alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Masih Tahap Adaptasi Standar CHSE

Geliat Perkembangan Pariwisata Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Pandemi sejak Maret 2019 lalu rupanya masih berdampak terhadap geliat sektor pariwisata hingga hari ini. Di Jember, perkembangan pariwisata belum banyak perubahan yang signifikan. Hanya adaptasi dari kondisi pandemi.

Kepala Dinas Pariwisata Jember Arief Tyahyono mengungkapkan, upaya pengembangan pariwisata di Jember belum banyak terlihat. Sebab, selama ini sektor-sektor wisata masih fokus untuk pemenuhan standar CHSE, atau penerapan protokol kesehatan yang berbasis cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan). “Semua sektor wisata perlu kita upayakan sesuai standar CHSE dulu, sebelum melangkah ke hal lain,” ucapnya.

Menurutnya, standar CHSE yang digagas oleh Kementerian Pariwisata itu dinilainya penting. Karena untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan keempat aspek tersebut. Kendati demikian, bergeraknya wisata tentu juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat ke arah yang lebih baik. “Wisata memang penting, menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tapi, kesehatan dan keamanan hari ini juga tidak kalah penting,” sambung Arief.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, lanjut dia, pertumbuhan wisata selama 2020 kemarin, khususnya saat awal pandemi, jelas kurang menguntungkan serta belum bisa dijadikan acuan. “Karena itu berada di kondisi yang tidak normal. Jadi, untuk merumuskan langkah strategis, yang perlu dilihat adalah acuan tahun sebelumnya, yakni 2019,” ulasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Pandemi sejak Maret 2019 lalu rupanya masih berdampak terhadap geliat sektor pariwisata hingga hari ini. Di Jember, perkembangan pariwisata belum banyak perubahan yang signifikan. Hanya adaptasi dari kondisi pandemi.

Kepala Dinas Pariwisata Jember Arief Tyahyono mengungkapkan, upaya pengembangan pariwisata di Jember belum banyak terlihat. Sebab, selama ini sektor-sektor wisata masih fokus untuk pemenuhan standar CHSE, atau penerapan protokol kesehatan yang berbasis cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan). “Semua sektor wisata perlu kita upayakan sesuai standar CHSE dulu, sebelum melangkah ke hal lain,” ucapnya.

Menurutnya, standar CHSE yang digagas oleh Kementerian Pariwisata itu dinilainya penting. Karena untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan keempat aspek tersebut. Kendati demikian, bergeraknya wisata tentu juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat ke arah yang lebih baik. “Wisata memang penting, menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tapi, kesehatan dan keamanan hari ini juga tidak kalah penting,” sambung Arief.

Selain itu, lanjut dia, pertumbuhan wisata selama 2020 kemarin, khususnya saat awal pandemi, jelas kurang menguntungkan serta belum bisa dijadikan acuan. “Karena itu berada di kondisi yang tidak normal. Jadi, untuk merumuskan langkah strategis, yang perlu dilihat adalah acuan tahun sebelumnya, yakni 2019,” ulasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Pandemi sejak Maret 2019 lalu rupanya masih berdampak terhadap geliat sektor pariwisata hingga hari ini. Di Jember, perkembangan pariwisata belum banyak perubahan yang signifikan. Hanya adaptasi dari kondisi pandemi.

Kepala Dinas Pariwisata Jember Arief Tyahyono mengungkapkan, upaya pengembangan pariwisata di Jember belum banyak terlihat. Sebab, selama ini sektor-sektor wisata masih fokus untuk pemenuhan standar CHSE, atau penerapan protokol kesehatan yang berbasis cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan). “Semua sektor wisata perlu kita upayakan sesuai standar CHSE dulu, sebelum melangkah ke hal lain,” ucapnya.

Menurutnya, standar CHSE yang digagas oleh Kementerian Pariwisata itu dinilainya penting. Karena untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan keempat aspek tersebut. Kendati demikian, bergeraknya wisata tentu juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat ke arah yang lebih baik. “Wisata memang penting, menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tapi, kesehatan dan keamanan hari ini juga tidak kalah penting,” sambung Arief.

Selain itu, lanjut dia, pertumbuhan wisata selama 2020 kemarin, khususnya saat awal pandemi, jelas kurang menguntungkan serta belum bisa dijadikan acuan. “Karena itu berada di kondisi yang tidak normal. Jadi, untuk merumuskan langkah strategis, yang perlu dilihat adalah acuan tahun sebelumnya, yakni 2019,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/