Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemantauan PMI di Arab Saudi Lebih Diperketat, Imbas Geopolitik AS Iran

Adeapryanis • Selasa, 10 Maret 2026 | 16:36 WIB

FOTO: Kepala Disnaker Lumajang, Subechan
FOTO: Kepala Disnaker Lumajang, Subechan

RADAR JEMBER - Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memantau kondisi sembilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lumajang yang saat ini bekerja di Arab Saudi.

Pemantauan lebih diperketat akibat gejolak geopolitik global yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Lumajang, Subhan, menjelaskan sembilan PMI tersebut terdiri dari delapan tenaga kesehatan dan satu pekerja restoran.

Mereka berangkat melalui perusahaan resmi dalam kurun waktu 2024 hingga 2025.

Pihaknya menegaskan, seluruh PMI yang tercatat dalam data tersebut merupakan pekerja yang berangkat secara prosedural, sehingga keberadaannya dapat dipantau melalui mekanisme perlindungan pekerja migran.

“Untuk PMI yang di Iran dan berangkat secara resmi tidak ada dan sampai saat ini juga tidak ada pengaduan,” ucapnya.

Pihaknya menegaskan jika pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap situasi yang berkembang di kawasan tersebut untuk memastikan PMI tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman.

Jika membutuhkan penanganan khusus, pemerintah pusat melalui perwakilan negara di luar negeri akan mengambil langkah perlindungan sesuai prosedur yang berlaku.

“Termasuk nanti jika ada pemulangan makan akan dilakukan sesuai mekanisme perlindungan bagi PMI,” pungkasnya. (dea/son)

Editor : Adeapryanis
#geopolitik amerika latin #PMI #Lumajang