alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Cukup Bayar Rp 3 Ribu Bisa Tidur Semalaman 

Mobile_AP_Rectangle 1

SEMARANG, RADARJEMBER.ID- Pasar Johar menjadi pusat perdagangan tak hanya untuk warga Kota Semarang tapi juga warga Jawa Tengah. Hal itu menjadikan banyak pedagang atau orang yang menggantungkan hidup di Pasar Johar sebagian berasal dari luar Kota Semarang.

Sebagian pedagang atau pekerja yang mengadu nasib di Pasar Johar dari luar Semarang memilih tinggal di Pondok Boro. Pondok Boro adalah tempat penginapan bagi para pedagang dan pekerja karena harga sewa kamar di tempat sangat terjangkau.

Lokasi Pondok Boro terletak di Kampung Sumeneban, Kauman, Semarang Tengah. Begitu memasuki pondok tersebut, terlihat susunan lemari di atas tempat istirahat mereka dan difungsikan  untuk menyimpan pakaian para pekerja di Pondok Boro tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satu pekerja di Pondok Boro yaitu Yono. Sebagai karyawan, beliau bertugas sebagai penjaga kebersihan dan keamanan di Pondok Boro, ia saban hari mengurusi bagian bersih-bersih, termasuk keamanan sehingga pondok tidak terkesan kumuh. 

Tarif menginap di Pondok Boro ada dua kategori, yang pertama lesehan harganya Rp 3.000 per malam, dan kedua pakai kamar harganya Rp 100.000 per bulan. Fasilitas yang didapat pada saat menginap di Pondok Boro yaitu tempat tidur dan kamar mandi. 

Pada awalnya, Pondok Boro didirikan untuk membantu pedagang-pedagang agar bisa memiliki tempat tidur dan beristirahat dengan harga sewa yang murah. Namun seiring waktu berjalan, jumlah orang menginap di Pondok Boro semakin bertambah.

“Berdasarkan data, orang yang menginap di sini sekitar 300 orang, tapi sebagian ada yang pulang ke rumah dan tidak menentu. Sebagian besar penghuni disini adalah kaum pedagang, mereka tidak sedikit berasal dari luar kota,” kata Yono .

- Advertisement -

SEMARANG, RADARJEMBER.ID- Pasar Johar menjadi pusat perdagangan tak hanya untuk warga Kota Semarang tapi juga warga Jawa Tengah. Hal itu menjadikan banyak pedagang atau orang yang menggantungkan hidup di Pasar Johar sebagian berasal dari luar Kota Semarang.

Sebagian pedagang atau pekerja yang mengadu nasib di Pasar Johar dari luar Semarang memilih tinggal di Pondok Boro. Pondok Boro adalah tempat penginapan bagi para pedagang dan pekerja karena harga sewa kamar di tempat sangat terjangkau.

Lokasi Pondok Boro terletak di Kampung Sumeneban, Kauman, Semarang Tengah. Begitu memasuki pondok tersebut, terlihat susunan lemari di atas tempat istirahat mereka dan difungsikan  untuk menyimpan pakaian para pekerja di Pondok Boro tersebut.

Salah satu pekerja di Pondok Boro yaitu Yono. Sebagai karyawan, beliau bertugas sebagai penjaga kebersihan dan keamanan di Pondok Boro, ia saban hari mengurusi bagian bersih-bersih, termasuk keamanan sehingga pondok tidak terkesan kumuh. 

Tarif menginap di Pondok Boro ada dua kategori, yang pertama lesehan harganya Rp 3.000 per malam, dan kedua pakai kamar harganya Rp 100.000 per bulan. Fasilitas yang didapat pada saat menginap di Pondok Boro yaitu tempat tidur dan kamar mandi. 

Pada awalnya, Pondok Boro didirikan untuk membantu pedagang-pedagang agar bisa memiliki tempat tidur dan beristirahat dengan harga sewa yang murah. Namun seiring waktu berjalan, jumlah orang menginap di Pondok Boro semakin bertambah.

“Berdasarkan data, orang yang menginap di sini sekitar 300 orang, tapi sebagian ada yang pulang ke rumah dan tidak menentu. Sebagian besar penghuni disini adalah kaum pedagang, mereka tidak sedikit berasal dari luar kota,” kata Yono .

SEMARANG, RADARJEMBER.ID- Pasar Johar menjadi pusat perdagangan tak hanya untuk warga Kota Semarang tapi juga warga Jawa Tengah. Hal itu menjadikan banyak pedagang atau orang yang menggantungkan hidup di Pasar Johar sebagian berasal dari luar Kota Semarang.

Sebagian pedagang atau pekerja yang mengadu nasib di Pasar Johar dari luar Semarang memilih tinggal di Pondok Boro. Pondok Boro adalah tempat penginapan bagi para pedagang dan pekerja karena harga sewa kamar di tempat sangat terjangkau.

Lokasi Pondok Boro terletak di Kampung Sumeneban, Kauman, Semarang Tengah. Begitu memasuki pondok tersebut, terlihat susunan lemari di atas tempat istirahat mereka dan difungsikan  untuk menyimpan pakaian para pekerja di Pondok Boro tersebut.

Salah satu pekerja di Pondok Boro yaitu Yono. Sebagai karyawan, beliau bertugas sebagai penjaga kebersihan dan keamanan di Pondok Boro, ia saban hari mengurusi bagian bersih-bersih, termasuk keamanan sehingga pondok tidak terkesan kumuh. 

Tarif menginap di Pondok Boro ada dua kategori, yang pertama lesehan harganya Rp 3.000 per malam, dan kedua pakai kamar harganya Rp 100.000 per bulan. Fasilitas yang didapat pada saat menginap di Pondok Boro yaitu tempat tidur dan kamar mandi. 

Pada awalnya, Pondok Boro didirikan untuk membantu pedagang-pedagang agar bisa memiliki tempat tidur dan beristirahat dengan harga sewa yang murah. Namun seiring waktu berjalan, jumlah orang menginap di Pondok Boro semakin bertambah.

“Berdasarkan data, orang yang menginap di sini sekitar 300 orang, tapi sebagian ada yang pulang ke rumah dan tidak menentu. Sebagian besar penghuni disini adalah kaum pedagang, mereka tidak sedikit berasal dari luar kota,” kata Yono .

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/