radarjember.id – Usaha ternak jangkrik kini menjadi peluang bisnis menjanjikan bagi masyarakat, termasuk di Lumajang.
Seorang peternak muda, Bima Alfian mulai menekuni usaha ini sejak tahun 2024 dengan omzet jutaan rupiah hanya dari satu boks jangkrik.
Menurutnya, ketertarikan untuk beternak jangkrik berawal dari kemudahan perawatannya.
Dia belajar secara otodidak, namun seiring waktu juga menimba ilmu dari peternak lain yang lebih berpengalaman.
Jenis jangkrik yang dibudidayakan adalah jangkrik madu kunyit, karena dinilai memiliki lebih banyak peminat dibandingkan jenis lainnya.
“Rata-rata masa panen jangkrik dari telur sampai siap jual butuh waktu sekitar 30-35 hari,” jelasnya.
Proses budidaya dimulai dari penyimpanan telur selama empat hari hingga menetas, kemudian ditebar ke dalam boks jangkrik.
Pakan awal yang diberikan berupa pur ayam dan pelepah pisang setiap dua hari sekali hingga usia 10 hari.
Setelah itu, jangkrik diberi tambahan rumah berupa egg tray bertingkat, serta pakan alami seperti daun singkong, daun pisang, dan pepaya hingga mencapai usia panen.
Meski demikian, hasil yang diperoleh terbilang menggiurkan.
Dari satu boks jangkrik, mampu meraup omzet antara Rp 1 juta hingga Rp1,5 juta.
Usaha ternak jangkrik ini pun semakin diminati dengan prospek pasar yang luas, beternak jangkrik diyakini bisa menjadi alternatif usaha baru bagi masyarakat, khususnya di daerah pedesaan. (mmg2/dea/fid)
Editor : Adeapryanis