alexametrics
28.3 C
Jember
Saturday, 22 January 2022

Asyiknya Seni Matematika dari Untaian Benang Jadi Tas dan Sepatu

Tidak seperti menjahit baju biasa, merajut membutuhkan ketekunan juga ketelitian. Bahkan hitungan matematika juga menjadi sangat penting dalam prosesnya.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbagai macam sepatu dengan dasar rajutan benang itu tertata rapi di etalase kaca. Warnanya beragam. Mulai dari hijau, merah, kuning, hingga ungu. Selain sepatu, ada pula tas rajut berbagai ukuran, mulai dari yang paling mini hingga yang besar.

Semua seni rajutan ini tersimpan di galeri Andryani Winata yang terletak di kawasan Kebonsari. Uniknya, masing-masing sepatu dan tas punya ciri khas dan bentuk yang berbeda. Inilah yang menjadi tantangan bagi Andryani.

Seperti merajut sepatu, misalnya. Merajut pada sepatu merupakan salah satu tingkatan tersulit. Sebab, harus ada keseimbangan antara sisi kanan dan sisi kiri pada sepatu yang sedang dirajut. Oleh karena itu, perajin yang sedang menggarap sepatu rajut tidak boleh berhenti sampai rampung satu pasang sepatu. “Kalau berhenti, nanti kanan kirinya bisa nggak sama. Ada yang longgar, ada yang enggak,” sambungnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Para perajin pun dituntut untuk paham dan jeli pada hitungan benang dalam rajutan. Sebab, jika ada perhitungan yang salah, maka akan merusak sulaman benang sebelumnya. Teknik hitungan benang ini tidak hanya berlaku untuk merajut sepatu. Namun, juga pada berbagai produk rajutan lainnya. Salah satunya seperti tas rajut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbagai macam sepatu dengan dasar rajutan benang itu tertata rapi di etalase kaca. Warnanya beragam. Mulai dari hijau, merah, kuning, hingga ungu. Selain sepatu, ada pula tas rajut berbagai ukuran, mulai dari yang paling mini hingga yang besar.

Semua seni rajutan ini tersimpan di galeri Andryani Winata yang terletak di kawasan Kebonsari. Uniknya, masing-masing sepatu dan tas punya ciri khas dan bentuk yang berbeda. Inilah yang menjadi tantangan bagi Andryani.

Seperti merajut sepatu, misalnya. Merajut pada sepatu merupakan salah satu tingkatan tersulit. Sebab, harus ada keseimbangan antara sisi kanan dan sisi kiri pada sepatu yang sedang dirajut. Oleh karena itu, perajin yang sedang menggarap sepatu rajut tidak boleh berhenti sampai rampung satu pasang sepatu. “Kalau berhenti, nanti kanan kirinya bisa nggak sama. Ada yang longgar, ada yang enggak,” sambungnya.

Para perajin pun dituntut untuk paham dan jeli pada hitungan benang dalam rajutan. Sebab, jika ada perhitungan yang salah, maka akan merusak sulaman benang sebelumnya. Teknik hitungan benang ini tidak hanya berlaku untuk merajut sepatu. Namun, juga pada berbagai produk rajutan lainnya. Salah satunya seperti tas rajut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbagai macam sepatu dengan dasar rajutan benang itu tertata rapi di etalase kaca. Warnanya beragam. Mulai dari hijau, merah, kuning, hingga ungu. Selain sepatu, ada pula tas rajut berbagai ukuran, mulai dari yang paling mini hingga yang besar.

Semua seni rajutan ini tersimpan di galeri Andryani Winata yang terletak di kawasan Kebonsari. Uniknya, masing-masing sepatu dan tas punya ciri khas dan bentuk yang berbeda. Inilah yang menjadi tantangan bagi Andryani.

Seperti merajut sepatu, misalnya. Merajut pada sepatu merupakan salah satu tingkatan tersulit. Sebab, harus ada keseimbangan antara sisi kanan dan sisi kiri pada sepatu yang sedang dirajut. Oleh karena itu, perajin yang sedang menggarap sepatu rajut tidak boleh berhenti sampai rampung satu pasang sepatu. “Kalau berhenti, nanti kanan kirinya bisa nggak sama. Ada yang longgar, ada yang enggak,” sambungnya.

Para perajin pun dituntut untuk paham dan jeli pada hitungan benang dalam rajutan. Sebab, jika ada perhitungan yang salah, maka akan merusak sulaman benang sebelumnya. Teknik hitungan benang ini tidak hanya berlaku untuk merajut sepatu. Namun, juga pada berbagai produk rajutan lainnya. Salah satunya seperti tas rajut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca