alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Pantonim Itu Ada Edukasi dan Pesan Moralnya Lho !

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seni peran yang satu ini tidak hanya unik. Selain menghibur, pantomim juga sarat nilai pendidikan dan pesan moral. Apalagi jika seniman pantomim dilakukan oleh anak-anak, mereka akan terlatih untuk terbiasa berpikir kreatif.

Baca Juga: Jengkel Ibunya Dimarahi, Pesilat di Jember Tendang Paman Sendiri hingga KO
Dani Hendarto, pelatih pantomim asal Kecamatan Pakusari mengakui demikian. Menurut dia, pantomim bisa melatih kepekaan dan nalar kreativitas anak-anak dengan berbagai tema-tema yang mereka bawakan. “Ketika mereka sudah bisa mengontrol ekspresi wajahnya, mereka berimajinasi dengan memainkan perannya itu. Dari situ nalar kreatifitasnya terasah,” kata pria yang juga guru di SDN 02 Sumberpinang, Kecamatan Pakusari ini.
Pantomim itu juga dinilai lebih mudah dalam menyampaikan pesan-pesan moral melalui tema-tema cerita yang dibawakan. Misalnya tentang kegotongroyongan, kemanusiaan, tentang sejarah, dan lain sebagainya.Dani Hendarto menambahkan, sebenarnya ada pesan lain yang coba disampaikan oleh seniman pantomim ini. Yakni tentang sekelompok orang yang memiliki keterbatasan fisik, khususnya dalam hal berbicara. Sehingga mereka hanya bisa menggunakan bahasa isyarat. “Singkatnya, ini seni yang menghibur, mengedukasi, menyampaikan pesan, dengan cara gerakan tanpa suara,” tukasnya Dani.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: DANI HENDARTO FOR RADAR JEMBER

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seni peran yang satu ini tidak hanya unik. Selain menghibur, pantomim juga sarat nilai pendidikan dan pesan moral. Apalagi jika seniman pantomim dilakukan oleh anak-anak, mereka akan terlatih untuk terbiasa berpikir kreatif.

Baca Juga: Jengkel Ibunya Dimarahi, Pesilat di Jember Tendang Paman Sendiri hingga KO
Dani Hendarto, pelatih pantomim asal Kecamatan Pakusari mengakui demikian. Menurut dia, pantomim bisa melatih kepekaan dan nalar kreativitas anak-anak dengan berbagai tema-tema yang mereka bawakan. “Ketika mereka sudah bisa mengontrol ekspresi wajahnya, mereka berimajinasi dengan memainkan perannya itu. Dari situ nalar kreatifitasnya terasah,” kata pria yang juga guru di SDN 02 Sumberpinang, Kecamatan Pakusari ini.
Pantomim itu juga dinilai lebih mudah dalam menyampaikan pesan-pesan moral melalui tema-tema cerita yang dibawakan. Misalnya tentang kegotongroyongan, kemanusiaan, tentang sejarah, dan lain sebagainya.Dani Hendarto menambahkan, sebenarnya ada pesan lain yang coba disampaikan oleh seniman pantomim ini. Yakni tentang sekelompok orang yang memiliki keterbatasan fisik, khususnya dalam hal berbicara. Sehingga mereka hanya bisa menggunakan bahasa isyarat. “Singkatnya, ini seni yang menghibur, mengedukasi, menyampaikan pesan, dengan cara gerakan tanpa suara,” tukasnya Dani.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: DANI HENDARTO FOR RADAR JEMBER

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seni peran yang satu ini tidak hanya unik. Selain menghibur, pantomim juga sarat nilai pendidikan dan pesan moral. Apalagi jika seniman pantomim dilakukan oleh anak-anak, mereka akan terlatih untuk terbiasa berpikir kreatif.

Baca Juga: Jengkel Ibunya Dimarahi, Pesilat di Jember Tendang Paman Sendiri hingga KO
Dani Hendarto, pelatih pantomim asal Kecamatan Pakusari mengakui demikian. Menurut dia, pantomim bisa melatih kepekaan dan nalar kreativitas anak-anak dengan berbagai tema-tema yang mereka bawakan. “Ketika mereka sudah bisa mengontrol ekspresi wajahnya, mereka berimajinasi dengan memainkan perannya itu. Dari situ nalar kreatifitasnya terasah,” kata pria yang juga guru di SDN 02 Sumberpinang, Kecamatan Pakusari ini.
Pantomim itu juga dinilai lebih mudah dalam menyampaikan pesan-pesan moral melalui tema-tema cerita yang dibawakan. Misalnya tentang kegotongroyongan, kemanusiaan, tentang sejarah, dan lain sebagainya.Dani Hendarto menambahkan, sebenarnya ada pesan lain yang coba disampaikan oleh seniman pantomim ini. Yakni tentang sekelompok orang yang memiliki keterbatasan fisik, khususnya dalam hal berbicara. Sehingga mereka hanya bisa menggunakan bahasa isyarat. “Singkatnya, ini seni yang menghibur, mengedukasi, menyampaikan pesan, dengan cara gerakan tanpa suara,” tukasnya Dani.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: DANI HENDARTO FOR RADAR JEMBER

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/