alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Aquascape Harus Pakai Kayu Pilihan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seni menata tanaman dalam media kaca ini ternyata mulai banyak yang menggandrungi. Bagi pemula, ada tips dari Yohanes dalam membuatnya. Komponen wajibnya terdiri atas batu, kayu, dan tanaman. Komponen wajib ini tidak hanya berfungsi untuk estetika saja, tapi juga penting secara fungsional. Salah satunya adalah kayu.

Dalam pembuatan aquascape, tidak semua kayu dapat digunakan. Sebab, membutuhkan kayu yang kuat dan tidak mudah lapuk. Kayu itu berfungsi sebagai media tumbuh beberapa jenis tanaman air. Biasanya, jenis kayu yang digunakan adalah kayu bonsai, rasamala, santigi, dan kayu kisirem. Sebelumnya, kayu-kayu ini harus melalui beberapa proses pengeluaran tanin yang tidak sebentar. Biasanya bisa sampai satu minggu.

Salah satu desainer aquascape, Yohanes Mario mengungkapkan, rata-rata kayu yang akan digunakan, zat tanin atau zat dalam kayu yang dapat membuat air keruh harus dikeluarkan terlebih dulu. Salah satu caranya dengan merendam selama satu minggu, bahkan bisa lebih. Menurutnya, dengan proses perendaman ini, tanin-tanin dalam kayu akan keluar semua. “Paling ampuh memang direndam. Bahkan, ada beberapa kayu yang taninnya nggak habis-habis,” kata Yohanes, saat dikunjungi di stan desain aquascape di Jalan Semeru, Sumbersari.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain direndam, kata dia, tanin kayu juga bisa dikeluarkan melalui proses pendidihan. Waktunya tidak lama seperti perendaman. Namun, menurut Yohanes, proses ini bisa menghambat tanin keluar seluruhnya. Nantinya tanin dalam kayu justru masih tersisa dan membuat air dalam aquascape menjadi keruh.

Setelah melalui proses pengeluaran tanin, kayu dirakit hingga menyerupai sebuah pohon. Proses perakitan ini hanya bisa dilakukan dalam satu hari saja. Dan kesulitannya adalah ketika mencari sambungan ranting untuk menjadikan pohon yang utuh. “Jadi, ada batang utama dan rantingnya. Misalnya butuh kayu yang panjang, nanti bisa disambung pakai lem,” ungkap Bima, rekan kerja Yohanes.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seni menata tanaman dalam media kaca ini ternyata mulai banyak yang menggandrungi. Bagi pemula, ada tips dari Yohanes dalam membuatnya. Komponen wajibnya terdiri atas batu, kayu, dan tanaman. Komponen wajib ini tidak hanya berfungsi untuk estetika saja, tapi juga penting secara fungsional. Salah satunya adalah kayu.

Dalam pembuatan aquascape, tidak semua kayu dapat digunakan. Sebab, membutuhkan kayu yang kuat dan tidak mudah lapuk. Kayu itu berfungsi sebagai media tumbuh beberapa jenis tanaman air. Biasanya, jenis kayu yang digunakan adalah kayu bonsai, rasamala, santigi, dan kayu kisirem. Sebelumnya, kayu-kayu ini harus melalui beberapa proses pengeluaran tanin yang tidak sebentar. Biasanya bisa sampai satu minggu.

Salah satu desainer aquascape, Yohanes Mario mengungkapkan, rata-rata kayu yang akan digunakan, zat tanin atau zat dalam kayu yang dapat membuat air keruh harus dikeluarkan terlebih dulu. Salah satu caranya dengan merendam selama satu minggu, bahkan bisa lebih. Menurutnya, dengan proses perendaman ini, tanin-tanin dalam kayu akan keluar semua. “Paling ampuh memang direndam. Bahkan, ada beberapa kayu yang taninnya nggak habis-habis,” kata Yohanes, saat dikunjungi di stan desain aquascape di Jalan Semeru, Sumbersari.

Selain direndam, kata dia, tanin kayu juga bisa dikeluarkan melalui proses pendidihan. Waktunya tidak lama seperti perendaman. Namun, menurut Yohanes, proses ini bisa menghambat tanin keluar seluruhnya. Nantinya tanin dalam kayu justru masih tersisa dan membuat air dalam aquascape menjadi keruh.

Setelah melalui proses pengeluaran tanin, kayu dirakit hingga menyerupai sebuah pohon. Proses perakitan ini hanya bisa dilakukan dalam satu hari saja. Dan kesulitannya adalah ketika mencari sambungan ranting untuk menjadikan pohon yang utuh. “Jadi, ada batang utama dan rantingnya. Misalnya butuh kayu yang panjang, nanti bisa disambung pakai lem,” ungkap Bima, rekan kerja Yohanes.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seni menata tanaman dalam media kaca ini ternyata mulai banyak yang menggandrungi. Bagi pemula, ada tips dari Yohanes dalam membuatnya. Komponen wajibnya terdiri atas batu, kayu, dan tanaman. Komponen wajib ini tidak hanya berfungsi untuk estetika saja, tapi juga penting secara fungsional. Salah satunya adalah kayu.

Dalam pembuatan aquascape, tidak semua kayu dapat digunakan. Sebab, membutuhkan kayu yang kuat dan tidak mudah lapuk. Kayu itu berfungsi sebagai media tumbuh beberapa jenis tanaman air. Biasanya, jenis kayu yang digunakan adalah kayu bonsai, rasamala, santigi, dan kayu kisirem. Sebelumnya, kayu-kayu ini harus melalui beberapa proses pengeluaran tanin yang tidak sebentar. Biasanya bisa sampai satu minggu.

Salah satu desainer aquascape, Yohanes Mario mengungkapkan, rata-rata kayu yang akan digunakan, zat tanin atau zat dalam kayu yang dapat membuat air keruh harus dikeluarkan terlebih dulu. Salah satu caranya dengan merendam selama satu minggu, bahkan bisa lebih. Menurutnya, dengan proses perendaman ini, tanin-tanin dalam kayu akan keluar semua. “Paling ampuh memang direndam. Bahkan, ada beberapa kayu yang taninnya nggak habis-habis,” kata Yohanes, saat dikunjungi di stan desain aquascape di Jalan Semeru, Sumbersari.

Selain direndam, kata dia, tanin kayu juga bisa dikeluarkan melalui proses pendidihan. Waktunya tidak lama seperti perendaman. Namun, menurut Yohanes, proses ini bisa menghambat tanin keluar seluruhnya. Nantinya tanin dalam kayu justru masih tersisa dan membuat air dalam aquascape menjadi keruh.

Setelah melalui proses pengeluaran tanin, kayu dirakit hingga menyerupai sebuah pohon. Proses perakitan ini hanya bisa dilakukan dalam satu hari saja. Dan kesulitannya adalah ketika mencari sambungan ranting untuk menjadikan pohon yang utuh. “Jadi, ada batang utama dan rantingnya. Misalnya butuh kayu yang panjang, nanti bisa disambung pakai lem,” ungkap Bima, rekan kerja Yohanes.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/