alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Diam-Diam Suguhkan Spot Menarik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjadi salah satu akses penghubung Jalur Lintas Selatan (JLS), membuat Jembatan Getem ini menyuguhkan keunikan tersendiri. Jembatan yang diberi nama Jembatan Cinta itu tepat berlokasi di Dusun Kalimalang, Desa Mojomulyo. Sekitar 10 kilometer dari pusat Kecamatan Puger.

Di badan jembatan, warga atau pengendara motor biasanya melepas penat, menikmati pemandangan mangrove yang dibalut antara pertemuan teluk dan muara sungai. “Biasanya paling ramai dikunjungi saat sore hari. Mereka foto-foto,” beber Rukhan, warga setempat saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Pemandangan yang menakjubkan ternyata tak hanya di situ. Di bawah jembatan, rupanya juga terdapat sebuah jalan penghubung (underpass). Jukung atau perahu warga juga langganan lalu lalang melintas. Mereka ada yang memancing, dan sepertinya juga menyewakan jasa antar untuk pengunjung yang hendak bermain ke sekitar mangrove.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di Jember sendiri, tak banyak sempadan pantai yang memiliki mangrove. Namun di kawasan teluk Jembatan Cinta Getem itu, mangrove cukup banyak ditemui. Memanjang puluhan meter dan melindungi teluk, serta muara sungai dari hantaman ombak laut selatan. “Mangrove ini bisa menjadi daya tarik wisata. Karena memang tidak semua sempadan pantai ada mangrovenya, bahkan bisa jadi wilayah konservasi,” ujar Miftahul Huda, pengunjung yang melintas saat itu.

Nah, dari underpass jembatan inilah pemandangan mangrove itu terlihat sangat berbeda. Pengunjung tak hanya disuguhkan hijaunya tanaman bakau saja, tapi juga suara arus sungai, laju perahu, serta keseruan beberapa orang yang sedang memancing di sana.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjadi salah satu akses penghubung Jalur Lintas Selatan (JLS), membuat Jembatan Getem ini menyuguhkan keunikan tersendiri. Jembatan yang diberi nama Jembatan Cinta itu tepat berlokasi di Dusun Kalimalang, Desa Mojomulyo. Sekitar 10 kilometer dari pusat Kecamatan Puger.

Di badan jembatan, warga atau pengendara motor biasanya melepas penat, menikmati pemandangan mangrove yang dibalut antara pertemuan teluk dan muara sungai. “Biasanya paling ramai dikunjungi saat sore hari. Mereka foto-foto,” beber Rukhan, warga setempat saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Pemandangan yang menakjubkan ternyata tak hanya di situ. Di bawah jembatan, rupanya juga terdapat sebuah jalan penghubung (underpass). Jukung atau perahu warga juga langganan lalu lalang melintas. Mereka ada yang memancing, dan sepertinya juga menyewakan jasa antar untuk pengunjung yang hendak bermain ke sekitar mangrove.

Di Jember sendiri, tak banyak sempadan pantai yang memiliki mangrove. Namun di kawasan teluk Jembatan Cinta Getem itu, mangrove cukup banyak ditemui. Memanjang puluhan meter dan melindungi teluk, serta muara sungai dari hantaman ombak laut selatan. “Mangrove ini bisa menjadi daya tarik wisata. Karena memang tidak semua sempadan pantai ada mangrovenya, bahkan bisa jadi wilayah konservasi,” ujar Miftahul Huda, pengunjung yang melintas saat itu.

Nah, dari underpass jembatan inilah pemandangan mangrove itu terlihat sangat berbeda. Pengunjung tak hanya disuguhkan hijaunya tanaman bakau saja, tapi juga suara arus sungai, laju perahu, serta keseruan beberapa orang yang sedang memancing di sana.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjadi salah satu akses penghubung Jalur Lintas Selatan (JLS), membuat Jembatan Getem ini menyuguhkan keunikan tersendiri. Jembatan yang diberi nama Jembatan Cinta itu tepat berlokasi di Dusun Kalimalang, Desa Mojomulyo. Sekitar 10 kilometer dari pusat Kecamatan Puger.

Di badan jembatan, warga atau pengendara motor biasanya melepas penat, menikmati pemandangan mangrove yang dibalut antara pertemuan teluk dan muara sungai. “Biasanya paling ramai dikunjungi saat sore hari. Mereka foto-foto,” beber Rukhan, warga setempat saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Pemandangan yang menakjubkan ternyata tak hanya di situ. Di bawah jembatan, rupanya juga terdapat sebuah jalan penghubung (underpass). Jukung atau perahu warga juga langganan lalu lalang melintas. Mereka ada yang memancing, dan sepertinya juga menyewakan jasa antar untuk pengunjung yang hendak bermain ke sekitar mangrove.

Di Jember sendiri, tak banyak sempadan pantai yang memiliki mangrove. Namun di kawasan teluk Jembatan Cinta Getem itu, mangrove cukup banyak ditemui. Memanjang puluhan meter dan melindungi teluk, serta muara sungai dari hantaman ombak laut selatan. “Mangrove ini bisa menjadi daya tarik wisata. Karena memang tidak semua sempadan pantai ada mangrovenya, bahkan bisa jadi wilayah konservasi,” ujar Miftahul Huda, pengunjung yang melintas saat itu.

Nah, dari underpass jembatan inilah pemandangan mangrove itu terlihat sangat berbeda. Pengunjung tak hanya disuguhkan hijaunya tanaman bakau saja, tapi juga suara arus sungai, laju perahu, serta keseruan beberapa orang yang sedang memancing di sana.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/