alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Landak Mungil yang Imut Seperti Bola Kecil Berduri

Jika mendengar kata landak, secara otomatis langsung berpikir tubuhnya yang berduri panjang dan berbahaya. Namun, berbeda dengan landak mini atau hewan yang memiliki nama latin Erinaceinae ini. Meski berduri, tapi tetap imut untuk dipeluk.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski namanya hampir sama, hewan asal Afrika ini memiliki banyak perbedaan dengan landak hutan atau landak Jawa. Ukurannya yang mungil dan dapat menggulung layaknya bola berduri saat disentuh. Hewan ini ternyata tak berbahaya sama sekali. Bulunya yang seperti duri itu tak sekeras landak Jawa dan bahkan dapat dijinakkan jika telah lama dipelihara.

Seperti ratusan landak yang dimiliki oleh Abdullah Hamdani, seorang pencinta binatang yang kini konsisten membudidayakan landak mini. Menurut pria yang akrab disapa Dani ini, dibanding hewan-hewan yang dia pelihara sebelumnya, landak mini termasuk binatang lucu yang perawatannya cukup mudah.

Pakannya dapat digantikan dengan pakan kucing, dan sesekali diberi pakan aslinya, yakni serangga atau ulat hongkong. “Saya beri makan sehari dua kali, pagi dan malam. Cari pakannya juga sangat mudah dan murah. Kalau sakit, landak mini tidak seperti kucing atau anjing yang harus dibawa ke dokter. Dia hanya perlu dimandikan sekali dua kali sudah sehat lagi,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Umumnya, penyakit yang sering menimpa landak mini adalah skabies atau jamur pada tubuhnya, kemudian juga obesitas. Skabies pada landak mini biasanya diakibatkan karena kandang yang tidak bersih dan terlalu lembab. Sehingga jamur yang tumbuh di kandang juga menempel pada tubuh landak yang ada di dalamnya.

Sedangkan penyakit obesitas biasanya disebabkan karena landak mini terlalu banyak mengonsumsi ulat hongkong. “Kalau terkena obesitas, memang kelihatannya bagus, lucu, menggemaskan karena gemuk. Tapi, itu berbahaya pada reproduksinya. Jadinya dia kurang produktif, atau tidak bisa beranak,” ujarnya.

Cara mengembangbiakkan landak mini juga tidaklah sulit. Cukup dengan menyiapkan kandang berisi serbuk kayu sebagai alas tidurnya. Kemudian, dilengkapi dengan tempat makanan dan minuman si landak, serta satukan landak jantan dan betina dalam kandang tersebut selama dua minggu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski namanya hampir sama, hewan asal Afrika ini memiliki banyak perbedaan dengan landak hutan atau landak Jawa. Ukurannya yang mungil dan dapat menggulung layaknya bola berduri saat disentuh. Hewan ini ternyata tak berbahaya sama sekali. Bulunya yang seperti duri itu tak sekeras landak Jawa dan bahkan dapat dijinakkan jika telah lama dipelihara.

Seperti ratusan landak yang dimiliki oleh Abdullah Hamdani, seorang pencinta binatang yang kini konsisten membudidayakan landak mini. Menurut pria yang akrab disapa Dani ini, dibanding hewan-hewan yang dia pelihara sebelumnya, landak mini termasuk binatang lucu yang perawatannya cukup mudah.

Pakannya dapat digantikan dengan pakan kucing, dan sesekali diberi pakan aslinya, yakni serangga atau ulat hongkong. “Saya beri makan sehari dua kali, pagi dan malam. Cari pakannya juga sangat mudah dan murah. Kalau sakit, landak mini tidak seperti kucing atau anjing yang harus dibawa ke dokter. Dia hanya perlu dimandikan sekali dua kali sudah sehat lagi,” tuturnya.

Umumnya, penyakit yang sering menimpa landak mini adalah skabies atau jamur pada tubuhnya, kemudian juga obesitas. Skabies pada landak mini biasanya diakibatkan karena kandang yang tidak bersih dan terlalu lembab. Sehingga jamur yang tumbuh di kandang juga menempel pada tubuh landak yang ada di dalamnya.

Sedangkan penyakit obesitas biasanya disebabkan karena landak mini terlalu banyak mengonsumsi ulat hongkong. “Kalau terkena obesitas, memang kelihatannya bagus, lucu, menggemaskan karena gemuk. Tapi, itu berbahaya pada reproduksinya. Jadinya dia kurang produktif, atau tidak bisa beranak,” ujarnya.

Cara mengembangbiakkan landak mini juga tidaklah sulit. Cukup dengan menyiapkan kandang berisi serbuk kayu sebagai alas tidurnya. Kemudian, dilengkapi dengan tempat makanan dan minuman si landak, serta satukan landak jantan dan betina dalam kandang tersebut selama dua minggu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski namanya hampir sama, hewan asal Afrika ini memiliki banyak perbedaan dengan landak hutan atau landak Jawa. Ukurannya yang mungil dan dapat menggulung layaknya bola berduri saat disentuh. Hewan ini ternyata tak berbahaya sama sekali. Bulunya yang seperti duri itu tak sekeras landak Jawa dan bahkan dapat dijinakkan jika telah lama dipelihara.

Seperti ratusan landak yang dimiliki oleh Abdullah Hamdani, seorang pencinta binatang yang kini konsisten membudidayakan landak mini. Menurut pria yang akrab disapa Dani ini, dibanding hewan-hewan yang dia pelihara sebelumnya, landak mini termasuk binatang lucu yang perawatannya cukup mudah.

Pakannya dapat digantikan dengan pakan kucing, dan sesekali diberi pakan aslinya, yakni serangga atau ulat hongkong. “Saya beri makan sehari dua kali, pagi dan malam. Cari pakannya juga sangat mudah dan murah. Kalau sakit, landak mini tidak seperti kucing atau anjing yang harus dibawa ke dokter. Dia hanya perlu dimandikan sekali dua kali sudah sehat lagi,” tuturnya.

Umumnya, penyakit yang sering menimpa landak mini adalah skabies atau jamur pada tubuhnya, kemudian juga obesitas. Skabies pada landak mini biasanya diakibatkan karena kandang yang tidak bersih dan terlalu lembab. Sehingga jamur yang tumbuh di kandang juga menempel pada tubuh landak yang ada di dalamnya.

Sedangkan penyakit obesitas biasanya disebabkan karena landak mini terlalu banyak mengonsumsi ulat hongkong. “Kalau terkena obesitas, memang kelihatannya bagus, lucu, menggemaskan karena gemuk. Tapi, itu berbahaya pada reproduksinya. Jadinya dia kurang produktif, atau tidak bisa beranak,” ujarnya.

Cara mengembangbiakkan landak mini juga tidaklah sulit. Cukup dengan menyiapkan kandang berisi serbuk kayu sebagai alas tidurnya. Kemudian, dilengkapi dengan tempat makanan dan minuman si landak, serta satukan landak jantan dan betina dalam kandang tersebut selama dua minggu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca