Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ini Sejarah Tari Topeng Kaliwungu dari Lumajang, Unik dan Menarik!

Radar Digital • Senin, 15 April 2024 | 01:10 WIB
SANG MAESTRO: Maestro tari Indonesia, Eyang Didik Nini Thowok, memimpin tari Topeng Kaliwungu di tengah prosesi Harjalu ke-767 tahun di Alun-alun Lumajang, kemarin.
SANG MAESTRO: Maestro tari Indonesia, Eyang Didik Nini Thowok, memimpin tari Topeng Kaliwungu di tengah prosesi Harjalu ke-767 tahun di Alun-alun Lumajang, kemarin.

radarjember.id—Topeng Kaliwungu merupakan kesenian tradisional yang berupa tari topeng yang berasal dari Kabupaten Lumajang .

Kemunculan tari topeng sendiri dikarenakam pengaruh dari kesenian-kesenian yang dibawa oleh masyarakat Madura yang bermigrasi ke Kabupaten Lumajang pada tahun 1940.

Jadi, Tari ini merupakan paduan dari dua kebudayaan yaitu antara Budaya Madura dan Budaya Jawa, biasa disebut Budaya Pandhalungan.

Tari Topeng Kaliwungu sendiri merupakan tari tunggal, dengan menggunakan topeng sebagai properti.

Tarian ini memiliki gerakan yang khas yang di sebut 'cakilan' yang biasanya terdapat pada budaya Mataraman.

Gerak cakilan pada tari Topeng ini terlihat sangat ekspresif dan tegas pada gerakan tangan dan kepala yang patah-patah.

Namun tetap tegas khas Madura dan juga gerakan yang lembut khas Jawa.

Secara filosofis, Tari Topeng Kaliwungu ini memiliki makna seburuk-buruknya manusia pasti memiliki kelembutan dalam hatinya.

Tari ini, menceritakan Arya Wiraraja, seorang Bupati Sumenep dari Kerajaan Majapahit, yang melakukan perjalanan ke Kabupaten Lumajang.

Tari Topeng Kaliwungu biasanya ditampilkan pada acara-acara seperti karnaval, pernikahan, khitanan, penyambutan tamu maupun acara adat lainnya. (dea)

Editor : Radar Digital
#tari topeng #sejarah #Lumajang