alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Bukan Makanan Zaman Dulu

asi Jagung Masih Tetap Dicari hingga Kini. Kalau dulu, nasi jagung diidentikkan sebagai makanan sederhana yang kerap dijadikan alternatif jika panen padi masih lama. Namun, saat ini eksistensi nasi jagung bukan sekadar menu cadangan. Dengan beragam lauk, peminatnya pun sampai ke segala kalangan.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Antrean di warung yang didirikan tak jauh dari SDN Kepatihan 1 ini tak main-main.  Mencapai belasan orang, saat Jawa Pos Radar Jember lewat di daerah tersebut. Tidak hanya anak muda, namun orang dewasa ikut memadatinya. Jadi penasaran, ada apa sih di warung ini?

Setelah diselidiki, ternyata warung yang buka pukul 16.00 hingga 22.00 ini menyajikan menu sederhana namun tak bisa disepelekan, yakni nasi jagung. Nasi jagung bisa dibilang makanan pokok zaman dulu, namun eksistensinya tak bisa dilewatkan hingga saat ini. Dahulu, jagung cenderung lebih mudah ditanam dan dipanen pada musim kemarau, sehingga dijadikan alternatif makanan pokok saat itu.

Nah, di Warung Nasi Jagung Bu Halimah ini, pengunjung bisa menikmati nasi jagung dengan berbagai lauk. Jawa Pos Radar Jember mencoba memesan satu porsi. Jangan dibayangkan porsinya sedikit.Sebaliknya, melimpah! Lauknya pun beragam. Mulai dari tumis terong, sambal tradisional, ikan asin, hingga sayur lodeh.

Mobile_AP_Rectangle 2

Warung nasi jagung ini sudah melayani pelanggan sejak 2003 silam. Dan sejak saat itu tempat kuliner ini tak pernah sepi pengunjung. Fayrodhi Tetuko Putra, salah satu pengelola warung, menjelaskan, pembeli yang datang ke warungnya terdiri atas berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa hingga pegawai kantoran. Bahkan konsumennya tak hanya dari Jember, namun juga dari Bondowoso, Situbondo, hingga Surabaya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Antrean di warung yang didirikan tak jauh dari SDN Kepatihan 1 ini tak main-main.  Mencapai belasan orang, saat Jawa Pos Radar Jember lewat di daerah tersebut. Tidak hanya anak muda, namun orang dewasa ikut memadatinya. Jadi penasaran, ada apa sih di warung ini?

Setelah diselidiki, ternyata warung yang buka pukul 16.00 hingga 22.00 ini menyajikan menu sederhana namun tak bisa disepelekan, yakni nasi jagung. Nasi jagung bisa dibilang makanan pokok zaman dulu, namun eksistensinya tak bisa dilewatkan hingga saat ini. Dahulu, jagung cenderung lebih mudah ditanam dan dipanen pada musim kemarau, sehingga dijadikan alternatif makanan pokok saat itu.

Nah, di Warung Nasi Jagung Bu Halimah ini, pengunjung bisa menikmati nasi jagung dengan berbagai lauk. Jawa Pos Radar Jember mencoba memesan satu porsi. Jangan dibayangkan porsinya sedikit.Sebaliknya, melimpah! Lauknya pun beragam. Mulai dari tumis terong, sambal tradisional, ikan asin, hingga sayur lodeh.

Warung nasi jagung ini sudah melayani pelanggan sejak 2003 silam. Dan sejak saat itu tempat kuliner ini tak pernah sepi pengunjung. Fayrodhi Tetuko Putra, salah satu pengelola warung, menjelaskan, pembeli yang datang ke warungnya terdiri atas berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa hingga pegawai kantoran. Bahkan konsumennya tak hanya dari Jember, namun juga dari Bondowoso, Situbondo, hingga Surabaya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Antrean di warung yang didirikan tak jauh dari SDN Kepatihan 1 ini tak main-main.  Mencapai belasan orang, saat Jawa Pos Radar Jember lewat di daerah tersebut. Tidak hanya anak muda, namun orang dewasa ikut memadatinya. Jadi penasaran, ada apa sih di warung ini?

Setelah diselidiki, ternyata warung yang buka pukul 16.00 hingga 22.00 ini menyajikan menu sederhana namun tak bisa disepelekan, yakni nasi jagung. Nasi jagung bisa dibilang makanan pokok zaman dulu, namun eksistensinya tak bisa dilewatkan hingga saat ini. Dahulu, jagung cenderung lebih mudah ditanam dan dipanen pada musim kemarau, sehingga dijadikan alternatif makanan pokok saat itu.

Nah, di Warung Nasi Jagung Bu Halimah ini, pengunjung bisa menikmati nasi jagung dengan berbagai lauk. Jawa Pos Radar Jember mencoba memesan satu porsi. Jangan dibayangkan porsinya sedikit.Sebaliknya, melimpah! Lauknya pun beragam. Mulai dari tumis terong, sambal tradisional, ikan asin, hingga sayur lodeh.

Warung nasi jagung ini sudah melayani pelanggan sejak 2003 silam. Dan sejak saat itu tempat kuliner ini tak pernah sepi pengunjung. Fayrodhi Tetuko Putra, salah satu pengelola warung, menjelaskan, pembeli yang datang ke warungnya terdiri atas berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa hingga pegawai kantoran. Bahkan konsumennya tak hanya dari Jember, namun juga dari Bondowoso, Situbondo, hingga Surabaya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/