PUJER, Radar Ijen - Keluhan masyarakat tentang jalan berlubang di Kecamatan Pujer, Kab. Bondowoso tak kunjung mendapat penanganan.
Demi menghindari kecelakaan, warga akhirnya bergerak sendiri menambal jalan rusak secara swadaya.
Sejumlah warga di Kecamatan Pujer memilih turun tangan langsung, memperbaiki jalan berlubang yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Melalui Komunitas Aksi Cepat Tanggap (SIGAP) Pujer, beberapa titik jalan rusak akhirnya ditambal secara swadaya.
Aksi sosial tersebut diprakarsai oleh komunitas yang dipimpin Saiful Bahri.
Kegiatan tambal sulam dilakukan sebagai respons atas banyaknya keluhan warga terkait kondisi jalan yang rusak. Selain dukungan tenaga dari masyarakat, kegiatan ini juga mendapat bantuan dana pribadi dari Agus, pemilik salah satu showroom mobil di wilayah itu.
Saiful Bahri mengatakan, langkah tersebut diambil karena kondisi jalan yang rusak sudah menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan.
Bahkan beberapa pengendara dilaporkan sempat terjatuh akibat lubang di badan jalan.
“Banyak warga yang sudah jatuh karena jalan berlubang. Daripada menunggu terlalu lama, kami bersama teman-teman SIGAP berinisiatif menambal jalan secara swadaya,” ujarnya.
Wakil SIGAP Pujer, Priyo Murtiono, menambahkan kegiatan perbaikan dilakukan tanpa menggunakan anggaran pemerintah.
Seluruh biaya berasal dari dukungan pribadi dan partisipasi masyarakat. “Kami tidak menunggu APBD. Keluhan masyarakat sudah terlalu banyak dan sudah ada yang menjadi korban jatuh,” imbuhnya.
Baca Juga: BPBD Bondowoso Terus Ingatkan Risiko Rusaknya Infrastruktur
Menurut Priyo, perbaikan yang dilakukan warga hanya bersifat sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan tersebut.
Ia berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan perbaikan secara permanen agar kondisi jalan kembali aman bagi pengguna jalan.
Aksi gotong royong warga ini menunjukkan kuatnya kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bersama. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi pengingat bahwa infrastruktur dasar seperti jalan, semestinya tidak sampai membuat warga harus turun tangan sendiri untuk memperbaikinya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi