alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Masih Banyak yang Dikelola secara Swadaya

Sumbangan Pariwisata ke PAD Minim

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Potensi pariwisata di Jember sebenarnya cukup melimpah. Namun, tak bisa optimal selama pandemi merebak. Tak sedikit pelaku sektor pariwisata yang kelimpungan kembang-kempis dari terjangan pandemi karena sepinya pengunjung.

Padahal, sejatinya pariwisata ikut menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) dengan nominal cukup besar. Namun, sejak kondisi pandemi, sumbangan pariwisata ke PAD dinilai kurang optimal. Salah satunya karena masih ada kawasan pariwisata yang belum dikelola pemkab.

Seperti keberadaan wisata Gunung Pasang Boma di Desa Suci, Kecamatan Panti. Wisata yang mengandalkan keindahan alam dari ketinggian itu dikelola secara swadaya dengan masyarakat sekitar. Hal itu jelas belum masuk ke PAD. “Kalau asetnya milik PDP Kahyangan Jember, tapi khusus pengelolaan wisatanya mengandalkan kemitraan dengan warga sekitar lokasi ini, yang tak lain pekerja perkebunan,” ujar Heriyadi, koordinator keamanan tempat wisata.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain kawasan Gunung Pasang Boma, sejumlah lokasi wisata lain pun dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis). Seperti Pantai Payangan yang berada di Kecamatan Ambulu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Potensi pariwisata di Jember sebenarnya cukup melimpah. Namun, tak bisa optimal selama pandemi merebak. Tak sedikit pelaku sektor pariwisata yang kelimpungan kembang-kempis dari terjangan pandemi karena sepinya pengunjung.

Padahal, sejatinya pariwisata ikut menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) dengan nominal cukup besar. Namun, sejak kondisi pandemi, sumbangan pariwisata ke PAD dinilai kurang optimal. Salah satunya karena masih ada kawasan pariwisata yang belum dikelola pemkab.

Seperti keberadaan wisata Gunung Pasang Boma di Desa Suci, Kecamatan Panti. Wisata yang mengandalkan keindahan alam dari ketinggian itu dikelola secara swadaya dengan masyarakat sekitar. Hal itu jelas belum masuk ke PAD. “Kalau asetnya milik PDP Kahyangan Jember, tapi khusus pengelolaan wisatanya mengandalkan kemitraan dengan warga sekitar lokasi ini, yang tak lain pekerja perkebunan,” ujar Heriyadi, koordinator keamanan tempat wisata.

Selain kawasan Gunung Pasang Boma, sejumlah lokasi wisata lain pun dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis). Seperti Pantai Payangan yang berada di Kecamatan Ambulu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Potensi pariwisata di Jember sebenarnya cukup melimpah. Namun, tak bisa optimal selama pandemi merebak. Tak sedikit pelaku sektor pariwisata yang kelimpungan kembang-kempis dari terjangan pandemi karena sepinya pengunjung.

Padahal, sejatinya pariwisata ikut menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) dengan nominal cukup besar. Namun, sejak kondisi pandemi, sumbangan pariwisata ke PAD dinilai kurang optimal. Salah satunya karena masih ada kawasan pariwisata yang belum dikelola pemkab.

Seperti keberadaan wisata Gunung Pasang Boma di Desa Suci, Kecamatan Panti. Wisata yang mengandalkan keindahan alam dari ketinggian itu dikelola secara swadaya dengan masyarakat sekitar. Hal itu jelas belum masuk ke PAD. “Kalau asetnya milik PDP Kahyangan Jember, tapi khusus pengelolaan wisatanya mengandalkan kemitraan dengan warga sekitar lokasi ini, yang tak lain pekerja perkebunan,” ujar Heriyadi, koordinator keamanan tempat wisata.

Selain kawasan Gunung Pasang Boma, sejumlah lokasi wisata lain pun dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis). Seperti Pantai Payangan yang berada di Kecamatan Ambulu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/