alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Bidik Watu Ulo Jadi Pelabuhan

Terbentur Perda RTRW

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember memiliki sumber daya alam luar biasa. Tidak hanya di darat seperti perkebunan, kehutanan, dan pertanian. Jember juga memiliki potensi kelautan. Potensi inilah yang membuat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim membidik daerah pantai selatan Jember, yaitu Watu Ulo, untuk dijadikan pelabuhan perikanan. Namun, rencana itu terbentur Peraturan Daerah Jember tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW).

Kepala DKP Jatim Mohammad Gunawan Saleh dalam kunjunganya di Jember, pekan kemarin, mengatakan bahwa Jember memang menjadi salah satu daerah di Jatim yang memiliki potensi perkembangan perikanan dan kelautan. Karena itu, DKP Jatim berencana membuka dermaga ikan di Jember.

Dermaga yang dimaksud, kata dia, bukan pelabuhan bongkar muat barang, melainkan perikanan. Sebelum rencana itu disampaikan ke publik, DKP juga sudah melakukan studi kelayakan terlebih dahulu. “Visible study sudah kami lakukan pada 2017 lalu,” jelas Gunawan kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah studi rampung, pihaknya mulai membahas syarat untuk pemenuhan pelabuhan. Seperti analisis mengenai dampak lingkungan dan lainnya. “Amdal sudah selesai tahun kemarin (2020, Red),” terangnya.

Lokasi pelabuhan perikanan tersebut, dia mengungkapkan, justru bukan di Puger. Sebab, kecamatan penghasil ikan terbesar di Jember tersebut sudah memiliki pelabuhan perikanan. “Namun, lokasi pelabuhan ini berada di tempat baru, yaitu Pantai Watu Ulo,” paparnya.

Gunawan menjelaskan, rencana selanjutnya bila tidak ada kendala, tahun 2022 mulai mendesain rencana induk, hingga kejelasan tanah. “Harapannya, master plan-nya tahun 2022. Setelah itu selesai, biasanya dilakukan pembangunan tahun berikutnya, yaitu 2023,” ujarnya.

Walau Jember telah memiliki pelabuhan perikanan di Puger, lanjut Gunawan, tapi memilih pelabuhan baru di Watu Ulo tidak lain karena Puger lokasinya sudah terlalu padat dengan perahu nelayan. “Puger sudah jenuh. Jadi, di Watu Ulo rencananya nanti lebih besar lagi dari pelabuhan di Puger,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember memiliki sumber daya alam luar biasa. Tidak hanya di darat seperti perkebunan, kehutanan, dan pertanian. Jember juga memiliki potensi kelautan. Potensi inilah yang membuat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim membidik daerah pantai selatan Jember, yaitu Watu Ulo, untuk dijadikan pelabuhan perikanan. Namun, rencana itu terbentur Peraturan Daerah Jember tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW).

Kepala DKP Jatim Mohammad Gunawan Saleh dalam kunjunganya di Jember, pekan kemarin, mengatakan bahwa Jember memang menjadi salah satu daerah di Jatim yang memiliki potensi perkembangan perikanan dan kelautan. Karena itu, DKP Jatim berencana membuka dermaga ikan di Jember.

Dermaga yang dimaksud, kata dia, bukan pelabuhan bongkar muat barang, melainkan perikanan. Sebelum rencana itu disampaikan ke publik, DKP juga sudah melakukan studi kelayakan terlebih dahulu. “Visible study sudah kami lakukan pada 2017 lalu,” jelas Gunawan kepada Jawa Pos Radar Jember.

Setelah studi rampung, pihaknya mulai membahas syarat untuk pemenuhan pelabuhan. Seperti analisis mengenai dampak lingkungan dan lainnya. “Amdal sudah selesai tahun kemarin (2020, Red),” terangnya.

Lokasi pelabuhan perikanan tersebut, dia mengungkapkan, justru bukan di Puger. Sebab, kecamatan penghasil ikan terbesar di Jember tersebut sudah memiliki pelabuhan perikanan. “Namun, lokasi pelabuhan ini berada di tempat baru, yaitu Pantai Watu Ulo,” paparnya.

Gunawan menjelaskan, rencana selanjutnya bila tidak ada kendala, tahun 2022 mulai mendesain rencana induk, hingga kejelasan tanah. “Harapannya, master plan-nya tahun 2022. Setelah itu selesai, biasanya dilakukan pembangunan tahun berikutnya, yaitu 2023,” ujarnya.

Walau Jember telah memiliki pelabuhan perikanan di Puger, lanjut Gunawan, tapi memilih pelabuhan baru di Watu Ulo tidak lain karena Puger lokasinya sudah terlalu padat dengan perahu nelayan. “Puger sudah jenuh. Jadi, di Watu Ulo rencananya nanti lebih besar lagi dari pelabuhan di Puger,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember memiliki sumber daya alam luar biasa. Tidak hanya di darat seperti perkebunan, kehutanan, dan pertanian. Jember juga memiliki potensi kelautan. Potensi inilah yang membuat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim membidik daerah pantai selatan Jember, yaitu Watu Ulo, untuk dijadikan pelabuhan perikanan. Namun, rencana itu terbentur Peraturan Daerah Jember tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW).

Kepala DKP Jatim Mohammad Gunawan Saleh dalam kunjunganya di Jember, pekan kemarin, mengatakan bahwa Jember memang menjadi salah satu daerah di Jatim yang memiliki potensi perkembangan perikanan dan kelautan. Karena itu, DKP Jatim berencana membuka dermaga ikan di Jember.

Dermaga yang dimaksud, kata dia, bukan pelabuhan bongkar muat barang, melainkan perikanan. Sebelum rencana itu disampaikan ke publik, DKP juga sudah melakukan studi kelayakan terlebih dahulu. “Visible study sudah kami lakukan pada 2017 lalu,” jelas Gunawan kepada Jawa Pos Radar Jember.

Setelah studi rampung, pihaknya mulai membahas syarat untuk pemenuhan pelabuhan. Seperti analisis mengenai dampak lingkungan dan lainnya. “Amdal sudah selesai tahun kemarin (2020, Red),” terangnya.

Lokasi pelabuhan perikanan tersebut, dia mengungkapkan, justru bukan di Puger. Sebab, kecamatan penghasil ikan terbesar di Jember tersebut sudah memiliki pelabuhan perikanan. “Namun, lokasi pelabuhan ini berada di tempat baru, yaitu Pantai Watu Ulo,” paparnya.

Gunawan menjelaskan, rencana selanjutnya bila tidak ada kendala, tahun 2022 mulai mendesain rencana induk, hingga kejelasan tanah. “Harapannya, master plan-nya tahun 2022. Setelah itu selesai, biasanya dilakukan pembangunan tahun berikutnya, yaitu 2023,” ujarnya.

Walau Jember telah memiliki pelabuhan perikanan di Puger, lanjut Gunawan, tapi memilih pelabuhan baru di Watu Ulo tidak lain karena Puger lokasinya sudah terlalu padat dengan perahu nelayan. “Puger sudah jenuh. Jadi, di Watu Ulo rencananya nanti lebih besar lagi dari pelabuhan di Puger,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/