alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Dongkrak Harga, KPI Jember Gelar Kontes Iguana

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dongkrak harga reptil, Komunitas Pecinta Iguana (KPI) Jember menggelar kontes Iguana Carnival, Minggu (14/3). Setelah lebih dari tiga tahun kontes ini tak lagi dilaksanakan, harga dan eksistensi iguana menciut di kalangan pecintanya.

Bertempat di Jember Town Square, kontes ini diikuti hampir 70 orang dari berbagai daerah. Seperti Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Malang, Lumajang, dan Banyuwangi. Setiap peserta, diperbolehkan untuk melombakan lebih dari satu iguana.

Menurut George D Veo, salah satu anggota KPI Jember, penilaian dalam kontes iguana terbagi menjadi beberapa kategori atau kelas. Yaitu ada kelas SVL (Snout Vent Length), yakni diukur panjang badannya, dari ujung kepala sampai batas awal ekor atau pangkal ekor. Kemudian ada juga kelas open lizard atau open kadal, penilaian dilihat dari segi estetika warna, kesehatan, dan bentuk iguana yang unik.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Open lizard ini bisa diikuti semua jenis iguana. Tak hanya green dan red, tapi juga ada yang blue, albino, dan warna unik lainnya,” ungkap George.

Selain sebagai ajang kompetisi, iguana carnival juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat umum. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa iguana bukanlah hewan yang berbahaya. Iguana termasuk hewan yang mudah jinak dan tak akan memangsa manusia. Karena iguana hewan pemakan tumbuhan atau herbivora.

George berharap, agar hewan-hewan reptil, dapat dilestarikan bersama-sama oleh masyarakat. Terutama untuk para pecinta iguana agar tetap konsisten dan dapat berbagi pengalamannya satu sama lain dalam merawat binatang kesayangannya masing-masing.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dongkrak harga reptil, Komunitas Pecinta Iguana (KPI) Jember menggelar kontes Iguana Carnival, Minggu (14/3). Setelah lebih dari tiga tahun kontes ini tak lagi dilaksanakan, harga dan eksistensi iguana menciut di kalangan pecintanya.

Bertempat di Jember Town Square, kontes ini diikuti hampir 70 orang dari berbagai daerah. Seperti Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Malang, Lumajang, dan Banyuwangi. Setiap peserta, diperbolehkan untuk melombakan lebih dari satu iguana.

Menurut George D Veo, salah satu anggota KPI Jember, penilaian dalam kontes iguana terbagi menjadi beberapa kategori atau kelas. Yaitu ada kelas SVL (Snout Vent Length), yakni diukur panjang badannya, dari ujung kepala sampai batas awal ekor atau pangkal ekor. Kemudian ada juga kelas open lizard atau open kadal, penilaian dilihat dari segi estetika warna, kesehatan, dan bentuk iguana yang unik.

“Open lizard ini bisa diikuti semua jenis iguana. Tak hanya green dan red, tapi juga ada yang blue, albino, dan warna unik lainnya,” ungkap George.

Selain sebagai ajang kompetisi, iguana carnival juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat umum. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa iguana bukanlah hewan yang berbahaya. Iguana termasuk hewan yang mudah jinak dan tak akan memangsa manusia. Karena iguana hewan pemakan tumbuhan atau herbivora.

George berharap, agar hewan-hewan reptil, dapat dilestarikan bersama-sama oleh masyarakat. Terutama untuk para pecinta iguana agar tetap konsisten dan dapat berbagi pengalamannya satu sama lain dalam merawat binatang kesayangannya masing-masing.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dongkrak harga reptil, Komunitas Pecinta Iguana (KPI) Jember menggelar kontes Iguana Carnival, Minggu (14/3). Setelah lebih dari tiga tahun kontes ini tak lagi dilaksanakan, harga dan eksistensi iguana menciut di kalangan pecintanya.

Bertempat di Jember Town Square, kontes ini diikuti hampir 70 orang dari berbagai daerah. Seperti Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Malang, Lumajang, dan Banyuwangi. Setiap peserta, diperbolehkan untuk melombakan lebih dari satu iguana.

Menurut George D Veo, salah satu anggota KPI Jember, penilaian dalam kontes iguana terbagi menjadi beberapa kategori atau kelas. Yaitu ada kelas SVL (Snout Vent Length), yakni diukur panjang badannya, dari ujung kepala sampai batas awal ekor atau pangkal ekor. Kemudian ada juga kelas open lizard atau open kadal, penilaian dilihat dari segi estetika warna, kesehatan, dan bentuk iguana yang unik.

“Open lizard ini bisa diikuti semua jenis iguana. Tak hanya green dan red, tapi juga ada yang blue, albino, dan warna unik lainnya,” ungkap George.

Selain sebagai ajang kompetisi, iguana carnival juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat umum. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa iguana bukanlah hewan yang berbahaya. Iguana termasuk hewan yang mudah jinak dan tak akan memangsa manusia. Karena iguana hewan pemakan tumbuhan atau herbivora.

George berharap, agar hewan-hewan reptil, dapat dilestarikan bersama-sama oleh masyarakat. Terutama untuk para pecinta iguana agar tetap konsisten dan dapat berbagi pengalamannya satu sama lain dalam merawat binatang kesayangannya masing-masing.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/