kebun Wonojati,” ujarnya.

Pada 1957-1968, dia menuturkan bahwa kebun tersebut dikelola oleh direksi Perkebunan Karet Negara baru yakni PPN Karet XVI. Selanjutnya, perubahan demi perubahan pun silih berganti. Yakni, PPN Karet XVI berubah menjadi PNP XXVI pada 1968-1971, berubah status menjadi PTP XXVI (PERSERO) pada 1972 hingga 1996, menjadi Kebun Glantangan yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara XII pada 1996 sampai 2014, hingga dibentuk menjadi Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) menjadi induk perusahaan pada 2014 hingga sekarang berdasar Peraturan Pemerintah RI Nomor 72 Tahun 2014.

Jurnalis: Isnein Purnomo
Fotografer: Isnein Purnomo
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

Inilah gambaran suasana pengolahan karet di Pabrik Karet Glantangan, yang usianya sudah lebih dari satu abad. Berdasarkan catatan sejarah yang dihimpun Holding Perkebunan Nusantara III Persero, Manajer Kebun Glantangan Hastudy Yunarko menerangkan bahwa pada tahun 1919 hingga 1957, Kebun Glantangan, termasuk Pabrik Karet Glantangan, merupakan satu di antara dua kebun yang dikelola oleh pengusaha NV. Mij Tot Exploitatie der Verenigde Mayanglanden. “Sementara itu, satunya adalah Kebun Wonojati,” ujarnya.

Pada 1957-1968, dia menuturkan bahwa kebun tersebut dikelola oleh direksi Perkebunan Karet Negara baru yakni PPN Karet XVI. Selanjutnya, perubahan demi perubahan pun silih berganti. Yakni, PPN Karet XVI berubah menjadi PNP XXVI pada 1968-1971, berubah status menjadi PTP XXVI (PERSERO) pada 1972 hingga 1996, menjadi Kebun Glantangan yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara XII pada 1996 sampai 2014, hingga dibentuk menjadi Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) menjadi induk perusahaan pada 2014 hingga sekarang berdasar Peraturan Pemerintah RI Nomor 72 Tahun 2014.

Jurnalis: Isnein Purnomo
Fotografer: Isnein Purnomo
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Longsor di Sepanjang Piket Nol

Wajib Pantau Rekanan Lelet

Bantah Truk Over Kapasitas

/