alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Jadi Jujukan Peneliti hingga Turis Mancanegara

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi masyarakat Jember yang hendak berkunjung ke Pabrik Karet Glantangan di Dusun Glantangan, Desa/Kecamatan Tempurejo, bisa menggunakan kendaraan roda dua ataupun empat. Jalan yang dilalui juga tergolong mudah. Selain bisa mengikuti petunjuk arah dengan menggunakan peta di smartphone, juga bisa dengan menggunakan bantuan warga sekitar untuk meminta informasi terkait arah, karena pasti banyak yang tahu. Selain itu, lokasi pabrik juga tepat di pinggir jalan, sehingga setiap pengunjung tidak akan tersesat.

Lalu, apakah setiap orang bisa dengan mudah memasuki pabrik untuk melihat proses pengolahan karet? Manajer Pabrik Karet Glantangan Hastudy Yunarko menerangkan, kalau hanya ingin mengetahui proses pengolahan karet, siapa pun bisa langsung datang. “Nanti, ada petugas yang akan menjelaskan proses pengolahan mulai hulu hingga hilir,” paparnya.

Namun, jika kepentingannya untuk riset atau penelitian, diimbau untuk menyertakan dokumen atau proposal pengajuan penelitian. Selama ini, lanjutnya, banyak mahasiswa yang mengajukan proposal di Pabrik Karet Glantangan itu. Mulai dari mahasiswa jurusan pertanian, teknik, hingga jurusan sastra. Namun, yang tak kalah menarik adalah kunjungan wisatawan dari mancanegara.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pernah beberapa kali, ada turis dari Belanda,” ungkapnya. Saat berkunjung ke pabrik, pria yang akrab disapa Koko ini menerangkan bahwa turis tersebut malah menyingkap kenangan lama dengan menceritakan kepada anak cucunya bahwa dia dulu pernah tumbuh besar bersama orang tuanya di pabrik itu. “Dulu ayah waktu kecil pernah tinggal di sini (pabrik karet, Red) bersama kakek dan nenek lho,” ucapnya menirukan gaya salah seorang turis asal Belanda tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi masyarakat Jember yang hendak berkunjung ke Pabrik Karet Glantangan di Dusun Glantangan, Desa/Kecamatan Tempurejo, bisa menggunakan kendaraan roda dua ataupun empat. Jalan yang dilalui juga tergolong mudah. Selain bisa mengikuti petunjuk arah dengan menggunakan peta di smartphone, juga bisa dengan menggunakan bantuan warga sekitar untuk meminta informasi terkait arah, karena pasti banyak yang tahu. Selain itu, lokasi pabrik juga tepat di pinggir jalan, sehingga setiap pengunjung tidak akan tersesat.

Lalu, apakah setiap orang bisa dengan mudah memasuki pabrik untuk melihat proses pengolahan karet? Manajer Pabrik Karet Glantangan Hastudy Yunarko menerangkan, kalau hanya ingin mengetahui proses pengolahan karet, siapa pun bisa langsung datang. “Nanti, ada petugas yang akan menjelaskan proses pengolahan mulai hulu hingga hilir,” paparnya.

Namun, jika kepentingannya untuk riset atau penelitian, diimbau untuk menyertakan dokumen atau proposal pengajuan penelitian. Selama ini, lanjutnya, banyak mahasiswa yang mengajukan proposal di Pabrik Karet Glantangan itu. Mulai dari mahasiswa jurusan pertanian, teknik, hingga jurusan sastra. Namun, yang tak kalah menarik adalah kunjungan wisatawan dari mancanegara.

“Pernah beberapa kali, ada turis dari Belanda,” ungkapnya. Saat berkunjung ke pabrik, pria yang akrab disapa Koko ini menerangkan bahwa turis tersebut malah menyingkap kenangan lama dengan menceritakan kepada anak cucunya bahwa dia dulu pernah tumbuh besar bersama orang tuanya di pabrik itu. “Dulu ayah waktu kecil pernah tinggal di sini (pabrik karet, Red) bersama kakek dan nenek lho,” ucapnya menirukan gaya salah seorang turis asal Belanda tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi masyarakat Jember yang hendak berkunjung ke Pabrik Karet Glantangan di Dusun Glantangan, Desa/Kecamatan Tempurejo, bisa menggunakan kendaraan roda dua ataupun empat. Jalan yang dilalui juga tergolong mudah. Selain bisa mengikuti petunjuk arah dengan menggunakan peta di smartphone, juga bisa dengan menggunakan bantuan warga sekitar untuk meminta informasi terkait arah, karena pasti banyak yang tahu. Selain itu, lokasi pabrik juga tepat di pinggir jalan, sehingga setiap pengunjung tidak akan tersesat.

Lalu, apakah setiap orang bisa dengan mudah memasuki pabrik untuk melihat proses pengolahan karet? Manajer Pabrik Karet Glantangan Hastudy Yunarko menerangkan, kalau hanya ingin mengetahui proses pengolahan karet, siapa pun bisa langsung datang. “Nanti, ada petugas yang akan menjelaskan proses pengolahan mulai hulu hingga hilir,” paparnya.

Namun, jika kepentingannya untuk riset atau penelitian, diimbau untuk menyertakan dokumen atau proposal pengajuan penelitian. Selama ini, lanjutnya, banyak mahasiswa yang mengajukan proposal di Pabrik Karet Glantangan itu. Mulai dari mahasiswa jurusan pertanian, teknik, hingga jurusan sastra. Namun, yang tak kalah menarik adalah kunjungan wisatawan dari mancanegara.

“Pernah beberapa kali, ada turis dari Belanda,” ungkapnya. Saat berkunjung ke pabrik, pria yang akrab disapa Koko ini menerangkan bahwa turis tersebut malah menyingkap kenangan lama dengan menceritakan kepada anak cucunya bahwa dia dulu pernah tumbuh besar bersama orang tuanya di pabrik itu. “Dulu ayah waktu kecil pernah tinggal di sini (pabrik karet, Red) bersama kakek dan nenek lho,” ucapnya menirukan gaya salah seorang turis asal Belanda tersebut.

Previous articleMasih Seperti Abad Ke-20
Next articleSelamatkan Persid

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/