alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Lempar Dadu, Adu Strategi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat dengan permainan monopoli? Permainan atur strategi itu sempat booming pada zamannya. Namun, apakah ada yang masih bermain monopoli hingga saat ini? Atau mungkin, sudah lupa bagaimana cara memainkannya? Bahkan, jangan-jangan ada yang sama sekali tidak tahu bagaimana cara memainkannya.
Untuk memainkan monopoli, ada beberapa perlengkapan yang harus dimiliki. Yakni, papan permainan yang dilengkapi dengan nama-nama kota/negara, stasiun, dan keterangan lain yang mendukung dalam permainan monopoli. Lalu, dua buah dadu, 32 rumah berwarna hijau dan 12 hotel berwarna merah, satu pack kartu dana umum dan kartu kesempatan, kartu hak milik dari masing-masing tanah dan stasiun, serta uang sebagai alat pembelian dalam permainan.Setelah melengkapi beberapa perlengkapan permainan monopoli, tangan Yohanes Rifki Pangestu tampak fasih dalam mengocok kartu dana umum dan kesempatan sebelum ditempatkan pada papan permainan. Sementara itu, Pradini Anjar Agustin sibuk membagikan uang kepada para pemain. Selanjutnya, mereka bersiap memulai permainan dengan menata gaco masing-masing di kolom start.
Permainan pun dimulai dengan melemparkan dadu bergantung kesepakatan siapa dulu yang memulainya hingga mencapai satu putaran. Siapa pun yang berhasil melewati garis start lagi, bakal mendapatkan uang sesuai nominal yang disepakati. Namun, jika pemain kebetulan menginjak garis start, dia takkan diberi uang.Rifki menyatakan bahwa setelah melewati start, para pemain yang menginjak daerah tak berpenghuni alias belum dimiliki oleh pemain lain berhak untuk membeli atau mengabaikannya. Namun, jika berhasil dibeli, pemain lain wajib membayar sewa mereka menginjakkan kakinya (gaco, Red) ke daerah yang telah dibeli.
Lebih lanjut, Pradini tampak semringah saat dia berhasil menguasai salah satu komplek. “Soalnya, dengan begitu bisa membeli empat rumah per kompleks,” katanya. Setelah itu, bisa menambahkan hotel. “Jadi, siapapun yang singgah akan dikenakan uang sewa yang berlipat-lipat,” candanya.
Siapa pun yang berhasil menguasai aset-aset itu akan menjadi yang berkuasa dan memiliki banyak uang dari biaya sewa orang lain. “Yang bangkrut akan tersisih dan si kaya menjadi pemenangnya,” tandasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat dengan permainan monopoli? Permainan atur strategi itu sempat booming pada zamannya. Namun, apakah ada yang masih bermain monopoli hingga saat ini? Atau mungkin, sudah lupa bagaimana cara memainkannya? Bahkan, jangan-jangan ada yang sama sekali tidak tahu bagaimana cara memainkannya.
Untuk memainkan monopoli, ada beberapa perlengkapan yang harus dimiliki. Yakni, papan permainan yang dilengkapi dengan nama-nama kota/negara, stasiun, dan keterangan lain yang mendukung dalam permainan monopoli. Lalu, dua buah dadu, 32 rumah berwarna hijau dan 12 hotel berwarna merah, satu pack kartu dana umum dan kartu kesempatan, kartu hak milik dari masing-masing tanah dan stasiun, serta uang sebagai alat pembelian dalam permainan.Setelah melengkapi beberapa perlengkapan permainan monopoli, tangan Yohanes Rifki Pangestu tampak fasih dalam mengocok kartu dana umum dan kesempatan sebelum ditempatkan pada papan permainan. Sementara itu, Pradini Anjar Agustin sibuk membagikan uang kepada para pemain. Selanjutnya, mereka bersiap memulai permainan dengan menata gaco masing-masing di kolom start.
Permainan pun dimulai dengan melemparkan dadu bergantung kesepakatan siapa dulu yang memulainya hingga mencapai satu putaran. Siapa pun yang berhasil melewati garis start lagi, bakal mendapatkan uang sesuai nominal yang disepakati. Namun, jika pemain kebetulan menginjak garis start, dia takkan diberi uang.Rifki menyatakan bahwa setelah melewati start, para pemain yang menginjak daerah tak berpenghuni alias belum dimiliki oleh pemain lain berhak untuk membeli atau mengabaikannya. Namun, jika berhasil dibeli, pemain lain wajib membayar sewa mereka menginjakkan kakinya (gaco, Red) ke daerah yang telah dibeli.
Lebih lanjut, Pradini tampak semringah saat dia berhasil menguasai salah satu komplek. “Soalnya, dengan begitu bisa membeli empat rumah per kompleks,” katanya. Setelah itu, bisa menambahkan hotel. “Jadi, siapapun yang singgah akan dikenakan uang sewa yang berlipat-lipat,” candanya.
Siapa pun yang berhasil menguasai aset-aset itu akan menjadi yang berkuasa dan memiliki banyak uang dari biaya sewa orang lain. “Yang bangkrut akan tersisih dan si kaya menjadi pemenangnya,” tandasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat dengan permainan monopoli? Permainan atur strategi itu sempat booming pada zamannya. Namun, apakah ada yang masih bermain monopoli hingga saat ini? Atau mungkin, sudah lupa bagaimana cara memainkannya? Bahkan, jangan-jangan ada yang sama sekali tidak tahu bagaimana cara memainkannya.
Untuk memainkan monopoli, ada beberapa perlengkapan yang harus dimiliki. Yakni, papan permainan yang dilengkapi dengan nama-nama kota/negara, stasiun, dan keterangan lain yang mendukung dalam permainan monopoli. Lalu, dua buah dadu, 32 rumah berwarna hijau dan 12 hotel berwarna merah, satu pack kartu dana umum dan kartu kesempatan, kartu hak milik dari masing-masing tanah dan stasiun, serta uang sebagai alat pembelian dalam permainan.Setelah melengkapi beberapa perlengkapan permainan monopoli, tangan Yohanes Rifki Pangestu tampak fasih dalam mengocok kartu dana umum dan kesempatan sebelum ditempatkan pada papan permainan. Sementara itu, Pradini Anjar Agustin sibuk membagikan uang kepada para pemain. Selanjutnya, mereka bersiap memulai permainan dengan menata gaco masing-masing di kolom start.
Permainan pun dimulai dengan melemparkan dadu bergantung kesepakatan siapa dulu yang memulainya hingga mencapai satu putaran. Siapa pun yang berhasil melewati garis start lagi, bakal mendapatkan uang sesuai nominal yang disepakati. Namun, jika pemain kebetulan menginjak garis start, dia takkan diberi uang.Rifki menyatakan bahwa setelah melewati start, para pemain yang menginjak daerah tak berpenghuni alias belum dimiliki oleh pemain lain berhak untuk membeli atau mengabaikannya. Namun, jika berhasil dibeli, pemain lain wajib membayar sewa mereka menginjakkan kakinya (gaco, Red) ke daerah yang telah dibeli.
Lebih lanjut, Pradini tampak semringah saat dia berhasil menguasai salah satu komplek. “Soalnya, dengan begitu bisa membeli empat rumah per kompleks,” katanya. Setelah itu, bisa menambahkan hotel. “Jadi, siapapun yang singgah akan dikenakan uang sewa yang berlipat-lipat,” candanya.
Siapa pun yang berhasil menguasai aset-aset itu akan menjadi yang berkuasa dan memiliki banyak uang dari biaya sewa orang lain. “Yang bangkrut akan tersisih dan si kaya menjadi pemenangnya,” tandasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/