alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Ketagihan Remahan Rempeyek

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selain lauk yang bervariasi, sambal dan kerupuk menjadi pelengkap nasi jagung yang ditawarkan di Warung Nasi Jagung Bu Halimah ini. Cita rasa sambal terasinya sarat dengan rasa ikan laut.

Salah satu pegawai Warung Nasi Jagung Bu Halimah, Sapi’i, mengungkapkan bahwa dalam proses peracikan bahan sambal, dia menggunakan terasi pilihan khas udang laut. Dipadukan dengan gurihnya bawang putih dan bawang merah. Sehingga rasa yang mendominasi adalah pedas dan gurihnya aroma ikan laut.

Yang menjadi khas dari nasi jagung Bu Halimah adalah kremesan rempeyek yang dihancurkan. Rempeyek biasanya dijadikan sebagai makanan pelengkap. Fungsinya hampir sama seperti kerupuk yang disajikan sebagai pendamping makanan utama. Rasanya gurih dan bertekstur kering. Ketika dimakan mengeluarkan suara kriuk-kriuk karena sangat renyah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Uniknya, bentuk rempeyeknya tidak utuh, melainkan sudah dihancurkan. Sehingga tampaknya bukan seperti rempeyek. Namun, seperti kremesan yang biasanya ditabur di atas ayam geprek.  “Kita tetap menyebutnya rempeyek. Bukan kremesan. Karena memang itu rempeyek yang dihancurkan,” papar Fayrodhi Tetuko Putra, yang tak lain merupakan anak dari Bu Halimah.

Beberapa tahun lalu, lanjut dia, pelanggan bebas mengambil rempeyek yang disajikan bersamaan dengan nasi jagung. Namun,kerap kali pengambilannya tidak terkontrol. Satu pelanggan bisa mengambil dua genggam rempeyek. Bahkan sembari menunggu antrean, sebagian pelanggan memakan rempeyek yang akan dihidangkan dengan nasi jagung.

Maka dari itu, sering kali nasi jagung belum habis, namun rempeyeknya sudah habis. Akibatnya, banyak keluhan dari pelanggan yang tidak mendapatkan jatah rempeyek ketika membeli nasi jagung. “Dari sana ibu melarang pelanggan yang beli untuk mengambil rempeyek semaunya. Jadi,kami yang kasih rempeyeknya. Karena mau masak sebanyak apa pun rempeyeknya, ya habis juga,” kenangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selain lauk yang bervariasi, sambal dan kerupuk menjadi pelengkap nasi jagung yang ditawarkan di Warung Nasi Jagung Bu Halimah ini. Cita rasa sambal terasinya sarat dengan rasa ikan laut.

Salah satu pegawai Warung Nasi Jagung Bu Halimah, Sapi’i, mengungkapkan bahwa dalam proses peracikan bahan sambal, dia menggunakan terasi pilihan khas udang laut. Dipadukan dengan gurihnya bawang putih dan bawang merah. Sehingga rasa yang mendominasi adalah pedas dan gurihnya aroma ikan laut.

Yang menjadi khas dari nasi jagung Bu Halimah adalah kremesan rempeyek yang dihancurkan. Rempeyek biasanya dijadikan sebagai makanan pelengkap. Fungsinya hampir sama seperti kerupuk yang disajikan sebagai pendamping makanan utama. Rasanya gurih dan bertekstur kering. Ketika dimakan mengeluarkan suara kriuk-kriuk karena sangat renyah.

Uniknya, bentuk rempeyeknya tidak utuh, melainkan sudah dihancurkan. Sehingga tampaknya bukan seperti rempeyek. Namun, seperti kremesan yang biasanya ditabur di atas ayam geprek.  “Kita tetap menyebutnya rempeyek. Bukan kremesan. Karena memang itu rempeyek yang dihancurkan,” papar Fayrodhi Tetuko Putra, yang tak lain merupakan anak dari Bu Halimah.

Beberapa tahun lalu, lanjut dia, pelanggan bebas mengambil rempeyek yang disajikan bersamaan dengan nasi jagung. Namun,kerap kali pengambilannya tidak terkontrol. Satu pelanggan bisa mengambil dua genggam rempeyek. Bahkan sembari menunggu antrean, sebagian pelanggan memakan rempeyek yang akan dihidangkan dengan nasi jagung.

Maka dari itu, sering kali nasi jagung belum habis, namun rempeyeknya sudah habis. Akibatnya, banyak keluhan dari pelanggan yang tidak mendapatkan jatah rempeyek ketika membeli nasi jagung. “Dari sana ibu melarang pelanggan yang beli untuk mengambil rempeyek semaunya. Jadi,kami yang kasih rempeyeknya. Karena mau masak sebanyak apa pun rempeyeknya, ya habis juga,” kenangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selain lauk yang bervariasi, sambal dan kerupuk menjadi pelengkap nasi jagung yang ditawarkan di Warung Nasi Jagung Bu Halimah ini. Cita rasa sambal terasinya sarat dengan rasa ikan laut.

Salah satu pegawai Warung Nasi Jagung Bu Halimah, Sapi’i, mengungkapkan bahwa dalam proses peracikan bahan sambal, dia menggunakan terasi pilihan khas udang laut. Dipadukan dengan gurihnya bawang putih dan bawang merah. Sehingga rasa yang mendominasi adalah pedas dan gurihnya aroma ikan laut.

Yang menjadi khas dari nasi jagung Bu Halimah adalah kremesan rempeyek yang dihancurkan. Rempeyek biasanya dijadikan sebagai makanan pelengkap. Fungsinya hampir sama seperti kerupuk yang disajikan sebagai pendamping makanan utama. Rasanya gurih dan bertekstur kering. Ketika dimakan mengeluarkan suara kriuk-kriuk karena sangat renyah.

Uniknya, bentuk rempeyeknya tidak utuh, melainkan sudah dihancurkan. Sehingga tampaknya bukan seperti rempeyek. Namun, seperti kremesan yang biasanya ditabur di atas ayam geprek.  “Kita tetap menyebutnya rempeyek. Bukan kremesan. Karena memang itu rempeyek yang dihancurkan,” papar Fayrodhi Tetuko Putra, yang tak lain merupakan anak dari Bu Halimah.

Beberapa tahun lalu, lanjut dia, pelanggan bebas mengambil rempeyek yang disajikan bersamaan dengan nasi jagung. Namun,kerap kali pengambilannya tidak terkontrol. Satu pelanggan bisa mengambil dua genggam rempeyek. Bahkan sembari menunggu antrean, sebagian pelanggan memakan rempeyek yang akan dihidangkan dengan nasi jagung.

Maka dari itu, sering kali nasi jagung belum habis, namun rempeyeknya sudah habis. Akibatnya, banyak keluhan dari pelanggan yang tidak mendapatkan jatah rempeyek ketika membeli nasi jagung. “Dari sana ibu melarang pelanggan yang beli untuk mengambil rempeyek semaunya. Jadi,kami yang kasih rempeyeknya. Karena mau masak sebanyak apa pun rempeyeknya, ya habis juga,” kenangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/