alexametrics
23.2 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Jadi Jujukan Aktivis Mahasiswa

Mobile_AP_Rectangle 1

Salah satu yang tidak terlupakan oleh Edi adalah warung miliknya kerap menjadi jujukan aktivis mahasiswa, khususnya pada malam hari. Sementara dulu sangat jarang warung yang buka sampai larut malam hingga tembus pagi. “Nah, aktivis itu sukanya malam hari, mereka rapat. Sampai kata anak-anak, ini disebut warung politik aktivis,” canda lansia berusia 65 tahun itu.

Kini, setelah puluhan tahun berjalan, warung miliknya masih tetap ramai dikunjungi. Bahkan mahasiswa angkatan 1997 hingga 1999, ketika ke Jember, sering mampir ke warung itu untuk sekadar bernostalgia, atau bertemu Edi, sang pemilik warung lorpong.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Salah satu yang tidak terlupakan oleh Edi adalah warung miliknya kerap menjadi jujukan aktivis mahasiswa, khususnya pada malam hari. Sementara dulu sangat jarang warung yang buka sampai larut malam hingga tembus pagi. “Nah, aktivis itu sukanya malam hari, mereka rapat. Sampai kata anak-anak, ini disebut warung politik aktivis,” canda lansia berusia 65 tahun itu.

Kini, setelah puluhan tahun berjalan, warung miliknya masih tetap ramai dikunjungi. Bahkan mahasiswa angkatan 1997 hingga 1999, ketika ke Jember, sering mampir ke warung itu untuk sekadar bernostalgia, atau bertemu Edi, sang pemilik warung lorpong.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

Salah satu yang tidak terlupakan oleh Edi adalah warung miliknya kerap menjadi jujukan aktivis mahasiswa, khususnya pada malam hari. Sementara dulu sangat jarang warung yang buka sampai larut malam hingga tembus pagi. “Nah, aktivis itu sukanya malam hari, mereka rapat. Sampai kata anak-anak, ini disebut warung politik aktivis,” canda lansia berusia 65 tahun itu.

Kini, setelah puluhan tahun berjalan, warung miliknya masih tetap ramai dikunjungi. Bahkan mahasiswa angkatan 1997 hingga 1999, ketika ke Jember, sering mampir ke warung itu untuk sekadar bernostalgia, atau bertemu Edi, sang pemilik warung lorpong.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/