Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Heroisme di Balik Monumen Mastrip di Jember, Begini Kisahnya

S
Photo
Photo

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi warga Jember, Monumen Mastrip bukan hal yang asing lagi. Sebab, bangunan berbentuk tugu yang berada di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, itu sarat dengan nilai sejarah. Keberadaan Mastrip banyak dipengaruhi oleh sejarah Hari Pahlawan pada 10 November 1945 silam.

Pemerintah daerah sempat mengklaim bahwa monumen ini merupakan salah satu objek wisata bersejarah yang menghubungkan antara Jember dan Bondowoso. Tugu Mastrip I dan II berada dalam kawasan hutan lindung, dan termasuk dalam objek wisata palagan yang berfungsi untuk mengenang perjuangan para pahlawan kemerdekaan sewaktu melawan penjajah Belanda.

Monumen Mastrip didirikan pada 1965 oleh AMD Marinir. Tak berbeda jauh dengan monumen lainnya, Monumen Mastrip juga memiliki ciri khas marmer yang berisi teks atau kalimat yang menjelaskan monumen itu. Di sana terukir kalimat “perjuangan kuteruskan sampai akhir zaman”. Kalimat itu tertera di bagian bawah monumen. Konon, kalimat ini terinspirasi dari sebuah lagu yang berjudul Temanku Pahlawan.

Jika diamati lebih dalam, lambang Monumen Mastrip nyaris sama dengan lambang baju kehormatan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), yang dipakai saat melawan penjajah. Lambang monumen ini adalah helm baja sebagai latar, dan senjata laras panjang yang diletakkan menyilang dengan pena bulu ayam.

Monumen Mastrip menjadi simbol perjuangan para pelajar yang kala itu ikut memelopori perjuangan untuk merebut kemerdekaan.  “Banyak nilai-nilai yang bisa diambil dari perjuangan para tentara saat itu,” kata Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih, Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Jember.

Pendirian monumen di Desa Panduman ini karena tempat tersebut menjadi latar perjuangan TRIP. Kala itu, mereka berjuang menghadang penjajah yang akan masuk kota Jember. Penghadangan dilakukan setiap malam dengan bersembunyi di atas dataran tinggi. Dengan begitu, para tentara muda ini dapat menghalau serdadu musuh dengan menembak mereka dari ketinggian, sehingga tak sampai masuk Jember.

Jurnalis: Dian Cahyani
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Mahrus Sholih


Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Utang Judol Rp 80 Juta Diduga Jadi Motif Perampokan Toko Emas Murni Jember

Utang Judol Rp 80 Juta Diduga Jadi Motif Perampokan Toko Emas Murni Jember

Utang Rp 80 juta akibat kalah judi online diduga menjadi latar belakang perampokan Toko Emas Murni di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Jember, Kamis (22/10/2026). Polisi mengungkap, DBN yang terlilit utang mengaj

Pengendara Jupiter Oleng dan Tabrak Pikap di Umbulsari Jember, Korban Meninggal Dunia

Pengendara Jupiter Oleng dan Tabrak Pikap di Umbulsari Jember, Korban Meninggal Dunia

Pengendara motor Yamaha Jupiter tewas usai oleng dan menabrak mobil pikap L300 di jalan raya Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari, Jember.

Gandrung Sewu Jadi Daya Tarik, Pergerakan Penumpang Kereta Api di Tapal Kuda Tetap Bergairah

Gandrung Sewu Jadi Daya Tarik, Pergerakan Penumpang Kereta Api di Tapal Kuda Tetap Bergairah

Pagelaran Gandrung Sewu yang berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Kabupaten Banyuwangi turut memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat menggunakan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember. Pening

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer