Radar Jember - Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Hazora milik Perumdam Tirta Pandalungan atau PDAM Jember juga ditarget lebih tinggi.
Dari awalnya Rp 3 miliar menjadi Rp 5 miliar pada tahun 2026 ini.
“Laporan dari manajer sudah melampaui target yang ditetapkan. Tahun ini targetnya akan kami naikkan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumdam Tirta Pandalungan Jember Regar Jeane Dealen Nangka.
Dia menyampaikan, sepanjang menjadi Plt PDAM Jember ini, fokus pertama yang dilakukan merapikan dapur internal agar setiap divisi saling menopang dan bergerak dalam visi yang sama.
Konsolidasi dinilai penting sebelum melakukan ekspansi yang lebih luas.
“Di awal memang kami penguatan di internal dulu supaya satu divisi dengan divisi lain bisa bekerja sama dan saling support,” jelasnya.
Langkah berikutnya adalah mempercepat digitalisasi layanan dan manajemen produksi.
Sebagai perusahaan pelayanan publik, tambah Regar, sistem yang transparan dan terukur dianggap tidak bisa ditawar lagi.
Digitalisasi juga menjadi kunci untuk menekan kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) yang masih berada di kisaran 20 persen.
Di sisi lain, pasar Hazora juga akan dipetakan ulang agar terlihat jelas segmen mana yang sudah tergarap dan mana yang belum.
“Harapannya kami punya dashboard sehingga semua bisa dipantau real time dan dipakai sebagai dasar kebijakan ke depan,” katanya.
Salah satu pasar yang dinilai masih terbuka lebar adalah instansi pemerintah, mulai dari dinas, badan, kecamatan, hingga kelurahan.
Kerja sama antarlembaga daerah dianggap logis karena Hazora merupakan produk perusahaan milik Pemkab Jember. Target pun dipasang lebih tinggi untuk 2026.
“Dari awalnya Rp 3 miliar menjadi Rp 5 miliar. Ternyata itu sangat memungkinkan. Dan ini harus kami dukung dengan menyelesaikan kendala-kendala yang ada secara bersama-sama,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh