alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Begini Cara Merawat Burung Bubo Sumatranus

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Burung hantu jenis Bubo Sumatranus merupakan keluarga burung pemangsa. Cara merawatnya pun terbilang sedikit membutuhkan biaya. Ukurannya yang relatif besar dan berwarna putih menjadi ciri khas tersendiri dibandingkan dengan jenis burung hantu lainnya.

Baca Juga: Burung Hantu Indonesia Terbesar Berbulu Putih, Begitu Tua Jadi Hitam

Pemilik burung Bubo Sumatranus, Agung Fathur Rahman, 30, menuturkan, cara merawat bubo jenis ini terbilang mudah. Hanya rutin membersihkan kandang dan alasnya 2 hari sekali. “Jadi kesterilan tempat dan kandang harus di jaga untuk kesehatan bubo ini,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember di perumahan Galaxy Patrang Blok D9, Jumat (15/4).

Selain itu, dirinya juga rutin memandikan 2 hari sekali dan dilanjutkan dengan menjemurnya. Meskipun bubo tersebut termasuk jenis hewan nokturnal (hewan yang tidur siang), menjemur juga perlu dilakukan, agar tetap terkena cahaya matahari. “Ada yang bilang tidak perlu, tapi bagi saya, dia mahluk hidup, sama seperti manusia, jadi sama-sama perlu matahari,” jelas pria yang akrab dipanggil Oong tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, burung hantu sendiri merupakan golongan hewan pemangsa, jadi untuk makanannya sendiri, bisa dari semua jenis daging, dia sendiri memberinya makan burung emprit, karena dianggapnya higienis dan alami, daripada beli daging di pasar. “Kecuali jangan sampai ayam potong, karena itu akan ada suntikan untuk unggas, sedangkan bubo ini sejenis unggas, jadi kalo dia makan ayam potong, suntikannya tadi pasti juga akan pengaruh,” ungkapnya.

Dalam sehari, bubo sendiri bisa menghabiskan 13 burung emprit. Jadwal makannya, pagi setelah mandi 3, dan malam hari sekitar jam 9, itu 10 burung emprit. “Satu minggu satu kali, saya kasih vitamin, karena kita juga tidak tau, didalam burung emprit itu terdapat bakteri atau tidak,” tegasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Burung hantu jenis Bubo Sumatranus merupakan keluarga burung pemangsa. Cara merawatnya pun terbilang sedikit membutuhkan biaya. Ukurannya yang relatif besar dan berwarna putih menjadi ciri khas tersendiri dibandingkan dengan jenis burung hantu lainnya.

Baca Juga: Burung Hantu Indonesia Terbesar Berbulu Putih, Begitu Tua Jadi Hitam

Pemilik burung Bubo Sumatranus, Agung Fathur Rahman, 30, menuturkan, cara merawat bubo jenis ini terbilang mudah. Hanya rutin membersihkan kandang dan alasnya 2 hari sekali. “Jadi kesterilan tempat dan kandang harus di jaga untuk kesehatan bubo ini,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember di perumahan Galaxy Patrang Blok D9, Jumat (15/4).

Selain itu, dirinya juga rutin memandikan 2 hari sekali dan dilanjutkan dengan menjemurnya. Meskipun bubo tersebut termasuk jenis hewan nokturnal (hewan yang tidur siang), menjemur juga perlu dilakukan, agar tetap terkena cahaya matahari. “Ada yang bilang tidak perlu, tapi bagi saya, dia mahluk hidup, sama seperti manusia, jadi sama-sama perlu matahari,” jelas pria yang akrab dipanggil Oong tersebut.

Dia menjelaskan, burung hantu sendiri merupakan golongan hewan pemangsa, jadi untuk makanannya sendiri, bisa dari semua jenis daging, dia sendiri memberinya makan burung emprit, karena dianggapnya higienis dan alami, daripada beli daging di pasar. “Kecuali jangan sampai ayam potong, karena itu akan ada suntikan untuk unggas, sedangkan bubo ini sejenis unggas, jadi kalo dia makan ayam potong, suntikannya tadi pasti juga akan pengaruh,” ungkapnya.

Dalam sehari, bubo sendiri bisa menghabiskan 13 burung emprit. Jadwal makannya, pagi setelah mandi 3, dan malam hari sekitar jam 9, itu 10 burung emprit. “Satu minggu satu kali, saya kasih vitamin, karena kita juga tidak tau, didalam burung emprit itu terdapat bakteri atau tidak,” tegasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Burung hantu jenis Bubo Sumatranus merupakan keluarga burung pemangsa. Cara merawatnya pun terbilang sedikit membutuhkan biaya. Ukurannya yang relatif besar dan berwarna putih menjadi ciri khas tersendiri dibandingkan dengan jenis burung hantu lainnya.

Baca Juga: Burung Hantu Indonesia Terbesar Berbulu Putih, Begitu Tua Jadi Hitam

Pemilik burung Bubo Sumatranus, Agung Fathur Rahman, 30, menuturkan, cara merawat bubo jenis ini terbilang mudah. Hanya rutin membersihkan kandang dan alasnya 2 hari sekali. “Jadi kesterilan tempat dan kandang harus di jaga untuk kesehatan bubo ini,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember di perumahan Galaxy Patrang Blok D9, Jumat (15/4).

Selain itu, dirinya juga rutin memandikan 2 hari sekali dan dilanjutkan dengan menjemurnya. Meskipun bubo tersebut termasuk jenis hewan nokturnal (hewan yang tidur siang), menjemur juga perlu dilakukan, agar tetap terkena cahaya matahari. “Ada yang bilang tidak perlu, tapi bagi saya, dia mahluk hidup, sama seperti manusia, jadi sama-sama perlu matahari,” jelas pria yang akrab dipanggil Oong tersebut.

Dia menjelaskan, burung hantu sendiri merupakan golongan hewan pemangsa, jadi untuk makanannya sendiri, bisa dari semua jenis daging, dia sendiri memberinya makan burung emprit, karena dianggapnya higienis dan alami, daripada beli daging di pasar. “Kecuali jangan sampai ayam potong, karena itu akan ada suntikan untuk unggas, sedangkan bubo ini sejenis unggas, jadi kalo dia makan ayam potong, suntikannya tadi pasti juga akan pengaruh,” ungkapnya.

Dalam sehari, bubo sendiri bisa menghabiskan 13 burung emprit. Jadwal makannya, pagi setelah mandi 3, dan malam hari sekitar jam 9, itu 10 burung emprit. “Satu minggu satu kali, saya kasih vitamin, karena kita juga tidak tau, didalam burung emprit itu terdapat bakteri atau tidak,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/