radarjember.id - Intensitas hujan di kawasan pegunungan cukup tinggi. Sehingga, banjir lahar dingin tak terelakkan.
Sampai-sampai akses jalan penghubung berupa makadam yang menghubungkan Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian menuju Kecamatan Tempursari terkikis.
Tidak hanya itu, hantaman banjir lahan dingin yang lumayan besar itu juga membuat tanggul sepanjang 30 meter terkikis.
Padahal, tanggul itu menjadi penahan aliran sungai supaya tidak masuk ke pemukiman.
Lokasinya berada tidak jauh dari akses jalan penghubung makadam tersebut.
Salah satu warga setempat, Paidi mengatakan, selama beberapa hari ini hujan turun cukup lebat.
Sehingga, aliran lahar dingin yang membawa material vulkanis seperti batu dan pasir itu meluap hingga menghantam sejumlah akses jalan di sekitar aliran sungai.
Termasuk dua titik yang mengalami kerusakan.
“Amber (meluap, Red) dari sungai itu ke jalan sini sampai akhirnya rusak. Iya ini jalan utama ke Kecamatan Tempursari, terus juga wisatawan yang mau surfing ke pantai. Jadi memang banyak warga yang lewat sini untuk mempercepat akses yang biasanya memutar kalau lewat Pronojiwo,” jelasnya.
Namun, saat ini warga lebih menghawatirkan hantaman banjir lahar dingin terus mengikis sejumlah tanggul penahan yang berbatasan langsung dengan pemukiman.
Sebab, ancaman itu semakin dekat jika tidak segera dilakukan penanganan atau perbaikan.
Informasinya, hujan bakal terus turun selama sepekan mendatang.
“Kalau tanggul yang sudah rusak ini apabila tidak segera diperbaiki maka akan mengancam pemukiman warga. Tanggulnya ini yang menakutkan, kalau jebol rumah warga yang akan kena,” pungkasnya. (son/fid)
Editor : Adeapryanis