alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Jadi Jujukan Aktivis Mahasiswa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi mahasiswa Jember era 1990-an, tentu tak asing dengan warung makan Lorpong Pak Edi ini. Utamanya kalangan aktivis mahasiswa. Sebab, di era-era itu, banyak warung makan tradisional yang menjadi tempat para mahasiswa kritis menghasilkan konsesi. Seperti warung Pak Edi itu salah satunya.

Edi Mistari, atau Pak Edi, adalah pemilik warung makan ini. Dia menceritakan, awal kali warung makan miliknya berdiri yakni pada tahun 1997. “Saat itu menjelang lengsernya Orde Baru dan masa isu ada ninja,” kenangnya.

Kala itu, kata Pak Edi, ia menjajakan menu makanan yang sama, namun lokasinya berbeda. Yaitu di persimpangan Jalan Karimata dan Jalan Semeru. “Dulu saya jual Rp 250 per bungkus, ditambah kopi Rp 150,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sejak 1997 itu, terhitung sudah empat kali warung makan miliknya pindah lokasi. Namun demikian, para pengunjung tak pernah protes dan selalu diburu pelanggan. “Selalu ada yang nyari,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi mahasiswa Jember era 1990-an, tentu tak asing dengan warung makan Lorpong Pak Edi ini. Utamanya kalangan aktivis mahasiswa. Sebab, di era-era itu, banyak warung makan tradisional yang menjadi tempat para mahasiswa kritis menghasilkan konsesi. Seperti warung Pak Edi itu salah satunya.

Edi Mistari, atau Pak Edi, adalah pemilik warung makan ini. Dia menceritakan, awal kali warung makan miliknya berdiri yakni pada tahun 1997. “Saat itu menjelang lengsernya Orde Baru dan masa isu ada ninja,” kenangnya.

Kala itu, kata Pak Edi, ia menjajakan menu makanan yang sama, namun lokasinya berbeda. Yaitu di persimpangan Jalan Karimata dan Jalan Semeru. “Dulu saya jual Rp 250 per bungkus, ditambah kopi Rp 150,” lanjutnya.

Sejak 1997 itu, terhitung sudah empat kali warung makan miliknya pindah lokasi. Namun demikian, para pengunjung tak pernah protes dan selalu diburu pelanggan. “Selalu ada yang nyari,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi mahasiswa Jember era 1990-an, tentu tak asing dengan warung makan Lorpong Pak Edi ini. Utamanya kalangan aktivis mahasiswa. Sebab, di era-era itu, banyak warung makan tradisional yang menjadi tempat para mahasiswa kritis menghasilkan konsesi. Seperti warung Pak Edi itu salah satunya.

Edi Mistari, atau Pak Edi, adalah pemilik warung makan ini. Dia menceritakan, awal kali warung makan miliknya berdiri yakni pada tahun 1997. “Saat itu menjelang lengsernya Orde Baru dan masa isu ada ninja,” kenangnya.

Kala itu, kata Pak Edi, ia menjajakan menu makanan yang sama, namun lokasinya berbeda. Yaitu di persimpangan Jalan Karimata dan Jalan Semeru. “Dulu saya jual Rp 250 per bungkus, ditambah kopi Rp 150,” lanjutnya.

Sejak 1997 itu, terhitung sudah empat kali warung makan miliknya pindah lokasi. Namun demikian, para pengunjung tak pernah protes dan selalu diburu pelanggan. “Selalu ada yang nyari,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/