Uniknya Pantonim Isyarat Ekspresi Wajah

Baca juga: Pantonim Itu Ada Edukasi dan Pesan Moralnya Lho !
Dani menjelaskan, bedanya dengan seni teater, gerakan dari pantomim sendiri membawakan alur cerita tanpa menggunakan vokal atau bersuara. Hal ini yang membuat pantomim menjadi lebih mudah dipelajari. Baik secara individu, solo, ataupun berkelompok. “Kalau main peran seperti teater, harus menghafal naskah, kalau pantomim tidak. Jadi seniman pantomim bisa benar-benar mengekspresikan dirinya,” imbuh Dani.
Belajar pantomim juga terbilang sederhana. Dari awal, penekanan pada kemampuan mengolah atau mengontrol ekspresi wajah. Sebab dasar pantomim ada di ekspresi wajah itu. Baru kemudian, melatih olah gerakan fisik dan kemampuan tambahan lainnya.
Biasanya, seniman pantomim menggunakan make up putih, dengan kostum bawah hitam dan atas putih. Pemilihan kostum dan make up seperti itu dimaksudkan untuk mempermudah penonton menangkap detail pesan dan makna di balik gerakan seniman pantomim. “Sebenarnya tidak harus pakem seperti itu. Bisa tematik, artinya menyesuaikan dengan tema cerita yang dibawa seniman pantomim,” tambah pelatih Ekskul Teater di SMAN Pakusari ini.
Di Jember sendiri, kata Dani, keberadaan pantomim sudah cukup lama. Bahkan sejak dirinya melatih pantomim ke anak-anak tahun 2014 lalu, pantomim sudah ada dan berkembang. Bahkan di Jember pula, pantomim kerap diperlombakan. “Biasanya diadakan oleh dinas pendidikan Jember untuk tingkat anak-anak sekolah dasar,” tukasnya.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: DANI HENDARTO FOR RADAR JEMBER