alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Proses Panjang Demi Kepuasan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dibalik keunikan citarasa tahu petis, tentu tak luput dari tangan-tangan kreatif yang mengolah kuliner atau jajanan tersebut. Tak heran, meskipun hanya berupa jajanan, tahu petis begitu menyedot selera masyarakat hingga bertahun-tahun lamanya. Hal itu pula yang dirasakan oleh Budi, pengusaha tahu petis asal Desa Kasiyan, Kecamatan Puger.

Sedari proses awal pembuatannya, tahu petis miliknya memang digarap sendiri, dengan mempekerjakan sejumlah karyawan di rumahnya sendiri. “Bahan dasar berupa kedelai itu, awal, direndam hingga semua tenggelam, selama enam jam. Tujuannya agar tekstur kedelai mudah diolah,” kata Budi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah direndam itu, lanjut dia, kacang kedelai dibersihkan dengan cara dicuci berkali-kali agar benar-benar bersih dan menghindari kedelai cepat masam. Selanjutnya, penggilangan menjadi bubur, hingga menyisakan sari-sari kedelai tanpa ampas. Proses itu dilakukan berkali-kali agar air kedelai dapat dibuat menjadi tahu yang halus.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dibalik keunikan citarasa tahu petis, tentu tak luput dari tangan-tangan kreatif yang mengolah kuliner atau jajanan tersebut. Tak heran, meskipun hanya berupa jajanan, tahu petis begitu menyedot selera masyarakat hingga bertahun-tahun lamanya. Hal itu pula yang dirasakan oleh Budi, pengusaha tahu petis asal Desa Kasiyan, Kecamatan Puger.

Sedari proses awal pembuatannya, tahu petis miliknya memang digarap sendiri, dengan mempekerjakan sejumlah karyawan di rumahnya sendiri. “Bahan dasar berupa kedelai itu, awal, direndam hingga semua tenggelam, selama enam jam. Tujuannya agar tekstur kedelai mudah diolah,” kata Budi.

Setelah direndam itu, lanjut dia, kacang kedelai dibersihkan dengan cara dicuci berkali-kali agar benar-benar bersih dan menghindari kedelai cepat masam. Selanjutnya, penggilangan menjadi bubur, hingga menyisakan sari-sari kedelai tanpa ampas. Proses itu dilakukan berkali-kali agar air kedelai dapat dibuat menjadi tahu yang halus.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dibalik keunikan citarasa tahu petis, tentu tak luput dari tangan-tangan kreatif yang mengolah kuliner atau jajanan tersebut. Tak heran, meskipun hanya berupa jajanan, tahu petis begitu menyedot selera masyarakat hingga bertahun-tahun lamanya. Hal itu pula yang dirasakan oleh Budi, pengusaha tahu petis asal Desa Kasiyan, Kecamatan Puger.

Sedari proses awal pembuatannya, tahu petis miliknya memang digarap sendiri, dengan mempekerjakan sejumlah karyawan di rumahnya sendiri. “Bahan dasar berupa kedelai itu, awal, direndam hingga semua tenggelam, selama enam jam. Tujuannya agar tekstur kedelai mudah diolah,” kata Budi.

Setelah direndam itu, lanjut dia, kacang kedelai dibersihkan dengan cara dicuci berkali-kali agar benar-benar bersih dan menghindari kedelai cepat masam. Selanjutnya, penggilangan menjadi bubur, hingga menyisakan sari-sari kedelai tanpa ampas. Proses itu dilakukan berkali-kali agar air kedelai dapat dibuat menjadi tahu yang halus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/