GEMERCIK air terjun yang menghantam dataran di bawahnya seakan memecah keheningan saat tiba di lokasi wisata Air Terjun Kabut Pelangi.
Panorama indah bak pelangi berkabut akan muncul saat pecahan air terkena pantulan cahaya mentari yang masuk dari celah tebing.
Fenomena alami dari wisata alam yang terletak di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang itu tentu sekaligus menjelaskan dari mana asal sematan "kabut pelangi" berasal.
Sensasi menyegarkan angin sepoi-sepoi dari lembah yang menerpa lembut pengunjung menjadi tanda keasrian wisata masih sangat terjaga.
Tentu kemunculan warna pelangi dari percikan air menjadi momen yang paling dinanti oleh pengunjung.
"Nah, waktu yang paling tepat agar dapat menyaksikan munculnya pelangi itu haruslah saat cuaca sedang cerah. Tepatnya sebelum pukul 12.00 WIB," ungkap Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Mulyoarjo Edi Suprayit.
Objek wisata ini terbilang masih cukup tersembunyi dari pusat Kota Pisang, keasrian alam yang tersaji pun masih sangat terjaga utuh.
Sehingga, nuansa alamnya sangat memanjakan mata yang lelah melihat semrawutnya aktivitas perkotaan.
Apalagi kesejukan udara yang bercampur pecahan air sangat mendinginkan tubuh lelah pasca perjalanan.
Agar dapat menikmati indahnya air terjun yang menjulang tinggi secara utuh, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 500 meter atau sekitar 20 menit dengan berjalan kaki dari pemberhentian sepeda.
Selain itu, meski sudah terdapat jalan setapak dengan pagar yang sudah dibangun. Tentu pengunjung tetap harus berhati-hati. (has/nur)
Editor : Radar Digital