alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Terhanyut Suara Denting Mendayu Alat Musik Sape

Belum begitu banyak orang yang dapat bermain sape di Kabupaten Jember. Bisa jadi, cukup dihitung dengan jari. Alat musik tradisional tersebut terdengar sendu, mendayu-dayu, dan menghanyutkan.

Mobile_AP_Rectangle 1

Saat bergabung bersama Linkrafin, Kelik menyebut, hal paling sulit untuk dilakukan yaitu kombinasi antara musik tradisional dengan modern. Di mana sape merupakan alat musik khas yang dulunya hanya dipakai oleh etnis suku Dayak. “Dulu senarnya dua, sekarang empat,” cetusnya.

Nah, alunan sape ketika dibarengkan dengan gitar akustik atau sejenis alat musik petik lain akan tetap menghasilkan suara yang berbeda. Alunan sape bisa dibilang ada pada relung jiwa yang sangat dalam. Suara yang dihasilkan menyentuh hingga menembus tulang dan hati. “Kalau belajar ini tidak menjiwai, maka akan sulit. Karena andalan sape adalah suaranya yang menyentuh jiwa,” tuturnya.

Jurnalis: Nur Hariri
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Saat bergabung bersama Linkrafin, Kelik menyebut, hal paling sulit untuk dilakukan yaitu kombinasi antara musik tradisional dengan modern. Di mana sape merupakan alat musik khas yang dulunya hanya dipakai oleh etnis suku Dayak. “Dulu senarnya dua, sekarang empat,” cetusnya.

Nah, alunan sape ketika dibarengkan dengan gitar akustik atau sejenis alat musik petik lain akan tetap menghasilkan suara yang berbeda. Alunan sape bisa dibilang ada pada relung jiwa yang sangat dalam. Suara yang dihasilkan menyentuh hingga menembus tulang dan hati. “Kalau belajar ini tidak menjiwai, maka akan sulit. Karena andalan sape adalah suaranya yang menyentuh jiwa,” tuturnya.

Jurnalis: Nur Hariri
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

Saat bergabung bersama Linkrafin, Kelik menyebut, hal paling sulit untuk dilakukan yaitu kombinasi antara musik tradisional dengan modern. Di mana sape merupakan alat musik khas yang dulunya hanya dipakai oleh etnis suku Dayak. “Dulu senarnya dua, sekarang empat,” cetusnya.

Nah, alunan sape ketika dibarengkan dengan gitar akustik atau sejenis alat musik petik lain akan tetap menghasilkan suara yang berbeda. Alunan sape bisa dibilang ada pada relung jiwa yang sangat dalam. Suara yang dihasilkan menyentuh hingga menembus tulang dan hati. “Kalau belajar ini tidak menjiwai, maka akan sulit. Karena andalan sape adalah suaranya yang menyentuh jiwa,” tuturnya.

Jurnalis: Nur Hariri
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/