alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Heroisme di Balik Monumen Mastrip

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi warga Jember, Monumen Mastrip bukan hal yang asing lagi. Sebab, bangunan berbentuk tugu yang berada di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, itu sarat dengan nilai sejarah. Keberadaan Mastrip banyak dipengaruhi oleh sejarah Hari Pahlawan pada 10 November 1945 silam.

Pemerintah daerah sempat mengklaim bahwa monumen ini merupakan salah satu objek wisata bersejarah yang menghubungkan antara Jember dan Bondowoso. Tugu Mastrip I dan II berada dalam kawasan hutan lindung, dan termasuk dalam objek wisata palagan yang berfungsi untuk mengenang perjuangan para pahlawan kemerdekaan sewaktu melawan penjajah Belanda.

Monumen Mastrip didirikan pada 1965 oleh AMD Marinir. Tak berbeda jauh dengan monumen lainnya, Monumen Mastrip juga memiliki ciri khas marmer yang berisi teks atau kalimat yang menjelaskan monumen itu. Di sana terukir kalimat “perjuangan kuteruskan sampai akhir zaman”. Kalimat itu tertera di bagian bawah monumen. Konon, kalimat ini terinspirasi dari sebuah lagu yang berjudul Temanku Pahlawan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika diamati lebih dalam, lambang Monumen Mastrip nyaris sama dengan lambang baju kehormatan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), yang dipakai saat melawan penjajah. Lambang monumen ini adalah helm baja sebagai latar, dan senjata laras panjang yang diletakkan menyilang dengan pena bulu ayam.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi warga Jember, Monumen Mastrip bukan hal yang asing lagi. Sebab, bangunan berbentuk tugu yang berada di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, itu sarat dengan nilai sejarah. Keberadaan Mastrip banyak dipengaruhi oleh sejarah Hari Pahlawan pada 10 November 1945 silam.

Pemerintah daerah sempat mengklaim bahwa monumen ini merupakan salah satu objek wisata bersejarah yang menghubungkan antara Jember dan Bondowoso. Tugu Mastrip I dan II berada dalam kawasan hutan lindung, dan termasuk dalam objek wisata palagan yang berfungsi untuk mengenang perjuangan para pahlawan kemerdekaan sewaktu melawan penjajah Belanda.

Monumen Mastrip didirikan pada 1965 oleh AMD Marinir. Tak berbeda jauh dengan monumen lainnya, Monumen Mastrip juga memiliki ciri khas marmer yang berisi teks atau kalimat yang menjelaskan monumen itu. Di sana terukir kalimat “perjuangan kuteruskan sampai akhir zaman”. Kalimat itu tertera di bagian bawah monumen. Konon, kalimat ini terinspirasi dari sebuah lagu yang berjudul Temanku Pahlawan.

Jika diamati lebih dalam, lambang Monumen Mastrip nyaris sama dengan lambang baju kehormatan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), yang dipakai saat melawan penjajah. Lambang monumen ini adalah helm baja sebagai latar, dan senjata laras panjang yang diletakkan menyilang dengan pena bulu ayam.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi warga Jember, Monumen Mastrip bukan hal yang asing lagi. Sebab, bangunan berbentuk tugu yang berada di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, itu sarat dengan nilai sejarah. Keberadaan Mastrip banyak dipengaruhi oleh sejarah Hari Pahlawan pada 10 November 1945 silam.

Pemerintah daerah sempat mengklaim bahwa monumen ini merupakan salah satu objek wisata bersejarah yang menghubungkan antara Jember dan Bondowoso. Tugu Mastrip I dan II berada dalam kawasan hutan lindung, dan termasuk dalam objek wisata palagan yang berfungsi untuk mengenang perjuangan para pahlawan kemerdekaan sewaktu melawan penjajah Belanda.

Monumen Mastrip didirikan pada 1965 oleh AMD Marinir. Tak berbeda jauh dengan monumen lainnya, Monumen Mastrip juga memiliki ciri khas marmer yang berisi teks atau kalimat yang menjelaskan monumen itu. Di sana terukir kalimat “perjuangan kuteruskan sampai akhir zaman”. Kalimat itu tertera di bagian bawah monumen. Konon, kalimat ini terinspirasi dari sebuah lagu yang berjudul Temanku Pahlawan.

Jika diamati lebih dalam, lambang Monumen Mastrip nyaris sama dengan lambang baju kehormatan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), yang dipakai saat melawan penjajah. Lambang monumen ini adalah helm baja sebagai latar, dan senjata laras panjang yang diletakkan menyilang dengan pena bulu ayam.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/