alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Diasap dengan Batok Kelapa

Proses Masak yang Lama Terbayar dengan Rasa Berbeda dengan ikan bakar, menyantap menu ikan asap tentu memberikan sensasi yang berbeda. Meski waktu memasaknya cukup lama, namun terbayar dengan rasa yang luar biasa.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepulan asap di pinggir Jalan Arowana menebarkan aroma yang cukup khas. Bisa jadi, orang yang menghirupnya akan merasa lapar. Apalagi, setelah mengetahui jika itu berasal dari beberapa jenis ikan asap yang diolah.

Ikan asap yang dijual di sekitar garasi bus Akas, Kelurahan Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates, itu cukup spesial. Ada jenis ikan pe, ikan asap tongkol, motobelo, dan salem. “Paling enak menurut saya ikan asap barakuda, kebetulan habis,” kata Donni Suhendar, sang pemilik warung, sambil menata beberapa ikan.

Pria yang tinggal di Tegal Besar tetapi berjualan di sekitar garasi bus Akas itu mengungkap, proses pengasapan ikan sangat ditentukan oleh bahan bakunya. Yaitu bahan yang akan dijadikan arang atau sumber asap. “Paling baik pengasapan pakai kayu manis. Tetapi, tidak kami lakukan karena kalah di ongkos,” ulasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sumber asap yang menduduki posisi kedua, menurutnya, adalah batok kelapa. Bahan inilah yang dia pakai. Dengan menggunakan batok kelapa, maka hasil ikannya akan memancarkan warga kekuningan. “Beda dengan bonggol jagung, hasilnya akan lebih hitam,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepulan asap di pinggir Jalan Arowana menebarkan aroma yang cukup khas. Bisa jadi, orang yang menghirupnya akan merasa lapar. Apalagi, setelah mengetahui jika itu berasal dari beberapa jenis ikan asap yang diolah.

Ikan asap yang dijual di sekitar garasi bus Akas, Kelurahan Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates, itu cukup spesial. Ada jenis ikan pe, ikan asap tongkol, motobelo, dan salem. “Paling enak menurut saya ikan asap barakuda, kebetulan habis,” kata Donni Suhendar, sang pemilik warung, sambil menata beberapa ikan.

Pria yang tinggal di Tegal Besar tetapi berjualan di sekitar garasi bus Akas itu mengungkap, proses pengasapan ikan sangat ditentukan oleh bahan bakunya. Yaitu bahan yang akan dijadikan arang atau sumber asap. “Paling baik pengasapan pakai kayu manis. Tetapi, tidak kami lakukan karena kalah di ongkos,” ulasnya.

Sumber asap yang menduduki posisi kedua, menurutnya, adalah batok kelapa. Bahan inilah yang dia pakai. Dengan menggunakan batok kelapa, maka hasil ikannya akan memancarkan warga kekuningan. “Beda dengan bonggol jagung, hasilnya akan lebih hitam,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepulan asap di pinggir Jalan Arowana menebarkan aroma yang cukup khas. Bisa jadi, orang yang menghirupnya akan merasa lapar. Apalagi, setelah mengetahui jika itu berasal dari beberapa jenis ikan asap yang diolah.

Ikan asap yang dijual di sekitar garasi bus Akas, Kelurahan Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates, itu cukup spesial. Ada jenis ikan pe, ikan asap tongkol, motobelo, dan salem. “Paling enak menurut saya ikan asap barakuda, kebetulan habis,” kata Donni Suhendar, sang pemilik warung, sambil menata beberapa ikan.

Pria yang tinggal di Tegal Besar tetapi berjualan di sekitar garasi bus Akas itu mengungkap, proses pengasapan ikan sangat ditentukan oleh bahan bakunya. Yaitu bahan yang akan dijadikan arang atau sumber asap. “Paling baik pengasapan pakai kayu manis. Tetapi, tidak kami lakukan karena kalah di ongkos,” ulasnya.

Sumber asap yang menduduki posisi kedua, menurutnya, adalah batok kelapa. Bahan inilah yang dia pakai. Dengan menggunakan batok kelapa, maka hasil ikannya akan memancarkan warga kekuningan. “Beda dengan bonggol jagung, hasilnya akan lebih hitam,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/