alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Sepeda Fixed Pacu Adrenalin Tanpa Sistem Rem

Keberadaan sepeda pedal di Kabupaten Jember sudah banyak macamnya. Salah satu yang cukup menantang adrenalin adalah sepeda jenis fixedgear. Sepeda ini pun banyak digemari oleh mereka yang ingin tantangan lebih.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepeda bisa dikategorikan menjadi banyak jenis, berdasarkan bentuk frame, suspensi, handlebars, dan lainnya. Nah, sepeda fixie hanya dikategorikan berdasarkan sistem penggeraknya (drivetrain), semua yang memiliki sistem penggerak tetap adalah sepeda fixie.

Penggunaan dasarnya sama seperti pada sepeda umumnya, namun memiliki perbedaan mendasar pada bagian gear. “Bedanya, gear sepeda ini mati,” kata Alfan Wirawan, pehobi sepeda yang tinggal di Jember.

Pada bagian gear yang paten, pesepeda bisa berjalan dengan mengayuh ke depan dan berjalan mundur bila mengayuh ke belakang. “Bedanya fixed gear dengan sepeda fixie di situ. Kalau sepeda fixie hampir sama dengan sepeda terpedo. Kalau berhenti, ngeremnya tinggal memundurkan pedal. Tetapi, fixed gear tidak bisa, justru akan jatuh,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Keberadaan sepeda ini sebenarnya telah ada sekitar tahun 2012. Di Jember sendiri terdapat perkumpulan yang didirikan pada 17 Mei 2015, bernama Komunitas Gear Mati (GMT) Jember. “Pendirinya Imam Sahroni, saya juga, dan ada lima orang. Sekarang ada banyak yang ikut. Kalau yang aktif sekitar 30 orang,” papar Alfan.

Mereka yang naik fixedgear, kata Alfan, bisa dibilang profesional. Sebab, sepeda tak memiliki rem di tangan, maupun rem seperti fixie dan terpedo. Lantas, bagaimana mereka mengerem? “Pakai kekuatan kaki, namanya skidding. Ada teknik melakukan skidding. Itu cara mengeremnya,” papar Alfan, yang sudah mengikuti berbagai lomba sepeda fixedgearbahkan hingga ke Malaysia.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepeda bisa dikategorikan menjadi banyak jenis, berdasarkan bentuk frame, suspensi, handlebars, dan lainnya. Nah, sepeda fixie hanya dikategorikan berdasarkan sistem penggeraknya (drivetrain), semua yang memiliki sistem penggerak tetap adalah sepeda fixie.

Penggunaan dasarnya sama seperti pada sepeda umumnya, namun memiliki perbedaan mendasar pada bagian gear. “Bedanya, gear sepeda ini mati,” kata Alfan Wirawan, pehobi sepeda yang tinggal di Jember.

Pada bagian gear yang paten, pesepeda bisa berjalan dengan mengayuh ke depan dan berjalan mundur bila mengayuh ke belakang. “Bedanya fixed gear dengan sepeda fixie di situ. Kalau sepeda fixie hampir sama dengan sepeda terpedo. Kalau berhenti, ngeremnya tinggal memundurkan pedal. Tetapi, fixed gear tidak bisa, justru akan jatuh,” ucapnya.

Keberadaan sepeda ini sebenarnya telah ada sekitar tahun 2012. Di Jember sendiri terdapat perkumpulan yang didirikan pada 17 Mei 2015, bernama Komunitas Gear Mati (GMT) Jember. “Pendirinya Imam Sahroni, saya juga, dan ada lima orang. Sekarang ada banyak yang ikut. Kalau yang aktif sekitar 30 orang,” papar Alfan.

Mereka yang naik fixedgear, kata Alfan, bisa dibilang profesional. Sebab, sepeda tak memiliki rem di tangan, maupun rem seperti fixie dan terpedo. Lantas, bagaimana mereka mengerem? “Pakai kekuatan kaki, namanya skidding. Ada teknik melakukan skidding. Itu cara mengeremnya,” papar Alfan, yang sudah mengikuti berbagai lomba sepeda fixedgearbahkan hingga ke Malaysia.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepeda bisa dikategorikan menjadi banyak jenis, berdasarkan bentuk frame, suspensi, handlebars, dan lainnya. Nah, sepeda fixie hanya dikategorikan berdasarkan sistem penggeraknya (drivetrain), semua yang memiliki sistem penggerak tetap adalah sepeda fixie.

Penggunaan dasarnya sama seperti pada sepeda umumnya, namun memiliki perbedaan mendasar pada bagian gear. “Bedanya, gear sepeda ini mati,” kata Alfan Wirawan, pehobi sepeda yang tinggal di Jember.

Pada bagian gear yang paten, pesepeda bisa berjalan dengan mengayuh ke depan dan berjalan mundur bila mengayuh ke belakang. “Bedanya fixed gear dengan sepeda fixie di situ. Kalau sepeda fixie hampir sama dengan sepeda terpedo. Kalau berhenti, ngeremnya tinggal memundurkan pedal. Tetapi, fixed gear tidak bisa, justru akan jatuh,” ucapnya.

Keberadaan sepeda ini sebenarnya telah ada sekitar tahun 2012. Di Jember sendiri terdapat perkumpulan yang didirikan pada 17 Mei 2015, bernama Komunitas Gear Mati (GMT) Jember. “Pendirinya Imam Sahroni, saya juga, dan ada lima orang. Sekarang ada banyak yang ikut. Kalau yang aktif sekitar 30 orang,” papar Alfan.

Mereka yang naik fixedgear, kata Alfan, bisa dibilang profesional. Sebab, sepeda tak memiliki rem di tangan, maupun rem seperti fixie dan terpedo. Lantas, bagaimana mereka mengerem? “Pakai kekuatan kaki, namanya skidding. Ada teknik melakukan skidding. Itu cara mengeremnya,” papar Alfan, yang sudah mengikuti berbagai lomba sepeda fixedgearbahkan hingga ke Malaysia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/