alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Sensasi Pedas Bercampur Manis

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jika mendengar kata es krim, maka yang terlintas di kepala adalah dinginnya makanan yang identik dengan rasa manis. Namun, apa jadinya jika cita rasa es krim dicampur dengan pedas manisnya rujak? Bagi yang awam, bisa jadi terlihat aneh. Namun bagi penikmatnya, kudapan es krim rujak ini memang beda. Bagi yang ingin mencicipi bisa mengunjungi Es Krim Rujak Pak Diko.Stand Es Krim Rujak Pak Diko berada di lapangan Mangli, persis depan toko waralaba. Saban hari, stand model food truck itu cukup ramai pembeli. Memang tak begitu mencolok jika dibandingkan dengan stand makanan lainnya. Biasanya, pelanggan memesan lebih dulu. Jadi tak perlu antre atau menunggu. “Sekali datang bisa langsung ambil. Karena kalau sudah antre, lama banget,” ungkap Diko, sembari melayani pembeli.
Harga es krim rujak di tempat Diko dijual dengan dua harga. Rp 5.000 dan Rp 7.000. Tergantung ukuran cup. Rasa es krim rujak ini terbilang unik. Rasa Manis, gurih dan pedas dibalut dengan es puter yang manis dan dingin. Selain murah, cita rasa aneh inilah yang membuat es krim rujak milik Diko cukup laris.
Diko telah memulai usaha tersebut sejak 2017 silam. Ide membuat es krim rujak muncul ketika dia menonton televisi yang saat itu meliput tentang kuliner Es Krim Rujak di Jogyakarta. Dari situlah ia terinspirasi untuk membuat usaha serupa. Diko pun mencoba membuat es krim rujak. Lalu, ia bagikan ke para tetangga agar diberi komentar.
Setelah yakin, ia banting seting. Dari sebelumnya menjual mainan berlaih menjual es krim rujak. “Kata tetangga enak. Maka lanjutlah saya untuk membuka usaha es krim rujak ini,” ungkap Diko.
Dalam satu hari, Diko dapat menghabiskan satu tabung ukuran sedang es puter. Sedangkan untuk buah-buahan, sehari menghabiskan sampai 5 Kg. Pelanggannya sangat beragam. Tidak hanya dari masyarakat umum, tapi juga menyasar para pelajar.
Ketika pandemi, Diko sempat libur. Karena saat itu, Diko juga menjadi salah satu yang terdampak. Terhitung satu tahun Diko meliburkan diri dan beralih profesi lain. Selama itu, beberapa pelanggan sampai mendatangi rumahnya. “Banyak yang nanya kenapa saya libur. Makanya, saya terus jualan lagi. Dari sini, banyak juga yang suka sama es saya,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jika mendengar kata es krim, maka yang terlintas di kepala adalah dinginnya makanan yang identik dengan rasa manis. Namun, apa jadinya jika cita rasa es krim dicampur dengan pedas manisnya rujak? Bagi yang awam, bisa jadi terlihat aneh. Namun bagi penikmatnya, kudapan es krim rujak ini memang beda. Bagi yang ingin mencicipi bisa mengunjungi Es Krim Rujak Pak Diko.Stand Es Krim Rujak Pak Diko berada di lapangan Mangli, persis depan toko waralaba. Saban hari, stand model food truck itu cukup ramai pembeli. Memang tak begitu mencolok jika dibandingkan dengan stand makanan lainnya. Biasanya, pelanggan memesan lebih dulu. Jadi tak perlu antre atau menunggu. “Sekali datang bisa langsung ambil. Karena kalau sudah antre, lama banget,” ungkap Diko, sembari melayani pembeli.
Harga es krim rujak di tempat Diko dijual dengan dua harga. Rp 5.000 dan Rp 7.000. Tergantung ukuran cup. Rasa es krim rujak ini terbilang unik. Rasa Manis, gurih dan pedas dibalut dengan es puter yang manis dan dingin. Selain murah, cita rasa aneh inilah yang membuat es krim rujak milik Diko cukup laris.
Diko telah memulai usaha tersebut sejak 2017 silam. Ide membuat es krim rujak muncul ketika dia menonton televisi yang saat itu meliput tentang kuliner Es Krim Rujak di Jogyakarta. Dari situlah ia terinspirasi untuk membuat usaha serupa. Diko pun mencoba membuat es krim rujak. Lalu, ia bagikan ke para tetangga agar diberi komentar.
Setelah yakin, ia banting seting. Dari sebelumnya menjual mainan berlaih menjual es krim rujak. “Kata tetangga enak. Maka lanjutlah saya untuk membuka usaha es krim rujak ini,” ungkap Diko.
Dalam satu hari, Diko dapat menghabiskan satu tabung ukuran sedang es puter. Sedangkan untuk buah-buahan, sehari menghabiskan sampai 5 Kg. Pelanggannya sangat beragam. Tidak hanya dari masyarakat umum, tapi juga menyasar para pelajar.
Ketika pandemi, Diko sempat libur. Karena saat itu, Diko juga menjadi salah satu yang terdampak. Terhitung satu tahun Diko meliburkan diri dan beralih profesi lain. Selama itu, beberapa pelanggan sampai mendatangi rumahnya. “Banyak yang nanya kenapa saya libur. Makanya, saya terus jualan lagi. Dari sini, banyak juga yang suka sama es saya,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jika mendengar kata es krim, maka yang terlintas di kepala adalah dinginnya makanan yang identik dengan rasa manis. Namun, apa jadinya jika cita rasa es krim dicampur dengan pedas manisnya rujak? Bagi yang awam, bisa jadi terlihat aneh. Namun bagi penikmatnya, kudapan es krim rujak ini memang beda. Bagi yang ingin mencicipi bisa mengunjungi Es Krim Rujak Pak Diko.Stand Es Krim Rujak Pak Diko berada di lapangan Mangli, persis depan toko waralaba. Saban hari, stand model food truck itu cukup ramai pembeli. Memang tak begitu mencolok jika dibandingkan dengan stand makanan lainnya. Biasanya, pelanggan memesan lebih dulu. Jadi tak perlu antre atau menunggu. “Sekali datang bisa langsung ambil. Karena kalau sudah antre, lama banget,” ungkap Diko, sembari melayani pembeli.
Harga es krim rujak di tempat Diko dijual dengan dua harga. Rp 5.000 dan Rp 7.000. Tergantung ukuran cup. Rasa es krim rujak ini terbilang unik. Rasa Manis, gurih dan pedas dibalut dengan es puter yang manis dan dingin. Selain murah, cita rasa aneh inilah yang membuat es krim rujak milik Diko cukup laris.
Diko telah memulai usaha tersebut sejak 2017 silam. Ide membuat es krim rujak muncul ketika dia menonton televisi yang saat itu meliput tentang kuliner Es Krim Rujak di Jogyakarta. Dari situlah ia terinspirasi untuk membuat usaha serupa. Diko pun mencoba membuat es krim rujak. Lalu, ia bagikan ke para tetangga agar diberi komentar.
Setelah yakin, ia banting seting. Dari sebelumnya menjual mainan berlaih menjual es krim rujak. “Kata tetangga enak. Maka lanjutlah saya untuk membuka usaha es krim rujak ini,” ungkap Diko.
Dalam satu hari, Diko dapat menghabiskan satu tabung ukuran sedang es puter. Sedangkan untuk buah-buahan, sehari menghabiskan sampai 5 Kg. Pelanggannya sangat beragam. Tidak hanya dari masyarakat umum, tapi juga menyasar para pelajar.
Ketika pandemi, Diko sempat libur. Karena saat itu, Diko juga menjadi salah satu yang terdampak. Terhitung satu tahun Diko meliburkan diri dan beralih profesi lain. Selama itu, beberapa pelanggan sampai mendatangi rumahnya. “Banyak yang nanya kenapa saya libur. Makanya, saya terus jualan lagi. Dari sini, banyak juga yang suka sama es saya,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/