RADAR JEMBER - Tidak sedikit warga Lumajang yang berangkat umrah selama bulan ramadan tahun ini.
Akibat konflik perang antara Iran dan Amerika Serikat, terdapat cukup jamaah umrah yang masih tertahan di Arab Saudi.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Lumajang, Umar Hasan.
Pihaknya telah memastikan masih ada jamaah umrah asal Lumajang yang masih tertahan, belum bisa pulang.
Umar Hasan menjelaskan, informasi yang diterima dari penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) menyebutkan, ada beberapa jamaah yang telah pulang dengan selamat dan ada yang masih belum diperbolehkan pulang.
“Informasi yang kami dapat dari pihak PPIU (penyelenggara perjalanan ibadah umroh, Red), memang masih ada di sana (tertahan) dan sebagian sudah kembali dengan selamat, aman,” katanya.
Setidaknya di Lumajang ada 15 PPIU atau biro perjalanan ibadah umrah yang berizin resmi untuk beroperasi di Lumajang.
"Untuk yang 9 PPIU ini merupakan cabang dari induk pusat yang ada di Lumajang. Sedangkan yang memang dikeluarkan izinnya dari Lumajang itu ada 6," tambahnya.
Sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari PPIU terkait jumlah jemaah umroh yang masih belum bisa dipulangkan.
“Jadi, penyelenggara perjalanan ibadah umrah atau PPIU itu punya data masing-masing yang saat ini belum di laporkan kepada kami berapa yang ada di Mekkah atau di Saudi Arabia atau berapa jumlahnya yang sudah kembali ke tanah air,” pungkasnya. (son)
Editor : Adeapryanis