alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Tukar Pengalaman sambil Arisan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkumpulan pecinta burung perkutut tidak main-main. Di Jember jumlahnya lumayan banyak. Nah, dalam pertemuan komunitas itulah Edy Mustari banyak berbincang seputar burung dengan suara khas tersebut.

Edy sendiri memiliki 24 kandang yang diisi puluhan ekor burung perkutut. Mulai dari cara merawat dan beternak, dia pun kerap tukar pengalaman dengan pecinta yang lain. “Saya saja ikut arisan sampai empat kelompok,” ulasnya.

Tak heran jika dalam sepekan, Edy bisa mengikuti empat kali arisan. Ada yang seminggu sekali, dan ada yang sebulan sekali. “Pada pertengahan puasa ini, kebetulan semua arisan waktunya nyaris bersamaan. Namanya juga suka, jadi ikut banyak perkumpulan,” cetusnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Edy menyampaikan pengalamannya dalam beternak perkutut. Menurutnya, sejak perkutut bertelur, hanya sekitar 15 hari saja akan menetas. “Rata-rata 25 hari setelah menetas, sudah bisa makan sendiri,” cetusnya.

Perkutut pun memiliki banyak jenis. Burung perkutut anakan bisa menjadi dewasa sekitar tujuh bulan dan siap dibuahi atau membuahi. “Kalau induknya, kadang anaknya belum pisah, sudah bertelur lagi,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkumpulan pecinta burung perkutut tidak main-main. Di Jember jumlahnya lumayan banyak. Nah, dalam pertemuan komunitas itulah Edy Mustari banyak berbincang seputar burung dengan suara khas tersebut.

Edy sendiri memiliki 24 kandang yang diisi puluhan ekor burung perkutut. Mulai dari cara merawat dan beternak, dia pun kerap tukar pengalaman dengan pecinta yang lain. “Saya saja ikut arisan sampai empat kelompok,” ulasnya.

Tak heran jika dalam sepekan, Edy bisa mengikuti empat kali arisan. Ada yang seminggu sekali, dan ada yang sebulan sekali. “Pada pertengahan puasa ini, kebetulan semua arisan waktunya nyaris bersamaan. Namanya juga suka, jadi ikut banyak perkumpulan,” cetusnya.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Edy menyampaikan pengalamannya dalam beternak perkutut. Menurutnya, sejak perkutut bertelur, hanya sekitar 15 hari saja akan menetas. “Rata-rata 25 hari setelah menetas, sudah bisa makan sendiri,” cetusnya.

Perkutut pun memiliki banyak jenis. Burung perkutut anakan bisa menjadi dewasa sekitar tujuh bulan dan siap dibuahi atau membuahi. “Kalau induknya, kadang anaknya belum pisah, sudah bertelur lagi,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkumpulan pecinta burung perkutut tidak main-main. Di Jember jumlahnya lumayan banyak. Nah, dalam pertemuan komunitas itulah Edy Mustari banyak berbincang seputar burung dengan suara khas tersebut.

Edy sendiri memiliki 24 kandang yang diisi puluhan ekor burung perkutut. Mulai dari cara merawat dan beternak, dia pun kerap tukar pengalaman dengan pecinta yang lain. “Saya saja ikut arisan sampai empat kelompok,” ulasnya.

Tak heran jika dalam sepekan, Edy bisa mengikuti empat kali arisan. Ada yang seminggu sekali, dan ada yang sebulan sekali. “Pada pertengahan puasa ini, kebetulan semua arisan waktunya nyaris bersamaan. Namanya juga suka, jadi ikut banyak perkumpulan,” cetusnya.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Edy menyampaikan pengalamannya dalam beternak perkutut. Menurutnya, sejak perkutut bertelur, hanya sekitar 15 hari saja akan menetas. “Rata-rata 25 hari setelah menetas, sudah bisa makan sendiri,” cetusnya.

Perkutut pun memiliki banyak jenis. Burung perkutut anakan bisa menjadi dewasa sekitar tujuh bulan dan siap dibuahi atau membuahi. “Kalau induknya, kadang anaknya belum pisah, sudah bertelur lagi,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/