alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Berburu Gazelle! Pernah ditawar 145 Juta, Seperti apa penampakanya ?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berdasarkan tingkat orisinalitasnya, mulus dan tidaknya sepeda, dan tahun pembuatannya, harga sepeda Gazelle bisa mencapai jutaan rupiah. Hal inilah yang membuat sepeda Gazelle di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, dihargai dengan nominal yang mencapai Rp 145 juta.

Sepeda Gazelle seri 11 itu, menurut Sugiono Yongky Wibowo, didapat dari seorang kolektor. Pada 2016 lalu, dirinya ikut berburu sepeda Gazelle. Dia menuju ke berbagai kota yang ada di Indonesia untuk mengetahui lebih dalam apa yang membuat sepeda asal Belanda itu mahal. “Akhirnya, saya ketemu dengan banyak orang. Di situ saya banyak belajar,” ulasnya.

Dalam berburu sepeda tua, menurut dia, memang tidak semua orang paham. Ada yang membeli dengan harga mahal tetapi barangnya tidak orisinal. “Setelah saya banyak belajar, akhirnya saya ketemu dengan tempat orang yang punya sepeda ini. Saat itu, saya membelinya Rp 35 juta. Kemudian, saya ikut bersama teman-teman di berbagai event,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Melalui perburuan dan kerja kerasnya, sepeda Gazelle miliknya banyak diburu orang. Tawaran harga pun telah sampai pada penyebutan nominal. Namun, Yongki tidak mau menjualnya. “Tidak saya jual walaupun orangnya sampai datang membawa uang ke sini Rp 145 juta. Tidak saya jual karena saya sangat suka. Kalau saya jual, saya juga belum tentu bisa mendapatkannya lagi,” cetusnya.

Sepeda Gazelle miliknya diakui orisinal oleh banyak orang. Demi menjaga agar sepedanya tetap bagus, dia mencopot beberapa bagian untuk disimpan. “Seperti di gir, saya copot karena takut aus. Kemudian, jagang sepeda juga saya ganti dan yang asli saya simpan,” ulasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berdasarkan tingkat orisinalitasnya, mulus dan tidaknya sepeda, dan tahun pembuatannya, harga sepeda Gazelle bisa mencapai jutaan rupiah. Hal inilah yang membuat sepeda Gazelle di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, dihargai dengan nominal yang mencapai Rp 145 juta.

Sepeda Gazelle seri 11 itu, menurut Sugiono Yongky Wibowo, didapat dari seorang kolektor. Pada 2016 lalu, dirinya ikut berburu sepeda Gazelle. Dia menuju ke berbagai kota yang ada di Indonesia untuk mengetahui lebih dalam apa yang membuat sepeda asal Belanda itu mahal. “Akhirnya, saya ketemu dengan banyak orang. Di situ saya banyak belajar,” ulasnya.

Dalam berburu sepeda tua, menurut dia, memang tidak semua orang paham. Ada yang membeli dengan harga mahal tetapi barangnya tidak orisinal. “Setelah saya banyak belajar, akhirnya saya ketemu dengan tempat orang yang punya sepeda ini. Saat itu, saya membelinya Rp 35 juta. Kemudian, saya ikut bersama teman-teman di berbagai event,” ucapnya.

Melalui perburuan dan kerja kerasnya, sepeda Gazelle miliknya banyak diburu orang. Tawaran harga pun telah sampai pada penyebutan nominal. Namun, Yongki tidak mau menjualnya. “Tidak saya jual walaupun orangnya sampai datang membawa uang ke sini Rp 145 juta. Tidak saya jual karena saya sangat suka. Kalau saya jual, saya juga belum tentu bisa mendapatkannya lagi,” cetusnya.

Sepeda Gazelle miliknya diakui orisinal oleh banyak orang. Demi menjaga agar sepedanya tetap bagus, dia mencopot beberapa bagian untuk disimpan. “Seperti di gir, saya copot karena takut aus. Kemudian, jagang sepeda juga saya ganti dan yang asli saya simpan,” ulasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berdasarkan tingkat orisinalitasnya, mulus dan tidaknya sepeda, dan tahun pembuatannya, harga sepeda Gazelle bisa mencapai jutaan rupiah. Hal inilah yang membuat sepeda Gazelle di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, dihargai dengan nominal yang mencapai Rp 145 juta.

Sepeda Gazelle seri 11 itu, menurut Sugiono Yongky Wibowo, didapat dari seorang kolektor. Pada 2016 lalu, dirinya ikut berburu sepeda Gazelle. Dia menuju ke berbagai kota yang ada di Indonesia untuk mengetahui lebih dalam apa yang membuat sepeda asal Belanda itu mahal. “Akhirnya, saya ketemu dengan banyak orang. Di situ saya banyak belajar,” ulasnya.

Dalam berburu sepeda tua, menurut dia, memang tidak semua orang paham. Ada yang membeli dengan harga mahal tetapi barangnya tidak orisinal. “Setelah saya banyak belajar, akhirnya saya ketemu dengan tempat orang yang punya sepeda ini. Saat itu, saya membelinya Rp 35 juta. Kemudian, saya ikut bersama teman-teman di berbagai event,” ucapnya.

Melalui perburuan dan kerja kerasnya, sepeda Gazelle miliknya banyak diburu orang. Tawaran harga pun telah sampai pada penyebutan nominal. Namun, Yongki tidak mau menjualnya. “Tidak saya jual walaupun orangnya sampai datang membawa uang ke sini Rp 145 juta. Tidak saya jual karena saya sangat suka. Kalau saya jual, saya juga belum tentu bisa mendapatkannya lagi,” cetusnya.

Sepeda Gazelle miliknya diakui orisinal oleh banyak orang. Demi menjaga agar sepedanya tetap bagus, dia mencopot beberapa bagian untuk disimpan. “Seperti di gir, saya copot karena takut aus. Kemudian, jagang sepeda juga saya ganti dan yang asli saya simpan,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/