alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Upayakan Membentuk Desa Mandiri

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Secara manajerial, destinasi wisata ini dikelola oleh masyarakat setempat yang juga merupakan pemilik modal atas destinasi wisatanya. Selanjutnya, masyarakat setempat membuat manajemen secara struktural dan secara resmi.

Dalam pengelolaan ini ruang intervensi pemerintah desa relatif kecil. “Dari awal sampai sekarang kami menggunakan dana swadaya masyarakat setempat,” tutur Hairus Sholeh.

Melalui inovasi program wisata, muncul pula kegiatan edukatif yang melibatkan seluruh masyarakat. Pihaknya berharap nantinya masyarakat Desa Kemiri dapat mencari penghasilan di dalam desa. Tidak sampai merantau, bahkan menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Saat ini anak-anak mudanya lebih tertarik kerja di kota,” kata Sholeh.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, Sholeh juga mengungkapkan bahwa pemuda desa juga berupaya untuk memunculkan pergelaran seni. Beberapa di antaranya seperti membuat pentas seni pantomim, pembacaan puisi, dan mendongeng.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Secara manajerial, destinasi wisata ini dikelola oleh masyarakat setempat yang juga merupakan pemilik modal atas destinasi wisatanya. Selanjutnya, masyarakat setempat membuat manajemen secara struktural dan secara resmi.

Dalam pengelolaan ini ruang intervensi pemerintah desa relatif kecil. “Dari awal sampai sekarang kami menggunakan dana swadaya masyarakat setempat,” tutur Hairus Sholeh.

Melalui inovasi program wisata, muncul pula kegiatan edukatif yang melibatkan seluruh masyarakat. Pihaknya berharap nantinya masyarakat Desa Kemiri dapat mencari penghasilan di dalam desa. Tidak sampai merantau, bahkan menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Saat ini anak-anak mudanya lebih tertarik kerja di kota,” kata Sholeh.

Selain itu, Sholeh juga mengungkapkan bahwa pemuda desa juga berupaya untuk memunculkan pergelaran seni. Beberapa di antaranya seperti membuat pentas seni pantomim, pembacaan puisi, dan mendongeng.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Secara manajerial, destinasi wisata ini dikelola oleh masyarakat setempat yang juga merupakan pemilik modal atas destinasi wisatanya. Selanjutnya, masyarakat setempat membuat manajemen secara struktural dan secara resmi.

Dalam pengelolaan ini ruang intervensi pemerintah desa relatif kecil. “Dari awal sampai sekarang kami menggunakan dana swadaya masyarakat setempat,” tutur Hairus Sholeh.

Melalui inovasi program wisata, muncul pula kegiatan edukatif yang melibatkan seluruh masyarakat. Pihaknya berharap nantinya masyarakat Desa Kemiri dapat mencari penghasilan di dalam desa. Tidak sampai merantau, bahkan menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Saat ini anak-anak mudanya lebih tertarik kerja di kota,” kata Sholeh.

Selain itu, Sholeh juga mengungkapkan bahwa pemuda desa juga berupaya untuk memunculkan pergelaran seni. Beberapa di antaranya seperti membuat pentas seni pantomim, pembacaan puisi, dan mendongeng.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/