alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Bambu Runcing, Peninggalan Letkol Sroedji

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebuah monumen terbuat dari keramik dan marmer terdiri dari 5 bambu runcing. Setiap bambu runcing memiliki tinggi yang berbeda. Monumen ini  pasti akan mencuri perhatian pengunjung sebelum mereka memasuki Masjid An-Nuur yang terletak di desa karang kedawung. Di atas monumen, terpatri nama lengkap, yang beberapa ditulis dengan pangkat militer, Yakni Letkol Moh Sroedji, Letkol Dr. Subandi dan H. Abdul Adim Kepala Desa.

Salah satu warga perempuan yang merupakan warga setempat bernama Jayus, mengungkapkan adanya monumen karena ada sesuatu yang spesial. Yaitu digelarnya rapat sejumlah pahlawan. Diantaranya Letkol Moh Sroedji bersama wakilnya Letkol Subandi, staf Brigade III Damarwoelan, Kepala Desa Karang Kedawung Abduladim serta beberapa tokoh masyarakat setempat.

Tanpa diketahui Sroedji dan pasukannya, mereka sudah terkepung oleh pasukan Belanda dari segala penjuru. Tak ada pilihan bagi Sroedji dan Brigade III Damarwoelan. Hanya ada dua pilihan kala itu, mati atau hidup terjajah. Dan mereka memilih tetap berjuang hingga meninggal di lokasi. “Dulu saya masih kecil. Jadi saya tau sedikit-sedikit,” kata Jayus di Masjid An Nur.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebuah monumen terbuat dari keramik dan marmer terdiri dari 5 bambu runcing. Setiap bambu runcing memiliki tinggi yang berbeda. Monumen ini  pasti akan mencuri perhatian pengunjung sebelum mereka memasuki Masjid An-Nuur yang terletak di desa karang kedawung. Di atas monumen, terpatri nama lengkap, yang beberapa ditulis dengan pangkat militer, Yakni Letkol Moh Sroedji, Letkol Dr. Subandi dan H. Abdul Adim Kepala Desa.

Salah satu warga perempuan yang merupakan warga setempat bernama Jayus, mengungkapkan adanya monumen karena ada sesuatu yang spesial. Yaitu digelarnya rapat sejumlah pahlawan. Diantaranya Letkol Moh Sroedji bersama wakilnya Letkol Subandi, staf Brigade III Damarwoelan, Kepala Desa Karang Kedawung Abduladim serta beberapa tokoh masyarakat setempat.

Tanpa diketahui Sroedji dan pasukannya, mereka sudah terkepung oleh pasukan Belanda dari segala penjuru. Tak ada pilihan bagi Sroedji dan Brigade III Damarwoelan. Hanya ada dua pilihan kala itu, mati atau hidup terjajah. Dan mereka memilih tetap berjuang hingga meninggal di lokasi. “Dulu saya masih kecil. Jadi saya tau sedikit-sedikit,” kata Jayus di Masjid An Nur.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebuah monumen terbuat dari keramik dan marmer terdiri dari 5 bambu runcing. Setiap bambu runcing memiliki tinggi yang berbeda. Monumen ini  pasti akan mencuri perhatian pengunjung sebelum mereka memasuki Masjid An-Nuur yang terletak di desa karang kedawung. Di atas monumen, terpatri nama lengkap, yang beberapa ditulis dengan pangkat militer, Yakni Letkol Moh Sroedji, Letkol Dr. Subandi dan H. Abdul Adim Kepala Desa.

Salah satu warga perempuan yang merupakan warga setempat bernama Jayus, mengungkapkan adanya monumen karena ada sesuatu yang spesial. Yaitu digelarnya rapat sejumlah pahlawan. Diantaranya Letkol Moh Sroedji bersama wakilnya Letkol Subandi, staf Brigade III Damarwoelan, Kepala Desa Karang Kedawung Abduladim serta beberapa tokoh masyarakat setempat.

Tanpa diketahui Sroedji dan pasukannya, mereka sudah terkepung oleh pasukan Belanda dari segala penjuru. Tak ada pilihan bagi Sroedji dan Brigade III Damarwoelan. Hanya ada dua pilihan kala itu, mati atau hidup terjajah. Dan mereka memilih tetap berjuang hingga meninggal di lokasi. “Dulu saya masih kecil. Jadi saya tau sedikit-sedikit,” kata Jayus di Masjid An Nur.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/