Bermain Sape Juga Belajar Menjiwai Budaya Dayak

Bagi siapa saja yang ingin memperdalam sape, menurutnya, perlu menjiwai kebudayaan sehingga memahami maksud dari tangga nada yang harus dihasilkan. “Kalau alat musik tradisional, mau tidak mau harus memahami kebudayaan etnik agar suara yang dihasilkan juga sesuai dengan tujuan musik tradisional itu. Makanya, andalan sape yakni suara yang mendayu-dayu,” paparnya.

Kelik mengaku, dirinya juga terus belajar hingga saat ini. Jika dulunya dia belajar dengan lagu-lagu yang khas dengan gitar sape, dalam perkembangan zaman, sape juga dituntut untuk dapat masuk ke musik modern. “Kombinasi agar warna gitar sape tetap hidup saat disandingkan dengan musik modern, ini yang sulit. Tentu, belajar butuh waktu, ketekunan, dan menjiwai,” pungkasnya.

Jurnalis: Nur Hariri
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti